ilustrasi kopi hitam (vecteezy.com/Tonefoto grapher)
Tubuh tetap membutuhkan protein, vitamin, mineral, dan serat sebelum menjalani puasa. Kopi tidak menyediakan zat gizi tersebut sehingga kebutuhan nutrisi harian tidak terpenuhi sejak awal hari. Jika kebiasaan ini sering dilakukan, tubuh dapat lebih mudah merasa lelah dan daya tahan menurun. Kekurangan serat juga membuat sebagian orang mengalami gangguan pencernaan selama puasa.
Dalam jangka panjang, kebiasaan melewatkan makanan saat sahur bisa memengaruhi keseimbangan nutrisi. Tubuh tidak memiliki cadangan energi yang cukup untuk mempertahankan aktivitas normal. Akibatnya, rasa lemas muncul lebih cepat meski puasa baru berjalan beberapa jam. Sahur sederhana tetap lebih baik daripada hanya minum kopi.
Sahur hanya minum kopi memang terasa praktis, tetapi dampaknya terhadap tubuh tidak bisa dianggap sepele. Tanpa makanan dan cairan cukup, risiko gangguan lambung, dehidrasi, serta penurunan energi lebih mudah terjadi selama puasa. Jika kopi tetap ingin diminum saat sahur, bukankah lebih aman menjadikannya pelengkap, bukan menu utama?
Referensi
"Harmful effects of drinking coffee during Suhoor". Rafahia Coffee. Diakses pada Februari 2026.
"The Smart Way to Manage Coffee while Fasting in Ramadan". Muslim Pro. Diakses pada Februari 2026.
"Is It Safe to Drink Coffee for Suhoor? Here Are the Tips!" AQUA. Diakses pada Februari 2026.