Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jenis-jenis Tape Khas Indonesia Paling Populer

Jenis-jenis Tape Khas Indonesia Paling Populer
Potret tape singkong yang siap dikemas (IDN Times/Daruwaskita)

Tape atau tapai merupakan salah satu makanan tradisional khas Indonesia yang punya cita rasa manis, sedikit asam, dan aroma khas. Proses pembuatannya dengan cara fermentasi selama beberapa hari hingga tercipta tekstur lembut dan rasa yang unik. Gak heran kalau tape jadi favorit banyak orang, baik dikonsumsi langsung maupun diolah jadi berbagai hidangan unik dan nikmat.

Di Indonesia sendiri, tape hadir dalam beragam jenis, tergantung bahan dasar dan daerah asalnya. Masing-masing juga punya karakter rasa dan tekstur yang berbeda-beda. Nah, berikut ini beberapa jenis tape khas Indonesia yang wajib kamu tahu!

1. Tape singkong

Potret tape singkong
Potret tape singkong (vecteezy.com/Artoniumw)

Tape singkong merupakan jenis tape yang paling umum dan sangat populer di Indonesia. Sesuai dengan namanya, tape ini terbuat dari singkong yang difermentasi menggunakan ragi. Teksturnya lembut dan rasanya manis dengan sedikit sensasi asam.

Proses pembuatannya cukup sederhana, yakni singkong dikukus hingga matang, lalu didinginkan sebelum diberi atau ditaburi ragi. Setelah itu, singkong disimpan dalam wadah tertutup selama beberapa hari hingga proses fermentasi selesai.

Tape singkong biasanya dinikmati langsung atau diolah menjadi berbagai hidangan, seperti kolak, es campur, es dawet, es tape, tape goreng, hingga menjadi bahan dasar kue atau bolu. Kalau kamu, suka versi makan langsung atau dicampur dengan sajian lain?

2. Peuyeum

Potret peuyem
Potret peuyem (vecteezy.com/Artoniumw)

Peuyeum adalah sebutan tape singkong khas Jawa Barat, khususnya Bandung dan sekitarnya. Berbeda dengan tape singkong biasa, tekstur peuyeum lebih kering dan tidak terlalu berair.

Proses fermentasinya cenderung lebih singkat, sehingga rasa manisnya tidak terlalu kuat dan aromanya tidak terlalu menyengat. Hal ini membuat peuyeum jadi lebih tahan lama.

Peuyeum sering dijual dalam bentuk digantung di kios-kios pinggir jalan. Selain disantap langsung, peuyeum juga kerap diolah menjadi gorengan atau camilan lainnya.

3. Tape ketan hitam

Potret tape ketan hitam
Potret tape ketan hitam (pixabay.com/Phương Nam Gạo)

Tape ketan hitam terbuat dari beras ketan hitam yang difermentasi. Warna gelapnya yang khas membuat tape ini terlihat unik, ditambah dengan rasa manis dan aroma yang lebih kuat dibandingkan tape singkong.

Dalam proses pembuatannya, beras ketan hitam dimasak terlebih dahulu hingga matang, lalu diberi ragi. Setelah difermentasi selama beberapa hari, teksturnya akan menjadi lembut dan sedikit berair.

Untuk penyajiannya, tape ini bisa dikonsumsi langsung atau dijadikan bahan tambahahan untuk dessert. Di antaranya seperti es tape, bolu ketan hitam, madu mongso, puding, atau campuran minuman segar lainnya.

4. Tape ketan putih dan ketan hijau

Potret tape ketan
Potret tape ketan (vecteezy.com/Shofiyatun Shofiyatun)

Tampilan tape ketan putih lebih cerah dibandingkan tape ketan hitam. Terbuat dari beras ketan putih, tape ini memiliki rasa manis yang lebih ringan dengan tekstur yang lembut dan sedikit lengket.

Proses fermentasinya mirip dengan tape ketan hitam, hanya berbeda pada jenis bahan dasarnya, yakni beras ketan putih. Tape ini biasanya dibungkus daun pisang, agar aromanya semakin harum.

Variasi dari tape ketan putih ini adalah tape ketan hijau. Warna hijaunya berasal dari daun pandan atau daun suji. Hal ini bertujuan agar tampilannya terlihat lebih cantik dan menarik, serta aromanya jadi lebih harum.

Tape ketan putih maupun tape ketan hijau sering disajikan sebagai camilan atau hidangan penutup, serta bisa dinikmati langsung maupun dipadukan dengan bahan lain.

5. Tape Bondowoso

Potret tape bondowoso
Potret tape bondowoso (commons_wikimedia/Rendy Roziqi)

Tape bondowoso merupakan salah satu tape singkong paling terkenal di Indonesia. Berasal dari Bondowoso, Jawa Timur, tape ini dikenal memiliki rasa manis yang dominan dan tekstur yang sangat lembut.

Keunikan tape ini terletak pada proses fermentasinya yang menghasilkan rasa tidak terlalu asam. Selain itu, ukuran potongan singkongnya biasanya lebih besar dibandingkan tape biasa.

Tape bondowoso mudah ditemukan di toko oleh-oleh yang ada di sepanjang jalur utama Bondowoso-Banyuwangi dan sering dijadikan oleh-oleh di kalangan wisatawan. Kualitasnya yang konsisten membuat tape ini punya banyak penggemar.

Tape bukan hanya sekadar camilan tradisional, tetapi juga bagian dari kekayaan kuliner Indonesia. Dengan mengenal beragam jenis dan cita rasanya, pengetahuanmu tentang tape jadi lebih luas, kan? Dari jenis tape yang telah disebutkan di atas, yang mana favoritmu?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dewi Suci Rahayu
EditorDewi Suci Rahayu
Follow Us

Latest in Food

See More

Resep Nam Pla Wan, Bumbu Rujak ala Thailand yang Refreshing

06 Apr 2026, 14:15 WIBFood