Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Resep Roti Bantal Wijsman, Teksturnya Lembut Memanjakan Lidah
Potret roti bantal (pexels.com/hiven zhu)
  • Roti bantal dikenal bertekstur lembut, empuk, dan ringan, dengan aroma mentega Wijsman yang memberi rasa lebih kaya untuk teman minum teh atau kopi.

  • Kunci adonan empuk adalah menguleni hingga elastis dan membiarkan fermentasi sampai mengembang sekitar dua kali lipat, dengan patokan ukuran adonan.

  • Hindari terlalu banyak tepung tambahan agar roti tidak padat; oleskan Wijsman saat roti masih hangat supaya mentega meresap, harum, dan gurih.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Roti bantal punya ciri khas dari teksturnya yang lembut, empuk, dan ringan saat disantap. Gak heran kalau roti ini begitu nikmat disantap sebagai teman minum teh dan kopi. Aroma mentega yang harum juga membuat rasanya semakin menggugah selera, terutama jika menggunakan mentega berkualitas seperti Wijsman.

Membuat roti bantal sendiri di rumah sebenarnya tidak terlalu sulit, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, agar adonannya mengembang dengan baik dan menghasilkan tekstur yang empuk. Penggunaan Wijsman juga membantu memberikan aroma dan rasa mentega yang lebih kaya pada roti.

Kalau kamu ingin mencoba membuatnya sendiri, berikut resep roti bantal Wijsman yang bisa kamu ikuti. Cocok juga untuk sajian acara spesial, lho!

Resep Roti Bantal Wijsman
Indonesia Cuisine,
5/5★
Prep Time120 Minutes
Cook Time20 Minutes
Portion10–12 Portion

Bahan Roti Bantal Wijsman

  • 300 gram tepung terigu protein tinggi
  • 40 gram gula pasir
  • 5 gram ragi instan
  • 20 gram susu bubuk
  • 1 butir telur
  • 150 ml susu cair
  • 40 gram Wijsman butter
  • 4 gram garam
  • 1 sdm susu cair, untuk olesan
  • Wijsman butter secukupnya, untuk olesan setelah matang

Cara Membuat

1. Campurkan bahan kering.

Masukkan tepung terigu protein tinggi, gula pasir, ragi instan, dan susu bubuk ke dalam wadah. Aduk hingga seluruh bahan kering tercampur rata. Pastikan ragi tidak langsung bersentuhan dengan garam dalam jumlah banyak, agar proses fermentasi tetap berjalan dengan baik.

2. Masukkan telur dan susu.

Buat lubang di tengah campuran tepung, kemudian masukkan telur dan susu cair secara bertahap. Uleni hingga seluruh bahan menyatu dan adonan mulai terbentuk. Jika menggunakan mikser, uleni dengan kecepatan rendah terlebih dahulu, agar bahan tidak berhamburan.

3. Tambahkan Wijsman butter dan garam.

Masukkan Wijsman butter dan garam setelah adonan mulai menyatu. Lanjutkan menguleni hingga adonan menjadi lembut, elastis, dan tidak mudah sobek ketika ditarik. Butter sebaiknya dimasukkan setelah adonan mulai terbentuk, agar gluten dapat berkembang dengan baik.

4. Diamkan adonan hingga mengembang.

Bulatkan adonan, kemudian letakkan di dalam wadah yang sudah diolesi sedikit minyak. Tutup menggunakan kain bersih atau plastik wrap. Diamkan selama sekitar 60 menit di tempat yang hangat atau hingga ukurannya mengembang sekitar dua kali lipat.

5. Bagi dan bentuk adonan.

Setelah mengembang, kempiskan adonan secara perlahan untuk mengeluarkan udara di dalamnya. Bagi adonan menjadi 10–12 bagian dengan ukuran yang kurang lebih sama. Bulatkan masing-masing bagian hingga permukaannya halus, lalu susun di atas loyang yang sudah dialasi kertas roti dengan sedikit jarak.

6. Lakukan fermentasi kedua.

Tutup kembali adonan dan diamkan selama sekitar 30 menit. Tunggu hingga adonan terlihat lebih mengembang dan terasa ringan. Jangan melewati tahap ini, karena fermentasi kedua membantu menghasilkan roti yang lebih empuk dengan tekstur bagian dalam yang berpori.

7. Olesi permukaan roti.

Setelah adonan mengembang, olesi permukaannya dengan sedikit susu cair. Olesan ini membantu permukaan roti menjadi lebih mengilap dan kecokelatan setelah dipanggang.

8. Panggang hingga matang.

Panaskan oven terlebih dahulu pada suhu 170 derajat Celsius. Panggang roti selama sekitar 18–20 menit atau hingga permukaannya berubah menjadi kecokelatan. Sesuaikan waktu memanggang dengan karakter oven masing-masing, agar roti tidak terlalu kering.

9. Olesi dengan butter setelah matang.

Begitu keluar dari oven, olesi permukaan roti dengan Wijsman butter selagi masih hangat. Butter akan meleleh dan memberikan aroma yang lebih harum sekaligus membuat permukaan roti terasa lebih lembut. Biarkan roti sedikit hangat sebelum disajikan.

Tips Membuat

  1. Uleni adonan hingga elastis. Jangan terburu-buru menghentikan proses menguleni. Adonan yang sudah elastis akan membantu menghasilkan roti dengan tekstur lembut dan tidak mudah bantat.

  2. Perhatikan proses fermentasi, karena waktu fermentasi dapat berbeda tergantung suhu ruangan. Gunakan ukuran adonan sebagai patokan, bukan hanya waktunya. Adonan sebaiknya sudah mengembang sekitar dua kali lipat sebelum dibentuk.

  3. Jangan terlalu banyak menggunakan tepung tambahan. Jika adonan terasa sedikit lengket, hindari langsung menambahkan banyak tepung. Terlalu banyak tepung dapat membuat roti menjadi padat dan kurang lembut setelah matang.

  4. Olesi butter saat roti masih hangat. Mengoleskan Wijsman butter setelah roti keluar dari oven membuat mentega lebih mudah meleleh dan meresap ke permukaan roti. Hasilnya, roti terasa lebih harum dan gurih.

Resep roti bantal Wijsman paling nikmat disantap selagi hangat. Teksturnya yang lembut dengan aroma butter yang harum cocok dijadikan camilan keluarga atau teman menikmati secangkir kopi dan teh. Selamat mencoba!

Curated For You

Editorial Team

Related Article