TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Sebab Orang Dulu Memiliki Kulit Mulus Tanpa Skincare

Bisa kamu jadikan referensi juga, lho!

ilustrasi kulit wajah yang mulus dan sehat (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Memiliki kulit mulus, lembut, dan bersih adalah dambaan banyak orang. Namun, dengan semakin kompleksnya perawatan kulit yang ada saat ini, banyak dari kita merasa harus mengeluarkan biaya yang mahal untuk mendapatkan kulit yang diinginkan.

Namun, pada zaman dulu, orang-orang tidak memiliki berbagai macam produk skincare seperti sekarang. Namun, mereka tetap memiliki kulit yang halus, mulus, dan bersih.

Ada beberapa faktor yang membuat orang zaman dulu memiliki kulit yang sehat dan mulus meski tanpaskincare yang rumit. Berikut adalah lima faktor yang dapat menjelaskan mengapa orang zaman dulu punya kulit mulus meski tanpa skincare.

1. Gizi yang seimbang 

ilustrasi sayur dan buah (pexels.com/Pixabay)

Gizi seimbang dapat menjadi faktor yang membuat orang zaman dulu memiliki kulit halus dan mulus meski tanpa perawatan skincare. Hal ini terjadi karena makanan yang sehat dan seimbang dapat memberikan nutrisi yang dibutuhkan kulit untuk tetap sehat dan bersih.

Beberapa nutrisi yang penting bagi kesehatan kulit antara lain vitamin A, C, E, dan protein. Nutrisi-nutrisi tersebut membantu menjaga kelembaban kulit, mengurangi kerutan, dan memperbaiki kondisi kulit yang rusak.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di dalam jurnal Nutrients juga menemukan bahwa konsumsi makanan yang mengandung nutrisi tertentu, seperti vitamin C, E, dan zinc, dapat membantu mengurangi keriput dan mencegah kerusakan kulit disebabkan oleh sinar UV.

Selain itu, kekurangan gizi juga dapat berdampak buruk pada kulit dan menyebabkan masalah kulit seperti kulit kering, gatal-gatal, jerawat, dan ruam kulit. Oleh karena itu, gizi seimbang sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit. Sementara itu, orang zaman sekarang cenderung lebih sering mengonsumsi junk food yang tidak menyehatkan.

2. Banyak melakukan aktivitas fisik 

ilustrasi berjalan kaki (pexels.com/Tranmautritam)

Banyak melakukan aktivitas fisik dapat menjadi faktor yang membuat orang zaman dulu memiliki kulit mulus. Hal ini disebabkan karena aktivitas fisik dapat meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke kulit. Dengan begitu, kulit akan mendapatkan pasokan nutrisi dan oksigen yang cukup sehingga dapat tetap sehat dan terlihat mulus.

Selain itu, aktivitas fisik juga dapat membantu dalam produksi kolagen yang merupakan protein penting dalam menjaga kekenyalan dan kelembutan kulit. Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Dermato-Endocrinology, disebutkan bahwa aktivitas fisik meningkatkan sintesis dan produksi kolagen, yang membantu menjaga kesehatan kulit.

Namun, penting untuk diingat bahwa kulit yang sehat tidak hanya tergantung pada aktivitas fisik saja. Faktor lain, seperti diet yang sehat, penghindaran paparan sinar matahari yang berlebihan, dan istirahat yang cukup, juga dapat berkontribusi dalam menjaga kesehatan kulit.

Baca Juga: 5 Bahan Skincare Alami yang Disebutkan dalam Al-Qur'an, Auto-glowing!

3. Perawatan kulit yang alami 

ilustrasi perawatan kulit secara alami (pexels.com/cottonbro studio)

Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang zaman dulu memiliki kulit yang sehat dan mulus meskipun tanpa menggunakan produk perawatan kulit modern. Salah satunya adalah pola makan mereka yang sehat dan alami.

Makanan yang kaya akan nutrisi dan antioksidan dapat membantu menjaga kulit tetap sehat dan meredakan peradangan. Selain itu, mereka juga sering menggunakan bahan-bahan alami, seperti madu, minyak kelapa, dan lidah buaya, untuk perawatan kulit.

Menurut Dr. Joshua Zeichner, seorang ahli dermatologi, menyebutkan jika sebagian besar produk perawatan kulit modern mengandung bahan-bahan yang sebenarnya sudah dikenal dan digunakan oleh orang-orang selama berabad-abad, seperti minyak kelapa, lidah buaya, dan madu. Mereka membantu menjaga kelembapan dan mengurangi peradangan pada kulit, sehingga kulit terlihat lebih sehat dan bercahaya.

Selain itu, pola hidup yang sehat seperti berolahraga, tidur yang cukup, dan menjaga tingkat stres juga dapat berkontribusi pada kulit yang sehat dan mulus.

4. Iklim yang mendukung 

ilustrasi sekelompok orang berada di taman (pexels.com/Kaboompics .com)

Faktor iklim, seperti suhu yang stabil, kelembapan yang cukup, dan paparan sinar matahari yang moderat, diyakini dapat membuat kulit manusia pada zaman dulu menjadi lebih sehat dan mulus meskipun tanpa perawatan kulit modern seperti yang kita miliki saat ini.

Sebuah artikel yang diterbitkan di jurnal ilmiah Dermato-Endocrinology menjelaskan bahwa cuaca dan iklim dapat mempengaruhi kesehatan kulit manusia, dan bahwa orang yang tinggal di daerah yang lebih hangat dan lembab cenderung memiliki kulit yang lebih lembut dan lembap. Artikel tersebut juga menyoroti pentingnya sinar matahari dalam memproduksi vitamin D yang dapat membantu menjaga kesehatan kulit. Hal tersebut ,erujuk pada studi yang menunjukkan bahwa sinar matahari terlalu berlebihan dapat merusak kulit, tetapi sinar matahari dalam dosis yang tepat dapat meningkatkan produksi kolagen dan elastin yang membantu menjaga kekenyalan kulit.

Dilansir National Geographic, orang-orang di daerah tropis dan subtropis menghasilkan lebih banyak minyak alami di kulit mereka, sehingga membantu menjaga kelembapan dan elastisitas. Artikel tersebut juga menyoroti pola makan dan aktivitas fisik sebagai faktor lain yang dapat mempengaruhi kesehatan kulit.

Dalam kesimpulannya, iklim yang mendukung dapat memberikan manfaat bagi kesehatan kulit manusia, termasuk kulit yang lebih mulus dan sehat. Namun, faktor lain, seperti pola makan, aktivitas fisik, dan paparan poluta,  juga dapat mempengaruhi kesehatan kulit. Oleh karena itu, menjaga pola hidup sehat dan menghindari paparan polutan juga penting untuk menjaga kesehatan kulit kita.

Baca Juga: 5 Produk Terbaik Skincare COSRX yang Paling Diandalkan, Cek Langsung!

Verified Writer

Annisa Nur Fitriani

Don't sleep on me

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya