Wijen putih dan hitam sering dianggap sama, padahal keduanya punya karakter berbeda. Banyak orang hanya tahu wijen sebagai taburan topping roti atau kue. Padahal, biji mungil ini menyimpan segudang manfaat yang sayang dilewatkan.
Wijen putih lebih umum ditemui, sementara wijen hitam masih dianggap eksotis di Indonesia. Kandungan nutrisi keduanya juga tidak identik, lho! Makanya, jangan sampai kamu salah pilih kebutuhan.
Wijen Putih dan Hitam, Sudah Tahu Bedanya biar Gak Salah Pilih?

1. Warna putih menandakan wijen sudah kehilangan kulit arinya
Mengutip Metropolis Healtcare, wijen putih berasal dari biji wijen yang telah dikupas kulit arinya. Proses pengupasan ini membuat warnanya menjadi putih bersih dan teksturnya lebih halus. Produsen sering menghilangkan kulit ari agar wijen putih terlihat menarik secara visual.
Kulit ari yang hilang ternyata membawa sebagian besar serat dan mineral. Akibatnya, wijen putih memiliki kandungan kalsium dan zat besi lebih rendah. Namun, rasanya menjadi lebih mild dan tidak pahit dibanding wijen hitam.
2. Warna hitam menandakan wijen masih utuh dengan kulit arinya
Wijen hitam tidak mengalami proses pengupasan seperti saudaranya yang putih. Kulit arinya yang hitam pekat justru menjadi ciri khas utama biji ini. Petani hanya mengeringkan wijen hitam tanpa perlakuan mekanis berlebih.
Masih menurut Metropolis Healtcare, kulit ari tersebut mengandung senyawa antioksidan antosianin yang sangat tinggi. Kandungan kalsium wijen hitam juga tiga kali lipat lebih banyak dari wijen putih. Nutrisi inilah yang membuat wijen hitam dijuluki superfood untuk tulang.
3. Para ahli menyarankan wijen hitam untuk kesehatan tulang
Penelitian menunjukkan wijen hitam memiliki kadar kalsium mencapai 1.400 mg per 100 gram. Jumlah ini jauh mengungguli wijen putih yang hanya sekitar 60 mg. Dokter sering merekomendasikan wijen hitam untuk pasien osteoporosis.
Selain kalsium, menurut Aarvi Global Trade, wijen hitam juga kaya akan magnesium dan fosfor. Ketiga mineral ini bekerja sinergis memperkuat kepadatan massa tulang. Konsumsi rutin wijen hitam dapat mencegah pengeroposan tulang sejak dini.
4. Para koki memilih wijen putih untuk tampilan estetik makanan
Wijen putih menjadi primadona di restoran fine dining karena warnanya yang netral. Taburan wijen putih membuat hidangan terlihat bersih dan elegan. Kue kering dan roti gandum sering menggunakan wijen putih sebagai hiasan akhir.
Rasa wijen putih yang lembut tidak mengganggu cita rasa utama masakan. Para koki pastry menggunakannya karena tidak meninggalkan aftertaste pahit. Untuk urusan visual, wijen putih memang juara tak terbantahkan.
Pilih wijen putih buat taburan biar makin cantik, atau wijen hitam kalau mau manfaat kesehatan maksimal. Keduanya punya keunggulan masing-masing, tinggal sesuaikan kebutuhan. Mulai sekarang, jangan asal pilih lagi, ya!
Curated For You
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- Resep Susu Wijen Hitam yang Creamy, Nutty, dan Aromatik07 Aug 2026, 09:23 WIB
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB
- Resep Homemade Bakso Daging Sapi, Lebih Gurih dan Meaty!05 May 2026, 15:25 WIB
- Resep Ayam Goreng Kampung Ungkep Khas Bumbu Jawa, Nikmat!29 Oct 2025, 14:26 WIB
- Resep Saos Wijen Sangrai Jepang untuk Dressing Salad yang Gurih20 Jul 2026, 13:15 WIB