Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Tips Puasa untuk Penderita Asam Lambung, Anti-Kembung

6 Tips Puasa untuk Penderita Asam Lambung, Anti-Kembung
ilustrasi penderita asam lambung (pexels.com/cottonbro studio)

Bulan Ramadan 2026 kini telah tiba. Umat Islam merasakan kegembiraan yang berlimpah karena dipertemukan dengan bulan suci ini. Puasa wajib menahan segala bentuk hal yang membatalkan puasa. Siapa yang tidak sabar berburu takjil dan perintilannya?

Kita memerlukan persiapan yang cukup supaya tetap sehat di bulan Ramadan. Apalagi orang dengan kondisi medis tertentu. Misalnya, orang dengan penyakit sistem pencernaan, diabetes melitus, serta penyakit jantung. Kamu perlu konsultasi mengenai kondismu dengan dokter sebelum memutuskan berpuasa.

Penyakit asam lambung naik sering kali menjadi tantangan sendiri pada bulan Ramadan. Jika kondisimu memungkinkan berpuasa, beberapa tips ini dapat kamu terapkan.

1. Jangan sampai melewatkan waktu sahur

ilustrasi tidak melewatkan waktu sahur
ilustrasi tidak melewatkan waktu sahur (pexels.com/www.kaboompics.com)

Sahur adalah persiapan diri berupa makan dan minum sebelum terbitnya fajar. Bukan syarat sah puasa, tetapi sahur termasuk sunnah Rasulullah SAW. Apabila kamu mempuyai peyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), sebaiknya tidak melewatkan kesempatan emas ketika sahur.

Sahur bertujuan mengisi lambung dan menyediakan energi selama berpuasa. Jika perut terisi saat puasa, maka pH lambung stabil dan mencegah peningkatan asam lambung.

2. Pilih menu makanan yang tepat ketika sahur dan berbuka

ilustrasi menyiapkan menu berbuka
ilustrasi menyiapkan menu berbuka (pexels.com/Thirdman)

Ketika berbuka puasa kita kerap kali gelap mata. Semua makan dan minum serasa menggoda untuk disantap saat berbuka. Nah, penderita asam lambung sebaiknya menghindari makanan padas, asam, dan berlemak.

Beberapa orang beranggapan kurang afdol tanpa makanan pedas. Senyawa capsain pada makanan pedas bisa memicu peningkatan asam lambung. Makanan tinggi lemak, termasuk gorengan, dapat memperparah gejala asam lambung. Kamu bisa mengubah cara pengolahan makanan, seperti menu kukus, tumis, atau rebus supaya lebih sehat.

3. Perbaiki pola tidur selama berpuasa

ilustrasi perbaiki pola tidur
ilustrasi perbaiki pola tidur (pexels.com/Craig Adderley)

Perut kenyang mudah sekali membuat mata terlelap. Padahal, kita tidak disarankan tidur kembali setelah sahur. Hal ini dapat memicu peningkatan asam lambung dan gangguan lain di dalam sistem pencernaan. Berilah jeda dua hingga tiga jam setelah makan jika ingin berbaring. Ketika subuh kita bisa memulai kegiatan yang lebih produktif, contohnya beribadah, olahraga ringan, belajar, atau menyiapkan pekerjaan.

Sejatinya tubuh juga memerlukan waktu untuk beristirahat. Tanpa disadari, kamu sering memaksakan diri untuk begadang. Apabila waktu tidurmu kurang, sistem pencernaan yang seharusnya istirahat harus bekerja dan berisiko meningkatkan asam lambung.

4. Cukupi cairan tubuh dengan minum secukupnya

ilustrasi penuhi asupan cairan
ilustrasi penuhi asupan cairan (pexels.com/Thirdman)

Tubuh memerlukan cairan untuk menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Wujud cair mendominasi susuan tubuh manusia. Saat berpuasa tubuh otomatis tidak memperoleh cairan dari luar lebih dari 12 jam. Nah, kondisi ini sering kali membuat dehidrasi.

Cara mencegahnya usahakan meminum asupan cairan yang cukup selama waktu berbuka puasa dan sahur. Selain itu, hindari minuman yang mengandung kafein dan bersoda.

5. Sediakan obat pencegah asam lambung naik

ilustrasi obat-obatan (pexels.com/Karolina Grabowska)
ilustrasi obat-obatan (pexels.com/Karolina Grabowska)

Kamu perlu menyiapkan obat pencegah asam lambung di rumah. Jika obat diresepkan oleh dokter, konsultasikan waktu yang tepat meminumnya (sahur atau berbuka puasa). Pada saat puasa ramadan, penderita asam lambung bisa saja mengalami gejala penyakit berupa nyeri ulu hati, mual, atau cairan lambung naik ke mulut. Apabila gejalanya berat dan tidak tertahankan, kamu bisa membatalkan puasa ramadan.

6. Jangan makan terlalu terburu-buru

ilustrasi makan secara perlahan
ilustrasi makan secara perlahan (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Ada orang yang sekali makan dengan suapan besar dan ritmenya cepat. Kebiasaan ini tidak baik untuk sistem pencernaan. Berbukalah puasa dengan porsi yang kecil tetapi sering. Mulailah berbuka dengan menu yang ringan, seperti air putih dan kurma. Tahapan selanjutnya, kamu bisa memulai makanan menu berat. Jangan sekali-kali menunda waktu berbuka puasa, ya!

Tips puasa untuk penderita asam lambung bisa diterapkan selama bulan suci Ramadan. Semoga kamu dilancarkan dalam menjalani puasa di bulan yang suci. Asam lambung aman, puasa wajib lancar.

Referensi

"Tips Berpuasa untuk Penderita Asam Lambung". PBPEGI. Diakses pada Februari 2026

"Tips Puasa Bagi Penderita Maag Agar Tetap Nyaman". Kemenkes RI. Diakses pada Februari 2026

"How to Avoid GERD Recurrence During Fasting?". EMC Healthcare. Diakses pada Februari 2026

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Latest in Health

See More

5 Tanda Takjil yang Terlihat Biasa, tapi Berat bagi Pencernaan

25 Feb 2026, 15:44 WIBHealth