Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Resep Biji Salak Ubi Ungu, Menu Takjil Istimewa yang Bikin Ketagihan!
Biji salak ubi ungu (instagram.com/hen.christy)

Bulan Ramadan rasanya kurang lengkap tanpa kehadiran takjil yang manis dan hangat. Salah satu menu andalan yang selalu menjadi primadona ketika bulan Ramadan tiba adalah biji salak. Namun, kali ini kita akan membuat hidangan biji salak yang berbeda, karena kita akan menggunakan ubi ungu sebagai bahan utamanya.

Selain warnanya yang cantik dan menggugah selera, ubi ungu juga memiliki tekstur yang sangat lembut dan rasa manis yang khas. Daripada semakin penasaran, langsung saja simak resep lengkapnya di bawah ini.

Bahan-bahan Biji Salak Ubi Ungu

Ubi ungu segar (pexels.com/Marcelo Verfe)

Bahan bola ubi ungu:

  1. 250-300 gram ubi ungu

  2. 100 gram tepung tapioka

  3. 2 sdm gula pasir

  4. Garam secukupnya

  5. Air secukupnya

Bahan kuah gula:

  1. 500 ml air

  2. 100-150 gram gula pasir

  3. 2 lembar daun pandan, simpulkan

  4. Larutan maizena (campuran 1 sdm maizena dengan sedikit air) untuk pengental

Bahan saus santan:

  1. 200 ml santan kental

  2. 100 ml air

  3. 1/2 sdt garam

  4. 1 lembar daun pandan

  5. Larutan tepung beras (campuran 1 sdt tepung beras dengan sedikit air)

Cara Membuat Biji Salak Ubi Ungu

Ilustrasi memasak dengan panci (pexels.com/cottonbro studio)

  1. Pertama-tama, kukus ubi ungu hingga matang dan empuk. Setelah matang dan masih hangat, kupas kulitnya lalu hancurkan ubi ungu menggunakan garpu atau alat penumbuk hingga benar-benar halus dan tidak ada gumpalan yang tersisa.

  2. Masukkan tepung tapioka, gula pasir, dan garam ke dalam ubi yang sudah haluskan tadi, lalu uleni dengan perlahan. Jika adonan terasa terlalu kering dan sulit dibentuk, tambahkan sedikit air sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai adonan menjadi kalis. Ambil sedikit adonan, lalu bentuk menjadi bulatan-bulatan kecil seukuran kelereng atau bisa disesuaikan dengan selera. Lakukan hingga semua adonan habis.

  3. Didihkan air di dalam panci, lalu masukkan daun pandan, gula pasir, dan bola-bola ubi ke dalam air mendidih. Masak hingga bola-bola ubi mengapung ke permukaan, yang menandakan kalau sudah matang. Setelah mengapung, masukkan larutan maizena, lalu aduk-aduk dengan perlahan hingga kuahnya meletup-letup dan teksturnya menjadi kental serta terlihat glowing. Kemudian, matikan api.

  4. Lanjut membuat saus santannya. Campurkan santan, air, garam, dan daun pandan di dalam panci kecil, kemudian masak dengan menggunakan api kecil sambil terus diaduk-aduk dengan perlahan agar santan tidak pecah.

  5. Setelah mendidih, masukkan larutan tepung beras ke dalam saus santan, lalu aduk hingga rata dan matikan api. Penggunaan tepung beras ini bertujuan agar saus santan menjadi lebih kental, creamy, dan tidak mudah mencair saat dituang ke biji salak.

  6. Untuk menyajikannya, ambil mangkuk kecil atau gelas cantik. Masukkan beberapa sendok biji salak beserta kuah gulanya, kemudian siram dengan saus santan putih di atasnya. Dan biji salak ubi ungu yang lembut dan creamy ini pun sudah siap untuk disajikan.

Tips-tips Membuat Biji Salak Ubi Ungu

Ilustrasi mengukus (instagram.com/friel_sit)

  1. Usahakan untuk jangan mematangkan ubi ungu dengan cara direbus. Karena ubi ungu yang direbus akan menyerap terlalu banyak air, sehingga akan membutuhkan lebih banyak tepung tapioka agar bisa dibentuk. Semakin banyak tepung tapioka, maka tekstur dari biji salak akan semakin keras saat suhunya mulai dingin.

  2. Setelah dihaluskan, kamu bisa menyaring ubi ungu halus dengan cara ditekan-tekan di atas saringan kawat untuk mendapatkan tekstur yang lebih smooth tanpa adanya serat-serat kasar yang masih tersisa.

  3. Biji salak ubi ungu ini paling nikmat disantap selagi hangat untuk berbuka puasa. Namun, jika kamu lebih suka yang segar, maka kamu bisa menambahkan es batu atau menyimpannya sebentar di dalam kulkas untuk mendapatkan sensasi dingin yang menyengarkan.

Nah, itulah resep biji salak ubi ungu yang lembut, creamy, dan harum. Takjil ini tidak hanya mampu memanjakan lidah, tapi warna ungunya yang cantik juga akan membuat momen berbuka puasa bersama keluarga menjadi terasa lebih spesial. Tunggu apalagi, jangan sampai lupa untuk mencoba resepnya di rumah, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team