ilustrasi membawa botol air minum (freepik.com/freepik)
Banyak orang lebih fokus membahas mana yang lebih sehat antara air hangat dan air es, tetapi masih sering kurang minum karena terlalu sibuk beraktivitas. Kebiasaan baru minum saat tenggorokan terasa sangat kering bisa membuat tubuh perlahan mengalami dehidrasi tanpa disadari. Kalau terus dibiarkan, kekurangan cairan dapat membuat fungsi ginjal bekerja lebih berat dalam membantu membuang sisa metabolisme dari tubuh.
Tanda sederhana seperti urine berwarna lebih gelap sering kali menjadi sinyal bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak cairan. Supaya kebutuhan air tetap terpenuhi, coba biasakan membawa botol minum sendiri saat beraktivitas. Dengan cara sederhana ini, tubuh akan lebih mudah terhidrasi tanpa perlu terlalu khawatir soal memilih air hangat atau air es.
Pilihan antara air hangat atau air es kembali lagi pada kenyamanan dan kebutuhan tubuh masing-masing. Selama tubuh mendapatkan cukup asupan cairan setiap hari, ginjal tetap bisa bekerja dengan baik untuk menjaga keseimbangan tubuh. Jadi, daripada terlalu khawatir soal suhu minuman, lebih penting membiasakan diri rutin minum air putih agar kesehatan ginjal tetap terjaga.
Referensi
“Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Pentingnya Minum Air Putih Dalam Pencegahan Batu Ginjal.” Journal of Health Innovation and Community Services. Diakses Mei 2026.
“Is High Fluid Intake Good for the Kidney?” Kidney Research and Clinical Practice. Diakses Mei 2026.
“The Medicinal Use of Water in Renal Disease.” Kidney International. Diakses Mei 2026.
“Relationship of the Intake of Water and Other Beverages With Renal Endpoints: Cross-Sectional and Longitudinal Data.” Journal of Renal Nutrition. Diakses Mei 2026.
“Pengaruh Minum Air Putih terhadap Hasil Pemeriksaan Mikroskopis (Sedimen) Urin.” Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius. Diakses Mei 2026.