ilustrasi sosis (unsplash.com/Rachel Clark)
Perbedaan roasting dan grilling juga bisa dilihat dari jenis bahan makanan yang biasa diolah. Teknik roasting ideal untuk mengolah bahan makanan berukuran besar yang perlu matang hingga ke bagian dalam, misalnya ayam utuh, daging, kentang, wortel, dan labu.
Teknik ini juga praktis untuk memasak beberapa bahan sekaligus di dalam oven. Kamu bisa menambahkan bumbu, minyak, atau rempah-rempah agar rasa makanan lebih kaya. Selain itu, proses memasak yang relatif stabil membuat roasting cocok untuk hidangan keluarga dalam porsi besar.
Sementara itu, grilling lebih sering digunakan untuk bahan makanan yang relatif cepat matang, seperti potongan daging, ikan, udang, sosis, jagung, dan paprika. Teknik ini cocok untuk membuat sate, ikan bakar, atau steak dengan permukaan kecokelatan.
Namun, bukan berarti bahan makanan tersebut hanya bisa diolah dengan satu teknik. Ayam, ikan, dan sayuran sama-sama bisa dimasak menggunakan roasting maupun grilling, selama metode dan waktu memasaknya disesuaikan.
Jadi, apa perbedaan roasting dan grilling? Perbedaan utamanya terletak pada sumber panas, waktu memasak, hasil tekstur dan cita rasa, serta jenis bahan makanan yang cocok diolah. Roasting menggunakan panas kering yang umumnya berasal dari oven dan cocok untuk pematangan bertahap, sedangkan grilling menggunakan panas langsung untuk menghasilkan makanan dengan permukaan kecokelatan dan aroma panggangan yang khas.
Dengan memahami kedua teknik tersebut, kamu bisa memilih metode memasak yang sesuai dengan bahan makanan dan hasil yang diinginkan. Pastikan juga suhu serta durasi memasak diperhatikan agar makanan matang dengan baik dan tetap lezat.