TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Kenali 8 Tanda Post Traumatic Stress Disorder agar Kamu Lebih Peka

PTSD berbeda dengan depresi atau masalah psikologis lainnya

drwaynejonas.com

Seseorang yang baru saja mengalami kejadian menyeramkan dan mengerikan tak jarang akan melalui fase trauma. Ini juga berlaku untuk orang yang menjadi saksi akan kejadian serupa. Kondisi tersebut dikenal juga sebagai post traumatic stress disorder (PTSD). 

PTSD tergolong sebagai gangguan psikologis yang dapat dialami oleh semua orang, tanpa kecuali. Akan tetapi, gejala atau tanda-tanda dari PTSD tidak selalu muncul secara langsung. Dilansir dari National Institute of Mental Health (NIMH), sebagian orang bahkan bisa mengalaminya berbulan-bulan hingga beberapa tahun setelahnya. 

Tidak seperti penyakit yang melibatkan fisik, PTSD cukup sulit untuk dideteksi. Apalagi jika kita sendiri yang menderitanya. Ia berbeda dari depresi dan stres biasa. Sebenarnya apa saja tanda PTSD? Simak penjelasannya berikut ini dilansir dari berbagai sumber!

1. Kembalinya memori-memori yang tidak menyenangkan

standardmedia.co.ke

Tanda pertama dari PTSD adalah kita mengingat kembali memori mengerikan yang pernah kita alami. Dilansir dari WebMD, mereka bisa berupa mimpi buruk atau flashback yang tiba-tiba muncul di pikiran kita. Saking menakutkannya, kita akan merasa bahwa ingatan tersebut masih segar seakan peristiwa tersebut baru saja terjadi.

2. Penderita akan menghindar dari berbagai hal

verywellmind.com

Mayo Clinic mengatakan bahwa terdapat beberapa tipe penghindaran diri yang dilakukan pasien PTSD. Pertama, menghindari pembicaraan seputar topik yang menyinggung trauma. Kedua, menghindari orang-orang yang mengingatkannya tentang kejadian tersebut. Penderita bahkan akan menolak untuk berdekatan dengan lokasi dan benda yang juga berhubungan.

3. "Mengalami kembali" peristiwa traumatis tersebut

rssing.com

Maksud dari mengalami kembali (re-experiencing) bukanlah secara harfiah. Menurut National Institute of Mental Health (NIMH), maksud dari hal ini adalah kita akan dibanjiri ingatan-ingatan buruk seakan kita mengalaminya kembali. 

“Gejala ini dimulai dari pemikiran dan perasaan kita sendiri. Kata-kata, objek, atau situasi yang mengingatkan kita akan peristiwa tersebut dapat menjadi pemicunya,” ungkap laman NIMH.

Baca Juga: Sering Stres Berat, Hati-Hati Timbangan Badan Gampang Naik 

4. Hyperarousal

kxcdn.com

Hyperarousal adalah komplikasi yang ditimbulkan oleh PTSD. Dilansir dari Health Line, hyperarousal terjadi ketika tubuh menjadi waspada karena terlalu sering memikirkan trauma. Hal ini akhirnya memengaruhi pikiran, perasaan, dan bahkan perilaku kita. Sebenarnya hyperarousal adalah efek dari hormon kortisol yang dilepas otak ketika stres. 

5. Pikiran dan mood berubah menjadi negatif

rd.com

Seseorang dengan PTSD akan mengalami perubahan mood dan pemikiran. Dilansir dari Mayo Clinic, penderita akan merasa tidak ada harapan akan masa depan, sulit untuk bahagia, tidak antusias terhadap semua hal, marah, sedih, merasa bersalah, dan merasa bahwa dirinya tak berharga. Semakin sering flashback akan kejadian traumatis terjadi, semakin sulit juga untuk mengontrol perasaan.

6. Perubahan pada perilaku dan reaksi tubuh

multibriefs.com

PTSD dapat memengaruhi perilaku dan bagaimana kita bereaksi terhadap hal-hal di sekitar. NIMH mengatakan bahwa contoh dari perubahan tersebut adalah kita menjadi gampang marah, sulit untuk tidur, selalu merasa tertekan, dan mudah kaget. Selain itu, ketika kondisi semakin parah, kita juga bisa kehilangan kontrol dan melakukan hal-hal yang berbahaya. 

“Penderita sering kali mencoba melakukan hal yang berisiko untuk merasakan perasaan dan pengalaman yang mirip dengan traumanya sehingga mereka bisa mendapatkan kontrol akan kejadian tersebut. Mereka berharap bahwa dengan begitu hal yang berbeda atau sebaliknya akan terjadi,” kata Mallory Grimste, seorang terapis kepada The Healthy.

7. Sulit untuk memercayai orang lain

thenypost.com

Orang dengan PTSD akan merasa bahwa tidak ada orang yang bisa dipercayai di dunia ini. Bahkan mungkin termasuk dirinya sendiri. The Healthy mengatakan bahwa perasaan ini bisa memengaruhi hubungannya dengan orang-orang terdekat, termasuk pasangan dan keluarganya sendiri.

Menurut studi dari National Center for PTSD tahun 2018, penderita gangguan psikologis tersebut sering kali mengalami masalah dengan hubungan. Mereka akan kehilangan ketertarikan pada aktivitas seksual serta merasa jauh dari orang-orang di sekitarnya. 

Baca Juga: 5 Tanda Awal Depresi yang Tidak Boleh Diabaikan

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya