TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Perubahan Iklim Pengaruhi Kesehatan Anak, Ini Tips dari Pakar

Anak termasuk rentan terdampak perubahan iklim

ilustrasi anak (unsplash.com/Ben Wicks)

Beberapa negara di Asia sedang dilanda heatwave atau gelombang panas. Beberapa negara yang mengalami fenomena ini meliputi Myanmar, India, Thailand, dan Bangladesh. 

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Indonesia tidak mengalami gelombang panas, tetapi suhu maksimum udara permukaan tergolong panas.

Menanggapi hal ini, Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengadakan media briefing dengan topik "Dampak Perubahan Iklim pada Kesehatan Anak" pada Selasa (2/5/2023). 

Dalam acara ini, dr. Kurniawan Taufiq Khadafi, M.Biomed, SpA(K), Ketua Satgas Bencana IDAI, memberikan beberapa tips dalam mencegah masalah kesehatan yang disebabkan oleh perubahan iklim.

1. Anak memiliki karakteristik unik

ilustrasi anak (unsplash.com/Larm Rmah)

Menurut penjelasan dr. Kurniawan, anak termasuk rentan terdampak perubahan iklim karena memiliki karakteristik yang unik. Salah satunya adalah anak memiliki frekuensi napas lebih banyak dibanding orang dewasa dan mudah menyerap bahan berbahaya di udara.

Selain itu, anak banyak bermain di luar rumah dan mudah memasukkan sesuatu ke dalam mulut mereka.

Secara garis besar, dampak perubahan iklim terhadap anak bisa dibagi menjadi empat kategori, yaitu:

  • Dampak langsung terhadap kesehatan anak.
  • Dampak terhadap kesehatan anak melalui ekosistem.
  • Dampak terhadap kesehatan anak melalui perilaku manusia.
  • Dampak terhadap kesehatan anak akibat bencana alam.

Baca Juga: Studi: Diskriminasi di Tempat Kerja Tingkatkan Risiko Darah Tinggi

2. Buka jendela untuk sirkulasi udara

ilustrasi jendela rumah yang terbuka (unsplash.com/tama66)

Untuk mencegah masalah kesehatan anak yang diakibatkan oleh polusi udara, dr. Kurniawan menyarankan membuka jendela dan ventilasi rumah sehingga sirkulasi udara dalam rumah bisa berjalan dengan baik. 

Sementara untuk polusi udara di luar rumah, langkah ideal yang bisa dilakukan adalah mengganti perangkat teknologi dengan sumber tenaga surya. Ini bisa mengurangi polusi yang disebabkan oleh pembakaran.

"Jadi saat memasak itu semuanya dibuka, pintu, jendela, ventilasi, jadi asap itu tidak terkumpul dalam satu titik. Selain itu, jauhkan anak-anak dari sumber asap tersebut," ucap dr. Kurniawan. 

3. Mengajarkan kebersihan sejak dini

ilustrasi mencuci tangan dengan sabun (freepik.com/freepik)

Selain melalui udara, perubahan iklim bisa memengaruhi kesehatan anak melalui air dan makanan. Terkait hal ini, dr. Kurniawan menyarankan untuk membuat jarak aman antara sumber air bersih dan septic tank.

Selain itu, orang tua disarankan untuk memperhatikan cara penyimpanan makanan dan pemberian makanan pada anak, khususnya untuk anak di bawah 5 tahun. Salah satunya adalah untuk tidak memberikan susu yang tidak terpasteurisasi kepada anak.

Penting juga untuk mengajarkan anak mencuci tangan sebelum dan setelah makan agar terhindar dari makanan yang terkontaminasi. 

Baca Juga: Waspadai Diabetes pada Anak, Kenali Gejalanya!

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya