TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Kenapa Minum Kopi Bikin Sering Buang Air Kecil?

Ternyata ada penjelasan di baliknya

ilustrasi kopi (pexels.com/Archie Binamira)

Kopi termasuk minuman yang digemari oleh banyak orang. Meminum kopi juga menjadi rutinitas terutama di pagi hari. Sebagian merasakan tubuh yang lebih segar dan lebih berkonsentrasi sehingga banyak yang mengonsumsi kopi saat pagi hari.  

Namun, tak jarang pula beberapa orang merasakan sering buang air kecil setelah mengonsumsi kopi. Mengapa hal ini dapat terjadi? Berikut penjelasannya.

1. Kafein

ilustrasi kopi (pexels.com/Jessica Lewis Creative)

Salah satu minuman yang sering diketahui mengandung kafein adalah kopi. Selain kopi, kafein juga terdapat pada teh, cokelat, dan minuman berenergi. Dilansir Healthline, mengonsumsi kafein dalam jumlah sedikit sampai sedang masih cenderung aman bagi sebagian besar orang. Namun, konsumsi kafein dalam jumlah berlebih dapat menyebabkan beberapa keluhan bagi sebagian orang.

Penelitian menyebutkan bahwa faktor genetik dapat memengaruhi toleransi tubuh terhadap efek dari kafein. Beberapa orang yang mengonsumsi kafein meskipun dalam jumlah banyak tidak menimbulkan efek negatif pada tubuh.

2. Kandungan kafein pada berbagai produk

ilustrasi minuman bersoda (pexels.com/Masahiro Naruse)

Baik makanan dan minuman berkafein mengandung jumlah kafein yang berbeda-beda. Dilansir Verywell Health, dalam satu cangkir kopi mengandung kafein sekitar 80 sampai 100 miligram. Adapula jenis kopi tanpa kafein atau decaf coffee juga ternyata tetap mengandung kafein, meskipun dalam jumlah yang lebih rendah dibandingkan kopi berkafein yaitu sekitar 2 sampai 15 miligram tiap cangkir.

Sedangkan kandungan kafein pada teh biasanya lebih sedikit daripada kopi. Kandungan kafein pada secangkir teh hitam atau teh hijau antara 30 sampai 50 miligram. Selain kopi dan teh, beberapa minuman bersoda juga mengandung kafein. Untuk mengetahui jumlah atau takaran kafein pada setiap produk dapat dilihat pada label yang tertera pada kemasan.

Baca Juga: Berhenti Ngopi? Ini 5 Gejala Putus Kafein yang Mungkin Kamu Alami 

3. Efek minum kopi

ilustrasi minum kopi (unsplash.com/ Crystal Shaw)

Terdapat beberapa efek yang dirasakan setelah mengonsumsi kopi. Kafein yang terdapat dalam kopi dapat memberikan efek yang berbeda-beda pada peminumnya. Salah satu efek yang kadang dirasakan sebagian orang yaitu sering buang air kecil.

Konsumsi kafein berlebih sering dihubungkan dengan peningkatan frekuensi berkemih. Dengan mengurangi jumlah kopi atau kafein yang diminum juga dapat mengurangi efek tersebut.

4. Penelitian efek kafein terhadap frekuensi buang air kecil

ilustrasi berkemih (unsplash.com/Giorgio Trovato)

Sebagian besar penelitian terkait efek kopi terhadap frekuensi buang air kecil difokuskan kepada orang tua dan pada mereka yang memiliki masalah kandung kemih yang terlalu aktif atau inkontinensia. Seperti dikutip pada laman Healthline, sebuah studi pada 12 orang dengan masalah kandung kemih terlalu aktif mengonsumsi 4,5 miligram kafein per kilogram berat badan setiap hari (setara dengan berat badan 68 kilogram mengonsumsi 300 miligram kafein per hari) mengalami peningkatan buang air kecil yang signifikan.

Selain itu, mengonsumsi kafein dalam jumlah tinggi juga dapat meningkatkan inkontinensia pada mereka yang tidak memiliki masalah pada kandung kemih. Satu penelitian besar dilakukan terhadap lebih dari 65 ribu wanita tanpa memiliki inkontinensia bertujuan untuk melihat efek kafein dalam jumlah tinggi terhadap inkontinensia. Hasilnya, mereka yang mengonsumsi lebih dari 450 miligram setiap hari meningkatkan risiko inkontinensia secara signifikan dibandingkan pada mereka yang mengonsumsi kurang dari 150 miligram per hari.

Baca Juga: 7 Fakta Kandungan Kafein pada Skincare, Sudah Tahu?

Verified Writer

Dewi Purwati

Health enthusiast

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya