Perbedaan Kimchi Jjigae dan Sundubu Jjigae yang Kerap Dianggap Sama

- Kimchi jjigae mengandalkan kimci tua sebagai bahan utama, menghasilkan kuah merah dengan rasa asam, pedas, gurih, dan umami yang kuat.
- Sundubu jjigae menonjolkan tahu sangat lembut berkadar air tinggi, yang mudah hancur dan menyatu dengan kuah sehingga memberi tekstur halus.
- Kimchi jjigae biasanya berisi kimci, daging atau sayuran; sundubu jjigae dapat memakai seafood, daging, jamur, sayuran, dan telur. Keduanya disajikan panas bersama nasi putih.
Kalau kamu suka makanan Korea, mungkin sudah gak asing dengan jjigae, yaitu hidangan berkuah yang biasanya disajikan panas dalam mangkuk atau panci kecil. Dua jenis yang cukup populer adalah kimchi jjigae dan sundubu jjigae, yang sekilas terlihat mirip karena sama-sama memiliki kuah merah dan cita rasa pedas. Namun, apa perbedaan kimchi jjigae dan sundubu jjigae sebenarnya, ya?
Perbedaan paling utama terletak pada bahan yang menjadi ciri khas masing-masing hidangan. Kimchi jjigae menggunakan kimci yang sudah cukup tua dan memiliki rasa asam sebagai bahan dasar, sedangkan sundubu jjigae lebih mengandalkan tahu lembut atau silken tofu dalam jumlah banyak. Selain bahan utama, keduanya juga punya perbedaan pada tekstur, rasa, hingga isian yang biasa digunakan.
1. Bahan utama yang digunakan

ilustrasi sundubu jjigae (pexels.com/Cynthia Ortega Espinosa) Perbedaan yang paling mudah dikenali adalah bahan utamanya. Kimchi jjigae menggunakan kimci sebagai komponen utama, terutama kimci yang sudah matang atau tua sehingga rasa asamnya lebih kuat.
Kimci yang terlalu segar biasanya memiliki rasa yang masih ringan dan renyah. Sementara itu, kimci yang sudah difermentasi lebih lama menghasilkan rasa asam dan umami yang membuat kuah kimchi jjigae terasa lebih kompleks.
Berbeda dengan itu, sundubu jjigae menggunakan sundubu, yaitu tahu yang sangat lembut dengan kandungan air tinggi. Tahu ini teksturnya hampir seperti puding sehingga mudah hancur ketika dimasak. Karena jumlah tahunya cukup banyak, bahan tersebut menjadi salah satu karakter utama sundubu jjigae.
2. Tekstur dan sensasi saat dimakan

ilustrasi sundubu jjigae (pexels.com/세훈 예) Dari teksturnya, kedua hidangan ini juga terasa cukup berbeda. Kimchi jjigae biasanya memiliki tekstur yang lebih beragam karena potongan kimchi tetap terasa saat disantap.
Selain kimci, hidangan ini dapat berisi daging, tahu biasa, daun bawang, bawang bombai, atau bahan lain sesuai dengan resep. Hasilnya, setiap suapan bisa memberikan perpaduan tekstur dari sayuran, protein, dan kuah.
Sementara itu, sundubu jjigae memiliki tekstur yang jauh lebih lembut. Tahu sundubu mudah hancur dan menyatu dengan kuah, sehingga memberikan sensasi yang lembut di mulut. Inilah alasan hidangan tersebut cocok untuk kamu yang menyukai makanan bertekstur halus dan berkuah.
3. Rasa kuahnya punya karakter berbeda

ilustrasi kimchi jjigae (pexels.com/makafood) Walaupun sama-sama identik dengan kuah merah dan rasa pedas, karakter rasanya tidak sepenuhnya sama. Kimchi jjigae cenderung memiliki rasa asam, pedas, gurih, dan umami yang cukup kuat karena penggunaan kimchi tua.
Rasa asam dari hasil fermentasi menjadi salah satu daya tarik utamanya. Bahkan, semakin matang kimci yang digunakan, rasa khas pada kuahnya biasanya semakin terasa.
Di sisi lain, sundubu jjigae dapat terasa lebih gurih dan lembut. Tingkat kepedasannya juga bisa berbeda-beda tergantung pada penggunaan bubuk cabai Korea atau gochugaru serta bahan tambahan lainnya. Kuahnya dapat dibuat dengan seafood, daging, telur, atau bahan lain sehingga karakter rasanya cukup fleksibel.
4. Isian dan cara penyajiannya

ilustrasi kimchi jjigae (pexels.com/makafood) KImchi jjigae umumnya berisi kimci dalam jumlah cukup banyak dan dapat dipadukan dengan daging babi, daging sapi, tuna, tahu, atau sayuran. Hidangan ini biasanya dimasak hingga semua bahan dan kuahnya menyatu sehingga rasa kimhi lebih dominan.
Sementara itu, sundubu jjigae menjadikan tahu lembut sebagai bintang utama. Isian tambahannya bisa berupa seafood, daging, jamur, sayuran, hingga telur yang sering dimasukkan menjelang akhir proses memasak.
Keduanya juga sama-sama nikmat disantap selagi panas bersama nasi putih. Namun, pengalaman makannya berbeda: kimchi jjigae lebih menonjolkan rasa fermentasi kimci, sedangkan sundubu jjigae memberikan sensasi lembut dari tahu dengan kuah yang gurih dan pedas.
Singkatnya, perbedaan kimchi jjigae dan sundubu jjigae paling jelas terlihat dari bahan utamanya. Kimchi jjigae mengandalkan kimchi tua yang asam, sedangkan sundubu jjigae menggunakan tahu lembut dalam jumlah banyak.
Kalau kamu suka rasa asam dan gurih yang kuat, kimchi jjigae bisa jadi pilihan. Namun, kalau lebih suka yang bertekstur lembut dengan kuah pedas yang gurih, sundubu jjigae layak dicoba. Gimana, sudah menentukan pilihanmu?





















