Roti bantal punya ciri khas dari teksturnya yang lembut, empuk, dan ringan saat disantap. Gak heran kalau roti ini begitu nikmat disantap sebagai teman minum teh dan kopi. Aroma mentega yang harum juga membuat rasanya semakin menggugah selera, terutama jika menggunakan mentega berkualitas seperti Wijsman.
Membuat roti bantal sendiri di rumah sebenarnya tidak terlalu sulit, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, agar adonannya mengembang dengan baik dan menghasilkan tekstur yang empuk. Penggunaan Wijsman juga membantu memberikan aroma dan rasa mentega yang lebih kaya pada roti.
Kalau kamu ingin mencoba membuatnya sendiri, berikut resep roti bantal Wijsman yang bisa kamu ikuti. Cocok juga untuk sajian acara spesial, lho!
| Prep Time | 120 Minutes |
| Cook Time | 20 Minutes |
| Portion | 10–12 Portion |
Bahan Roti Bantal Wijsman
- 300 gram tepung terigu protein tinggi
- 40 gram gula pasir
- 5 gram ragi instan
- 20 gram susu bubuk
- 1 butir telur
- 150 ml susu cair
- 40 gram Wijsman butter
- 4 gram garam
- 1 sdm susu cair, untuk olesan
- Wijsman butter secukupnya, untuk olesan setelah matang
Cara Membuat
| 1. Campurkan bahan kering. | Masukkan tepung terigu protein tinggi, gula pasir, ragi instan, dan susu bubuk ke dalam wadah. Aduk hingga seluruh bahan kering tercampur rata. Pastikan ragi tidak langsung bersentuhan dengan garam dalam jumlah banyak, agar proses fermentasi tetap berjalan dengan baik. |
| 2. Masukkan telur dan susu. | Buat lubang di tengah campuran tepung, kemudian masukkan telur dan susu cair secara bertahap. Uleni hingga seluruh bahan menyatu dan adonan mulai terbentuk. Jika menggunakan mikser, uleni dengan kecepatan rendah terlebih dahulu, agar bahan tidak berhamburan. |
| 3. Tambahkan Wijsman butter dan garam. | Masukkan Wijsman butter dan garam setelah adonan mulai menyatu. Lanjutkan menguleni hingga adonan menjadi lembut, elastis, dan tidak mudah sobek ketika ditarik. Butter sebaiknya dimasukkan setelah adonan mulai terbentuk, agar gluten dapat berkembang dengan baik. |
| 4. Diamkan adonan hingga mengembang. | Bulatkan adonan, kemudian letakkan di dalam wadah yang sudah diolesi sedikit minyak. Tutup menggunakan kain bersih atau plastik wrap. Diamkan selama sekitar 60 menit di tempat yang hangat atau hingga ukurannya mengembang sekitar dua kali lipat. |
| 5. Bagi dan bentuk adonan. | Setelah mengembang, kempiskan adonan secara perlahan untuk mengeluarkan udara di dalamnya. Bagi adonan menjadi 10–12 bagian dengan ukuran yang kurang lebih sama. Bulatkan masing-masing bagian hingga permukaannya halus, lalu susun di atas loyang yang sudah dialasi kertas roti dengan sedikit jarak. |
| 6. Lakukan fermentasi kedua. | Tutup kembali adonan dan diamkan selama sekitar 30 menit. Tunggu hingga adonan terlihat lebih mengembang dan terasa ringan. Jangan melewati tahap ini, karena fermentasi kedua membantu menghasilkan roti yang lebih empuk dengan tekstur bagian dalam yang berpori. |
| 7. Olesi permukaan roti. | Setelah adonan mengembang, olesi permukaannya dengan sedikit susu cair. Olesan ini membantu permukaan roti menjadi lebih mengilap dan kecokelatan setelah dipanggang. |
| 8. Panggang hingga matang. | Panaskan oven terlebih dahulu pada suhu 170 derajat Celsius. Panggang roti selama sekitar 18–20 menit atau hingga permukaannya berubah menjadi kecokelatan. Sesuaikan waktu memanggang dengan karakter oven masing-masing, agar roti tidak terlalu kering. |
| 9. Olesi dengan butter setelah matang. | Begitu keluar dari oven, olesi permukaan roti dengan Wijsman butter selagi masih hangat. Butter akan meleleh dan memberikan aroma yang lebih harum sekaligus membuat permukaan roti terasa lebih lembut. Biarkan roti sedikit hangat sebelum disajikan. |
