Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Resep Empal Gentong Jeroan untuk Menu Makan Siang

2 min read
Resep Empal Gentong Jeroan untuk Menu Makan Siang
Potret empal gentong (pexels.com/Kevin Yung)
  • Empal gentong, kuliner khas Cirebon sejak abad ke-15, memakai kuah santan kuning dan secara tradisional dimasak dalam gentong tanah liat.

  • Isian empal gentong dapat menggunakan jeroan sapi seperti babat, hati, dan paru, sebagai pilihan selain empal atau daging sapi.

  • Gunakan jeroan segar, pisahkan bumbu cemplung sebelum disajikan, lalu tambahkan air secukupnya jika kuah menyusut dan masak kembali hingga mendidih.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Seperti halnya semua daerah di Indonesia, Cirebon memiliki beragam makanan khas yang kerap jadi buruan banyak orang. Salah satunya empal gentong. Sajian yang sudah ada sejak abad ke-15 ini terbuat dari empal atau daging sapi dengan kuah santan berwarna kuning, lalu dimasak menggunakan gentong dari tanah liat.

Ternyata, isian empal gentong tidak melulu empal, lho. Bagi pencinta jeroan sapi, kamu bisa menggunakan bahan-bahan lain, seperti babat, hati, paru, dan sebagainya. Cara membuatnya pun cenderung mudah. Berikut resep empal gentong jeroan sebagai menu makan siang yang menggugah selera dan menggoyang lidah.

Resep Empal Gentong Jeroan
Indonesia Cuisine,
4/5
Prep Time

15 Minutes

Cook Time

90 Minutes

Portion

5-8 Portion

Bahan Empal Gentong Jeroan

  • 250 gram paru sapi
  • 250 gram babat sapi
  • 250 gram hati sapi
  • 300 gram tulang sapi (untuk kaldu)
  • 2 bungkus (total 130 ml) santan instan
  • 1 ikat kecil daun daun kucai, iris keci
  • 2 sendok teh gula merah
  • air secukupnya
  • garam secukupnya
  • kaldu bubuk secukupnya
  • minyak goreng secukupnya
  • Bahan bumbu halus:
  • 10 butir bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 1 sendok makan ketumbar
  • 1 sendok teh merica butiran
  • 2 sendok teh kunyit bubuk
  • 1/2 buah pala
  • 5 butir kemiri sangrai
  • Bahan bumbu cemplung:
  • 3 cm jahe, geprek
  • 3 cm lengkuas, geprek
  • 5 cm kayu manis
  • 1 batang serai, digeprek
  • 4 biji kapulaga
  • 5 biji cengkih
  • 5 lembar daun salam
  • 3 lembar daun jeruk
  • Bahan pelengkap:
  • bawang merah goreng secukupnya
  • jeruk nipis secukupnya
  • sambal secukupnya
  • seledri segar secukupnya, cincang halus

Cara Membuat

1. Bersihkan jeroan dan tulang sapi.

Bersihkan paru, babat, hati, dan tulang sapi dengan air mengalir sampai bersih. Tiriskan.

2. Masukkan jeroan dan tulang sapi ke dalam panci.

Siapkan tiga buah panci (boleh bergantian jika hanya punya satu). Masukkan paru dan hati sapi dalam satu panci, babat di panci lain, dan tulang sapi di panci satunya lagi. Isi masing-masing dengan air secukupnya.

3. Rebus paru dan hati sapi.

Rebus paru dan hati sapi dengan api sedang cenderung kecil sampai teksturnya matang dan empuk. Angkat dan biarkan dingin.

4. Rebus tulang sapi.

Rebus tulang sapi sampai mendidih, kemudian buang airnya. Rebus kembali dengan air baru sekitar 1,5-2 liter sampai mendidih. Matikan api dan biarkan tulangnya tetap berada di dalam panci.

5. Rebus babat sapi.

Rebus babat dengan metode 5-30-7, yakni direbus selama 5 menit, lalu matikan api dan diamkan selama 30 menit di dalam keadaan panci tertutup rapat. Rebus kembali daging dan tulang selama 7 menit. Jika sudah, angkat dan biarkan dingin.

6. Potong jeroan.

Jika semua jeroan sudah dingin, potong dadu kecil atau sesuai selera. Sisihkan.

7. Tumis bumbu halus.

Panaskan minyak goreng. Tumis bumbu halus sampai harum dan matang. Masukkan semua bumbu cemplung dan aduk merata sampai daun-daunnya layu.

8. Masak jeroan bersama bumbu.

Masukkan jeroan yang telah dipotong ke dalam bumbu. Aduk sampai bumbu merata.

9. Tambahkan kuah.

Tuang air rebusan tulang beserta tulangnya. Aduk merata dan masak hingga mendidih. Tambahkan santan instan, daun kucai, gula merah, garam, dan kaldu bubuk. Aduk merata dan masak sebentar, kemudian koreksi rasanya.

10. Pindahkan ke mangkuk saji.

Matikan api dan biarkan sejenak hingga uap panasnya hilang. Selanjutnya, pindahkan empal gentong ke mangkuk saji.

11. Penyajian.

Empal gentong tanpa santan siap disajikan bersama bahan pelengkap.

  1. Tips Membuat

    1. Sebelum diolah, pastikan semua jeroan yang digunakan untuk empal gentong ini dalam keadaan bagus dan segar. Hindari membeli jeroan yang sudah berbau busuk, berlendir, dan warnanya pudar.
    2. Sebelum disajikan, pastikan kamu sudah memisahkan bumbu cemplung, agar tidak termakan. Kamu bisa mengambilnya secara manual atau disaring dengan saringan kuah yang rongganya agak lebar. Saat bumbu cemplung terangkat, kucainya tetap bisa tinggal di dalam kuah.
    3. Ketika jeroan direbus dengan bumbu, biasanya air agak menyusut. Jika demikian, kamu bisa menambahkan air secukupnya dan pastikan dimasak hingga mendidih.

    Demikian resep empal gentong jeroan sebagai ide menu makan siang di rumah. Kamu bisa langsung recook resep di atas, nih! Selamat memasak, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More