Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Resep Kimchi Jjigae, Sup Khas Korea yang Pedas dan Gurih
ilustrasi kimchi jjigae (magnific.com/jcomp)

Kamu pasti tidak asing dengan yang namanya kimci. Terbuat dari sawi, kimci merupakan makanan fermentasi asal Korea Selatan. Bisa dibilang, kimci merupakan makanan yang wajib ada di meja. Gak hanya disajikan sebagai side dish, kimci juga biasanya diolah menjadi berbagai hidangan. Salah satu yang paling populer adalah kimchi jjigae.

Dalam bahasa Korea, jjigae (찌개) berarti semur. Jika disatukan, kimchi jjigae pada dasarnya adalah semur kimci. Namun, berbeda dengan semur Indonesia yang berwarna kecoklatan, kimchi jjigae memiliki kuah berwarna merah dengan cita rasa pedas. Buat kamu yang penasaran, resep kimchi jjigae ini bisa dibuat sendiri di rumah.

Bahan Kimchi Jjigae

ilustrasi kimci dalam piring kecil (unsplash.com/Portuguese Gravity)

Bahan utama:

  1. 125 gram kimci

  2. 50 gram beef slice

  3. 150 gram silken tofu

  4. 30 gram jamur enoki

  5. 30 gram bawang bombai

  6. 15 gram cabai merah

  7. 15 gram daun bawang

  8. 1 siung bawang putih

  9. 1 butir telur

Bahan bumbu:

  1. 1 sendok makan gochugaru

  2. 1 sendok makan gocujang

  3. 1 sendok makan kecap asin

  4. 1 sendok makan minyak wijen

  5. 1 sendok teh kaldu jamur

  6. 1/4 sendok teh garam

  7. sejumput gula pasir

  8. 350 ml air

Cara Membuat

ilustrasi kimchi jjigae yang sudah matang (unsplash.com/rawkkim)
  1. Potong-potong kasar beef slice, daun bawang, bawang bombai, dan cabai merah besar. Jangan lupa, cincang kasar juga bawang putihnya.

  2. Letakkan ttukbaegi (mangkuk keramik hitam) tahan panas di atas kompor, lalu panaskan dengan api sedang. Jika gak ada ttukbaegi, kamu bisa menggunakan panci. 

  3. Tuang sedikit minyak sayur, lalu masukkan kimci yang sudah dipotong-potong. Tambahkan irisan beef slice ke dalam ttukbaegi, lalu aduk sebentar. Masukkan irisan cabai merah, bawang putih, dan bawang bombai. 

  4. Aduk semua bahan hingga tercampur rata, lalu tambahkan gocujang dan gochugaru sebanyak 1 sendok makan. Aduk hingga semua bahan dan bumbunya tercampur. Tuangkan air sebanyak 350 ml ke dalam ttukbaegi. 

  5. Aduk sebentar, lalu diamkan selama 2-3 menit atau hingga mendidih. Setelah kuahnya mendidih, baru tambahkan bumbu lain, seperti garam, kaldu jamur, minyak wijen, kecap asin, dan gula pasir.

  6. Aduk-aduk sampai bumbunya larut, lalu tambahkan silken tofu yang sudah dipotong-potong.

  7. Tambahkan juga jamur enoki ke dalam ttukbaegi, lalu aduk dan masak hingga jamurnya matang.

  8. Terakhir, masukkan satu butir telur di atasnya. Masak sampai telurnya setengah matang, lalu matikan api kompor.

  9. Sajikan kimchi jjigae selagi hangat dengan nasi putih.

Tips Menyimpan Kimchi agar Tahan Lama

ilustrasi kimci di wadah kaca (magnific.com/jcomp)
  1. Kimci, sama seperti makanan fermentasi lainnya, memiliki umur yang cukup panjang. Dengan catatan, kamu menyimpannya dengan cara yang benar. Langkah pertama, pastikan kamu menyimpan kimchi di wadah kedap udara yang tertutup rapat. Pastikan wadah yang kamu gunakan terbuat dari kaca, bukannya logam.  Bahan logam dapat bereaksi dengan asam, membuat rasa kimchi berubah.

  2. Di negara asalnya, orang Korea memiliki kulkas khusus yang mereka gunakan untuk menyimpan kimci. Kulkas ini disetel pada suhu lebih dingin, yakni sekitar 1–2 derajat Celsius. Suhu dingin memperlambat proses fermentasi dan membantu mempertahankan rasanya dalam jangka waktu lama. Jika disimpan dengan tepat, kimci bahkan bisa bertahan selama 6 bulan.

  3. Untuk menghindari risiko kontaminasi, pastikan kamu menggunakan sendok atau peralatan makan yang bersih dan steril saat mengambil kimci dari wadahnya. Hindari mengambil kimci dengan tangan kosong, karena hal itu hanya akan memicu pertumbuhan bakteri. Jika ingin menggunakan tangan, kamu bisa menggunakan sarung tangan karet baru yang bersih.

  4. Meski kimci sendiri bisa bertahan lama, ada baiknya untuk selalu memeriksa kimci secara teratur. Tujuannya untuk memastikan bahwa kimci gak mengalami tanda-tanda pembusukan. Biasanya ditandai dengan adanya bau gak biasa, jamur, dan permukaan kimci yang berlendir. Jika kimci buatan kamu mengalami tanda-tanda tersebut, segera buang dan jangan dikonsumsi lagi.

Banyak orang Indonesia, mungkin gak terbiasa dengan rasa kimci. Namun, jika diolah jadi kimchi jjigae, rasanya akan jauh lebih nikmat. Kuahnya yang panas dan pedas cocok banget dikonsumsi saat musim hujan atau cuaca dingin. Gimana, tertarik bikin sendiri di rumah, kan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article