Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bayi Dijemur di Pagi Hari, Apa Saja Manfaatnya?
ilustrasi menjemur bayi (unsplash.com/Valeria Zoncoll)
  • Paparan sinar matahari pagi membantu produksi vitamin D, tetapi bukan satu-satunya cara yang direkomendasikan.

  • Manfaatnya tidak hanya fisik, tetapi juga berkaitan dengan ritme biologis dan perkembangan bayi.

  • Paparan harus sangat terbatas dan hati-hati, karena kulit bayi sangat sensitif terhadap sinar UV.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjemur bayi di pagi hari sudah lama menjadi praktik turun-temurun, dipercaya bermanfaat untuk kesehatan bayi. Banyak orang tua atau pengasuh menjadikannya sebagai rutinitas pagi, dengan keyakinan sinar matahari pagi memperkuat tubuh bayi dan membantu pertumbuhannya.

Dalam perspektif medis modern, praktik ini tidak sepenuhnya ditolak, tetapi juga tidak dianggap sebagai kebutuhan. Sinar matahari memang memiliki efek biologis yang nyata, tetapi manfaatnya harus dipahami secara proporsional, terutama karena bayi memiliki sensitivitas yang berbeda dibanding orang dewasa.

Orang tua wajib memahami manfaat menjemur bayi di pagi hari tanpa mengabaikan potensi risikonya.

1. Membantu produksi vitamin D

Sinar matahari, khususnya sinar ultraviolet B (UVB), berperan dalam sintesis vitamin D di kulit. Vitamin D sangat penting untuk penyerapan kalsium dan pembentukan tulang.

Pada bayi, vitamin D membantu:

  • Pertumbuhan tulang.

  • Mencegah rickets (tulang lunak).

  • Mendukung sistem imun.

Menurut banyak ahli, vitamin D adalah nutrisi penting bagi bayi, tetapi mereka tidak merekomendasikan paparan sinar matahari langsung sebagai sumber utama, melainkan melalui suplementasi.

Penelitian menunjukkan bahwa produksi vitamin D dari sinar matahari sangat dipengaruhi oleh banyak faktor seperti, lokasi geografis, waktu paparan, dan warna kulit. Artinya, manfaat ini tidak selalu konsisten dan sulit dikontrol.

2. Membantu mengatur ritme sirkadian

ilustrasi menjemur bayi (pexels.com/Anna Shvets)

Paparan cahaya alami membantu tubuh mengatur ritme sirkadian, yaitu jam biologis yang mengatur siklus tidur dan bangun.

Pada bayi, ritme ini belum berkembang sempurna. Paparan cahaya pagi dapat membantu:

  • Membentuk pola tidur yang lebih teratur.

  • Membedakan siang dan malam.

  • Mendukung kualitas tidur.

Menurut penelitian, cahaya alami memainkan peran penting dalam perkembangan ritme biologis, termasuk pada bayi dan anak-anak.

Dengan paparan yang tepat, bayi dapat lebih mudah tidur di malam hari dan memiliki pola tidur yang lebih stabil seiring waktu.

3. Mendukung kesehatan mental dan interaksi

Paparan sinar matahari juga berkaitan dengan produksi hormon seperti serotonin, yang berperan dalam suasana hati. Walaupun penelitian pada bayi masih terbatas, tetapi efek lingkungan terang dan aktivitas di pagi hari dapat memberikan stimulasi positif.

Menjemur bayi sering kali juga melibatkan interaksi dengan orang tua, seperti kontak mata, sentuhan, dan komunikasi. Artinya, ini bisa menjadi momen penting untuk bonding.

Penelitian menunjukkan, stimulasi lingkungan dan interaksi awal berperan penting dalam perkembangan emosional bayi. Dengan kata lain, manfaatnya tidak hanya biologis, tetapi juga psikososial.

4. Membantu adaptasi lingkungan

ilustrasi menjemur bayi (pexels.com/Наталья Водопад)

Bayi baru lahir sedang beradaptasi dengan dunia luar. Paparan cahaya alami, udara pagi, dan perubahan suhu ringan dapat membantu proses ini.

Lingkungan yang bervariasi secara ringan membantu:

  • Sistem sensorik berkembang.

  • Bayi lebih responsif terhadap lingkungan.

Namun, penting untuk memastikan kondisi tetap aman:

  • Tidak terlalu panas.

  • Tidak terpapar angin kencang.

  • Paparan tidak terlalu lama.

Menjemur bayi di pagi hari memiliki beberapa manfaat, terutama dalam membantu produksi vitamin D dan mengatur ritme biologis. Namun, manfaat ini tidak selalu signifikan jika dibandingkan dengan cara lain yang lebih aman dan terkontrol, seperti suplementasi vitamin D.

Yang terpenting adalah memahami bahwa praktik ini bukan kewajiban. Jika dilakukan, harus dengan durasi singkat dan kondisi yang aman. Pada akhirnya, pendekatan terbaik selalu menempatkan keselamatan bayi sebagai prioritas.

Referensi

Carol L. Wagner and Frank R. Greer, “Prevention of Rickets and Vitamin D Deficiency in Infants, Children, and Adolescents,” PEDIATRICS 122, no. 5 (October 31, 2008): 1142–52, https://doi.org/10.1542/peds.2008-1862.

Michael F. Holick, “Vitamin D Deficiency,” New England Journal of Medicine 357, no. 3 (July 18, 2007): 266–81, https://doi.org/10.1056/nejmra070553.

Ee Yin Kok et al., “The Role of Light Exposure in Infant Circadian Rhythm Establishment: A Scoping Review Perspective,” European Journal of Pediatrics 184, no. 1 (December 30, 2024): 112, https://doi.org/10.1007/s00431-024-05951-3.

Ruth Feldman, “Parent–infant Synchrony and the Construction of Shared Timing; Physiological Precursors, Developmental Outcomes, and Risk Conditions,” Journal of Child Psychology and Psychiatry 48, no. 3–4 (March 1, 2007): 329–54, https://doi.org/10.1111/j.1469-7610.2006.01701.x.

Feldman, Ruth. “Parent-Infant Synchrony: Biological Foundations and Developmental Outcomes.” Current Directions in Psychological Science 16, no. 6 (2007): 340–45. http://www.jstor.org/stable/20183232.

"Menjemur Bayi dengan Tepat." Ikatan Dokter Anak Indonesia. Diakses April 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team