Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Resep Mi Instan Ala Biru Laut di Laut Bercerita, Minat Coba?

5 min read
Resep Mi Instan Ala Biru Laut di Laut Bercerita, Minat Coba?
ilustrasi mi instan kuah (pexels.com/Theodore Nguyen)
Share Article

Menjelang film Laut Bercerita tayang di bioskop, berbagai detail dari novel karya Leila S. Chudori kembali mencuri perhatian, termasuk semangkuk mie instan buatan Biru Laut, sang tokoh utama. Meski hanya muncul sebagai bagian kecil dalam cerita, racikan mie ini ternyata cukup menarik perhatian hingga membuat pembacanya penasaran untuk ikut mencobanya. Kalau kamu salah satunya, gak ada salahnya menjajal resep mie instan ala Biru Laut ini langsung di rumah.

Dalam novel, bahan-bahan yang digunakan terbilang cukup sederhana dan cara membuatnya pun gak membutuhkan teknik masak yang ribet. Namun, dari bahan sehari-hari tersebut lahir semangkuk mie yang terasa spesial karena punya cerita di baliknya. Agar gak semakin penasaran, yuk siapkan panci dan ikuti resep mie ala novel Laut Bercerita berikut ini!

  1. Bahan Mie ala Novel Laut Bercerita

    ilustrasi bahan mi kuah
    ilustrasi bahan mi kuah (pexels.com/Katerina Holmes)
    1. 1–2 bungkus Indomie rasa ayam bawang
    2. 50–100 gr kulit ayam
    3. 1 butir telur ayam
    4. 2 siung bawang putih lalu cincang sampai halus
    5. 3–5 buah cabai rawit dan iris serong
    6. 300–350 ml air
    7. Minyak goreng secukupnya

  2. Cara Membuat Mie ala Novel Laut Bercerita

    ilustrasi memasak
    ilustrasi memasak (pexels.com/Rodnae Prod)
    1. Pertama, siapkan panci ukuran sedang lalu tuangkan sedikit minyak. Sebelum menyalakan api, langsung masukkan cincangan bawang putih dan irisan bawang bombay ke dalam minyak yang masih dingin. Nyalakan api kecil dan tumis perlahan hingga kedua bawang tersebut layu serta mengeluarkan aroma wangi yang khas. Setelah itu, masukkan potongan kulit dan tumis bersama bawang hingga lemak alaminya keluar dan warnanya berubah menjadi agak kecokelatan.
    2. Selanjutnya, tuangkan air secukupnya sekitar kurang lebih 300 ml agar kuahnya tetap pekat dan nyemek. Biarkan air rebusan tersebut mendidih perlahan di atas api sedang hingga sari-sari kaldu ayamnya menyatu sempurna dengan kuah. Di tahap ini, masukkan irisan cabai rawitnya.
    3. Begitu kuah kaldu sudah mendidih dan aromanya makin harum, masukkan mi instan bersama satu butir telur ayam. Biarkan telur sejenak hingga bagian putihnya mulai memadat, lalu aduk perlahan agar tekstur kuah menjadi lebih kental dan creamy. Pastikan kamu tidak merebus mi terlalu lama cukup angkat saat mi masih agak kenyal agar gak jadi lembek saat disantap.
    4. Terakhir, tuangkan semua bumbu bawaan mi instan ke dalam mangkuk saji. Ambil sedikit kuah panas dari panci terlebih dahulu untuk melarutkan bumbu hingga merata. Jika bumbu sudah larut, tuangkan seluruh mi, telur, potongan ayam, dan sisa kuah nyemek ke dalam mangkuk. Aduk sebentar, dan mi kuah ayam ala Biru Laut siap dinikmati selagi hangat!

  3. Tips Membuat Mi Rebus Instan Lebih Lezat

    ilustrasi mi instan kuah
    ilustrasi mi instan kuah (pexels.com/Kent Ng)

    Mi rebus instan sebenarnya bisa terasa jauh lebih istimewa hanya dengan beberapa trik sederhana. Mulai dari cara menumis bawang, mengatur jumlah air, sampai waktu memasukkan telur ternyata bisa memengaruhi aroma, kekayaan rasa, dan tekstur kuahnya. Kalau ingin semangkuk mi yang gurih, pekat, dan gak cepat lembek, coba ikuti beberapa tips berikut ini:

    • Tumis Bawang dari Minyak yang Masih Dingin

    Jangan buru-buru memanaskan minyak kalau ingin aroma bawang putih lebih keluar. Masukkan bawang putih cincang ke dalam minyak yang masih dingin, kemudian tumis dengan api kecil agar aromanya keluar perlahan tanpa mudah gosong. Cara sederhana ini bisa membuat rasa gurih dan wangi bawang lebih terasa sejak suapan pertama.

    • Keluarkan Lemak Alami dari Ayam

    Kalau menggunakan kulit atau paha ayam, jangan langsung memasukkannya ke dalam kuah. Tumis atau masak perlahan terlebih dahulu sampai lemak alaminya keluar dan mulai membentuk minyak gurih. Lemak inilah yang kemudian membantu membuat kuah mi terasa lebih kaya, gurih, dan legit.

    • Jangan Kebanyakan Air Kalau Suka Kuah Nyemek

    Untuk mendapatkan kuah yang lebih pekat, jumlah air perlu diperhatikan. Gunakan sekitar 250–300 ml air agar bumbu, kaldu, dan lemak dari bahan lainnya tidak terlalu encer. Hasilnya adalah kuah mi yang lebih gurih dan terasa menempel pada mi, cocok buat kamu yang suka sensasi nyemek.

    • Jangan Tunggu Mi Sampai Terlalu Lembek

    Mi rebus sebaiknya diangkat ketika teksturnya sudah cukup matang, tetapi masih sedikit kenyal. Setelah masuk ke mangkuk, mi akan tetap menyerap kuah panas sehingga proses pematangannya masih berlanjut. Dengan begitu, teksturnya tetap enak dan tidak berubah menjadi terlalu lembek saat disantap.

    • Larutkan Bumbu dengan Sedikit Kuah Panas

    Ada trik kecil supaya bumbu mi gak menggumpal atau hanya menempel di sebagian mi. Tuangkan bumbu ke mangkuk saji, lalu tambahkan sedikit kuah panas dan aduk sampai benar-benar larut sebelum memasukkan mi serta bahan lainnya. Hasilnya, rasa bumbu akan lebih merata di setiap suapan.

    • Tambahkan Telur di Akhir untuk Kuah yang Lebih Creamy

    Telur bukan cuma pelengkap, tapi bisa membuat tekstur kuah terasa lebih lembut dan gurih. Masukkan telur ketika mi dan kuah sudah hampir matang, lalu diamkan sebentar sebelum mengaduknya perlahan. Teknik ini membuat telur menyatu dengan kuah dan menghasilkan sensasi creamy tanpa perlu tambahan susu atau krim.

    Resep mi instan ala Biru Laut barusan membuktikan bahwa semangkuk mi sederhana pun ternyata bisa tercipta lewat cerita yang dalam. Diikuti dengan sedikit trik pada proses memasaknya, mi kuah instan bisa berubah menjadi hidangan yang lebih gurih, pekat, dan menggugah selera. Jadi, sudah siap membawa semangkuk mi dari halaman Laut Bercerita ke dapurmu sendiri?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More