Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
10 Makanan Khas Tahun Baru Islam di Indonesia
ilustrasi nasi tumpeng (unsplash.com/ Inna Safa)
  • Tahun Baru Islam di Indonesia dirayakan setiap 1 Muharam atau 1 Suro dengan tradisi menyajikan berbagai makanan khas dari beragam daerah.
  • Beberapa hidangan populer antara lain bubur suro, bubur merah putih, bella pitunrupa, bubur asyura, nasi tumpeng, ayam ingkung, dan nasi kenduri.
  • Tradisi kuliner seperti Grebeg Suro dan Ledhug Suro menampilkan gunungan hasil bumi serta kue bolu rahayu dan apem yang diperebutkan warga sebagai simbol kebersamaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tahun Baru Islam diperingati setiap 1 Muharam atau 1 Suro. Ada berbagai cara atau tradisi yang dilakukan masyarakat untuk menyambut kedatangannya, salah satunya dengan menyajikan beragam makanan yang dinikmati bersama-sama.

Di bawah ini terdapat sepuluh makanan khas Tahun Baru Islam dari berbagai wilayah Indonesia. Simak baik-baik, barangkali salah satunya juga ada di tempat tinggalmu!

1. Bubur suro menjadi makanan yang wajib disajikan saat perayaan 1 Suro di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Selatan

2. Selain untuk merayakan kelahiran anggota keluarga di kalangan masyarakat Jawa, bubur merah putih juga disajikan saat Tahun Baru Islam

Bubur merah putih atau jenang sengkolo (freepik.com/tyasindayanti)

3. Bella pitunrupa adalah bubur khas Bugis terbuat dari 7 hasil bumi, yakni beras, beras ketan putih, jagung, pisang, nangka, kacang hijau, dan labu

4. Umat muslim di Kalimantan Selatan menyajikan bubur asyura pada Hari Asyura atau hari ke-10 Muharam. Terbuat dari 41 bahan, lho

5. Nasi tumpeng selalu identik dengan perayaan dan ungkapan syukur, termasuk saat Tahun Baru Islam. Makanan ini disajikan di berbagai wilayah

ilustrasi nasi tumpeng mini (vecteezy.com/Muhammad Yasier)

6. Ayam ingkung berupa ayam utuh yang dimasak, seringkali sebagai pelengkap tumpeng. Ayam ini melambangkan keutuhan masyarakat

ilustrasi ayam ingkung (pexels.com/Maksim Goncharenok)

7. Nasi kenduri biasanya dibagikan kepada masyarakat setelah doa bersama menyambut 1 Muharram. Terdiri dari nasi, lauk, dan sayuran

8. Dalam acara Grebeg Suro di Ponorogo, terdapat gunungan hasil bumi yang terdiri dari sayuran dan buah-buahan yang akan diarak keliling kampung

9. Kue bolu rahayu juga kerap dijadikan gunungan, lalu diperebutkan warga saat acara Ledhug Suro di wilayah Magetan, Jawa Timur

10. Apem wajib ada saat perayaan 1 Muharram. Terbuat dari tepung beras dan santan, apem biasanya dilempar di tikar, lalu diperebutkan warga

ilustrasi tradisi nyuwun apem (desasemanu.gunungkidulkab.go.id/ TRADISI NYUWUN APEM MENJELANG LEBARAN)

Itu dia 10 makanan khas Tahun Baru Islam dari berbagai wilayah Indonesia. Terlihat enak dan lezat banget, kan?

Apalagi saat dinikmati bersama-sama dengan berbagai lapisan masyarakat. Sudah siap menyambut kedatangan Tahun Baru Islam?

FAQ Seputar Makanan Khas Tahun Baru Islam di Indonesia

Apa makna filosofis dari gunungan hasil bumi dalam tradisi Grebeg Suro?

Gunungan hasil bumi melambangkan rasa syukur masyarakat atas melimpahnya rezeki dan hasil pertanian yang diberikan oleh Sang Pencipta sepanjang tahun yang lalu.

Mengapa bubur suro di Jawa Timur dan Jawa Tengah umumnya disajikan dengan kuah santan dan siraman kuah kari?

Kuah santan dan kari gurih melambangkan kemakmuran dan berkah yang diharapkan mengalir melimpah bagi keluarga yang menyantapnya di tahun yang baru.

Apa perbedaan mendasar antara bubur asyura khas Kalimantan dengan bubur suro khas Jawa?

Bubur asyura menggunakan bahan yang sangat beragam (tradisinya berjumlah 41 jenis bahan) dan kaya rempah, sedangkan bubur suro lebih menonjolkan rasa gurih santan dengan lauk pelengkap seperti perkedel dan sambal goreng.

Kapan waktu terbaik atau tradisi yang paling tepat untuk menyantap makanan khas Tahun Baru Islam ini?

Makanan khas ini umumnya disantap bersama-sama setelah melakukan doa akhir tahun dan awal tahun bersama di masjid, atau saat berkumpul dengan keluarga besar pada malam 1 Muharram.

Editorial Team

Related Article