Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa Perbedaan Roasting dan Grilling? Ini Penjelasannya!

4 min read
Apa Perbedaan Roasting dan Grilling? Ini Penjelasannya!
ilustrasi masak grilling ayam (pexels.com/Canary Vista ES)
  • Roasting memakai panas kering yang menyebar di dalam oven, sehingga makanan matang bertahap dan relatif merata; metode ini cocok untuk bahan berukuran besar.

  • Grilling memanfaatkan panas langsung dari bara, api, atau elemen pemanas, sehingga prosesnya cenderung lebih cepat dan menghasilkan bekas panggangan kecokelatan.

  • Roasting dapat memberi bagian luar renyah dan dalam lembut, sedangkan grilling menghadirkan aroma panggangan; pemilihan teknik perlu disesuaikan dengan bahan, suhu, dan durasi memasak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memasak makanan dengan teknik roasting dan grilling sering dianggap sama karena keduanya menggunakan panas untuk mematangkan bahan makanan. Padahal, ada beberapa perbedaan yang perlu kamu ketahui, mulai dari sumber panas, waktu memasak, hingga jenis makanan yang cocok diolah. Memahami kedua teknik ini bisa membantu kamu menentukan cara memasak yang tepat agar hasilnya sesuai selera.

Secara sederhana, roasting merupakan teknik memasak menggunakan panas kering yang umumnya dilakukan di dalam oven, sedangkan grilling memanfaatkan panas langsung dari api atau elemen pemanas. Keduanya bisa menghasilkan makanan yang lezat dengan tekstur dan cita rasa berbeda. Lantas, apa perbedaan roasting dan grilling yang paling mudah dikenali?

  1. 1. Sumber panas yang digunakan

    ilustrasi masak grilling daging
    ilustrasi masak grilling daging (pexels.com/freestocks.org)

    Perbedaan roasting dan grilling yang pertama terletak pada sumber panas dan cara panas tersebut mematangkan makanan. Dalam teknik roasting, makanan biasanya dimasak menggunakan udara panas di dalam oven. Panas menyebar ke seluruh ruang oven sehingga makanan dapat matang secara bertahap dan relatif merata.

    Teknik ini cocok untuk memasak bahan makanan berukuran besar, seperti ayam utuh, daging sapi, dan berbagai jenis sayuran. Selama proses memasak, panas akan mematangkan bagian luar sekaligus membantu bagian dalam mencapai tingkat kematangan yang diinginkan.

    Sementara itu, grilling menggunakan panas langsung yang berasal dari bara arang, api, atau elemen pemanas. Makanan diletakkan di atas panggangan sehingga permukaannya menerima panas secara langsung. Teknik ini biasanya menghasilkan bekas panggangan berwarna kecokelatan yang khas.

  2. 2. Waktu memasak dan suhu panas

    ilustrasi ayam panggang
    ilustrasi ayam panggang (pexels.com/SMAT MARKETING)

    Perbedaan selanjutnya bisa dilihat dari durasi yang diperlukan untuk mematangkan makanan. Roasting umumnya membutuhkan waktu lebih lama karena panas perlu mematangkan makanan secara bertahap, terutama jika bahan yang digunakan berukuran besar atau memiliki ketebalan tertentu.

    Sebagai contoh, memanggang ayam utuh di dalam oven bisa membutuhkan waktu sekitar satu jam atau lebih, bergantung pada ukuran ayam dan suhu oven. Sayuran berukuran kecil mungkin hanya memerlukan waktu sekitar 20–40 menit. Karena itu, kamu perlu menyesuaikan waktu memasak dengan jenis dan ukuran bahan makanan.

    Di sisi lain, grilling cenderung lebih cepat karena makanan menerima panas langsung dari sumber panas. Potongan daging tipis, ikan, atau sayuran tertentu bisa matang dalam hitungan menit. Namun, durasinya tetap bergantung pada ketebalan bahan, intensitas panas, dan tingkat kematangan yang diinginkan.

  3. 3. Tekstur dan cita rasa makanan

    ilustrasi memasak ayam panggang
    ilustrasi memasak ayam panggang (unsplash.com/Sven Lippmann)

    Teknik memasak yang berbeda juga memengaruhi tekstur dan cita rasa makanan. Roasting dapat menghasilkan permukaan makanan yang kecokelatan dengan bagian dalam yang tetap lembut dan berair jika dimasak dengan suhu serta durasi yang tepat. Teknik ini juga membantu mengeluarkan rasa alami bahan makanan, terutama pada daging dan sayuran.

    Misalnya, kentang yang dimasak dengan teknik roasting bisa memiliki bagian luar yang renyah dan bagian dalam yang empuk. Ayam panggang oven juga dapat menghasilkan kulit yang garing tanpa harus terus-menerus bersentuhan dengan api.

    Sebaliknya, grilling memberikan aroma panggangan yang khas, terutama ketika menggunakan bara arang. Permukaan makanan bisa membentuk lapisan kecokelatan akibat reaksi pencokelatan selama proses pemanasan. Jika menggunakan arang, aroma asap juga dapat menambah karakter rasa pada makanan. Meski begitu, hasil akhirnya tetap dipengaruhi oleh bumbu, suhu, durasi memasak, dan cara mengolah bahan makanan.

  4. 4. Jenis bahan makanan yang cocok

    ilustrasi sosis
    ilustrasi sosis (unsplash.com/Rachel Clark)

    Perbedaan roasting dan grilling juga bisa dilihat dari jenis bahan makanan yang biasa diolah. Teknik roasting ideal untuk mengolah bahan makanan berukuran besar yang perlu matang hingga ke bagian dalam, misalnya ayam utuh, daging, kentang, wortel, dan labu.

    Teknik ini juga praktis untuk memasak beberapa bahan sekaligus di dalam oven. Kamu bisa menambahkan bumbu, minyak, atau rempah-rempah agar rasa makanan lebih kaya. Selain itu, proses memasak yang relatif stabil membuat roasting cocok untuk hidangan keluarga dalam porsi besar.

    Sementara itu, grilling lebih sering digunakan untuk bahan makanan yang relatif cepat matang, seperti potongan daging, ikan, udang, sosis, jagung, dan paprika. Teknik ini cocok untuk membuat sate, ikan bakar, atau steak dengan permukaan kecokelatan.

    Namun, bukan berarti bahan makanan tersebut hanya bisa diolah dengan satu teknik. Ayam, ikan, dan sayuran sama-sama bisa dimasak menggunakan roasting maupun grilling, selama metode dan waktu memasaknya disesuaikan.

    Jadi, apa perbedaan roasting dan grilling? Perbedaan utamanya terletak pada sumber panas, waktu memasak, hasil tekstur dan cita rasa, serta jenis bahan makanan yang cocok diolah. Roasting menggunakan panas kering yang umumnya berasal dari oven dan cocok untuk pematangan bertahap, sedangkan grilling menggunakan panas langsung untuk menghasilkan makanan dengan permukaan kecokelatan dan aroma panggangan yang khas.

    Dengan memahami kedua teknik tersebut, kamu bisa memilih metode memasak yang sesuai dengan bahan makanan dan hasil yang diinginkan. Pastikan juga suhu serta durasi memasak diperhatikan agar makanan matang dengan baik dan tetap lezat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More