Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apa Itu Tes CPET? Kenali Tujuan dan Prosedur Medisnya
ilustrasi pemeriksaan pada jantung (pexels.com/Puwadon Sang-ngern)

Intinya sih...

  • Pemeriksaan CPET adalah uji latihan untuk mengevaluasi sistem paru-paru dan kardiovaskular dengan bersepeda statis atau berjalan di treadmill.

  • Tujuan pemeriksaan CPET antara lain mengevaluasi diagnosis penyakit, mengukur hasil latihan kebugaran, dan menganalisis kesesuaian pengobatan.

  • Orang dengan keluhan lelah saat beraktivitas fisik, atlet, dan orang dengan diagnosis medis tertentu dianjurkan melakukan pemeriksaan CPET. Prosedurnya meliputi persiapan, istirahat, pemanasan, latihan bertahap, dan pendinginan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kita sering kali terlena dengan kemudahan yang didapatkan saat ini. Individu malas bergerak karena kemajuan teknologi dan segala hal serba instan. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat yaitu penyakit jantung. 

Penyakit jantung bukan hanya diderita oleh usia lanjut usia. Bahkan, penyakit ini sering kali terdeteksi tanpa gejala. Tidak ada salahnya memeriksa kesehatan jantung dan paru-parumu. 

Salah satu pemeriksaan diagnostik yang dipakai untuk memeriksa kondisi jantung dan paru-paru yaitu Cardiopulmonary Exercise Test (CPET). Yuk, kita cari tahu mengenai pemeriksaan kesehatan ini. 

1. Apa itu pemeriksaan CPET? 

ilustrasi definisi tes CPET (pexels.com/Los Muertos Crew)

Cardiopulmonary Exercise Test (CPET atau CPX) adalah uji latihan yang dipakai untuk mengevaluasi sistem paru-paru dan kardiovaskular. Tes ini cukup berbeda dengan pemeriksaan diagnostik lainnya, kita dituntut untuk terus bergerak sesuai arahan. Kamu akan melakukan sejenis olahraga ringan, bersepeda statis atau berjalan di treadmill, sembari alat menganalisa kesehatan tubuhmu. 

2. Tujuan pemeriksaan CPET

ilustrasi dokter dan pasien (pexels.com/cottonbro studio)

Sebuah tindakan penunjang digunakan untuk menegakkan diagnosis medis. Dokter juga melakukan pemeriksaan fisik sebelumnya. Apa saja tujuan pemeriksaan CPET? Dilansir dari laman Physiopedia, tujuan tes CPET antara lain:

  • mengevaluasi diagnosis penyakit kardiovaskular dan paru-paru;

  • mengetahui tingkat keparahan penyakit;

  • menganalisis kesesuaian pengobatan, misalnya, pembedahan, transplantasi, terapi oksigen;

  • mengevaluasi efektivitas pengobatan;

  • mengukur hasil latihan kebugaran;

  • mengukur intensitas latihan rehabilitasi.

3. Siapa saja yang dianjurkan melakukan pemeriksaan CPET?

ilustrasi indikasi medis tes CPET (pexels.com/Sebastien LOEILLOT)

Siapa saja yang dianjurkan pemeriksaan CPET? Sejatinya, bukan hanya orang dengan gangguan jantung dan paru-paru yang butuh tes ini. Atlet sekalipun juga dianjurkan untuk tes CPET. Berikut kelompok orang yang cocok melakukan CPET:

  • orang dengan keluhan sangat lelah ketika beraktivitas fisik;

  • orang yang rajin berolahraga atau atlet. Hal ini bertujuan untuk mengetahui batas maksimal olahraga yang mampu ditangani jantung dan paru-paru;

  • orang dengan diagnosis medis tertentu, seperti gagal jantung, penyakit jantung bawaan, hipertensi paru, atau PPOK;

  • orang yang memerlukan evaluasi risiko komplikasi sebelum operasi, seperti reseksi paru-paru atau transplantasi paru-paru.

4. Bagaimana prosedur CPET?

ilustrasi prosedur CPET (pexels.com/Los Muertos Crew)

Dokter memberikan saran tindakan yang boleh dan tidak boleh dilakukan sebelum pemeriksaan CPET. Gunakan pakaian yang nyaman dan bebas bergerak selama olahraga. Sebaiknya, kamu tidak minum alkohol atau merokok sebelum tindakan. Waktu pengujian utama berlangsung selama kurang lebih 15 menit. Laman Cleveland Clinic menjelaskan langkah-langkah prosedur CPET antara lain:

  1. persiapan: tim medis menempelkan elektroda EKG di dada, memasang manset tekanan darah di lengan, serta menyematkan oksimeter di jari untuk mengukur denyut nadi. Mereka juga mengukur gas darah arteri pada beberapa kondisi medis;

  2. istirahat: tim medis mencatat detak jantung, irama jantung, kadar oksigen dalam darah. Sementara itu, pasien dalam kondisi diam selama dua hingga tiga menit;

  3. pemanasan: pasien berjalan atau bersepeda perlahan selama dua hingga tiga menit. Di sisi lain, tim medis mengumpulkan data 'garis dasar aktif' untuk memperoleh informasi tentang respon latihan sangat ringan;

  4. latihan bertahap: pasien berjalan atau bersepeda selama 8 hingga 12 menit. Tim medis akan meningkatkan kecepatan atau menambah hambatan secara perlahan. Teruslah bergerak sesuai kemampuanmu;

  5. pendinginan: bersepeda atau berjalan pelan layaknya pemanasan selama tiga hingga lima menit. 

Itulah sekilas informasi mengenai prosedur CPET. Beberapa rumah sakit besar di Indonesia sudah menfasilitasi tindakan ini. Misalnya, RS Fatmawati, Abdi Waluyo Hospital, serta RS Siloam Surabaya. Apakah kamu tertarik mencoba?

Referensi:

"Cardiopulmonary Exercise Test (CPET)". Cleveland Clinic. Diakses pada Januari 2026

"Cardiopulmonary Exercise Testing (CPET) In Adults". Physiopedia. Diakses pada Januari 2026

"Cardiopulmonary Exercise Test (CPET)". NHS. Diakses pada Januari 2026

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team