Dijuluki sebagai "multivitamin alami," telur adalah sumber nutrisi yang tidak ada tandingannya. Apalagi telur menyediakan semua nutrisi dasar yang dibutuhkan untuk menopang kehidupan dan pertumbuhan manusia. Pasalnya, hampir semua nutrisi ini ditemukan dalam kuning telur, sedangkan putih telur merupakan sumber protein.
Menurut tinjauan studi yang ditulis Heqian Kuang, dkk., berjudul "The Impact of Egg Nutrient Composition and Its Consumption on Cholesterol Homeostasis" (2018), yang diterbitkan dalam jurnal Cholesterol, telur merupakan sumber nutrisi penting yang sering kali diremehkan, bahkan dalam stigma masyarakat Indonesia, nih. Sebab, telur mengandung seng, vitamin A, D, dan E. Ada pula tiamin, riboflavin, niasin, vitamin B6, folat, vitamin B12, dan vitamin K, dan hampir semua vitamin ini terpenuhi. Selain seng, telur mengandung kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, dan natrium. Mineral juga melimpah dalam telur.
Protein telur tentunya berkualitas tinggi, dan dapat membantu menurunkan berat badan karena bikin cepat kenyang ketimbang protein lain. Nah, ada penelitiannya, nih. Seseorang cenderung makan lebih sedikit sehabis memakan telur. Kuning telur juga merupakan sumber antioksidan dan pigmen yang disebut karotenoid, misalnya, lutein dan zeaxanthin, yang dikaitkan dengan risiko lebih rendah terhadap degenerasi makula terkait usia, katarak, kanker, dan penyakit kardiovaskular. Namun bagaimana dengan kolesterol dalam telur? Jadi, apa yang terjadi pada tubuh jika kamu konsumsi telur setiap hari?
