ilustrasi minum air kelapa (freepik.com/8photo)
Kalau kamu menyukai air kelapa setelah berolahraga, tidak ada alasan untuk menolaknya asalkan dikonsumsi dengan bijaksana dan sesuai dengan kebutuhan. Rasa yang ringan menjadikannya pilihan yang menyegarkan setelah tubuh banyak kehilangan cairan. Namun, yang perlu dicatat adalah jangan menjadikan air kelapa sebagai satu-satunya sumber cairan dan nutrisi setelah latihan.
Untuk olahraga dengan durasi atau tingkat intensitas yang berbeda, kebutuhan cairan dan elektrolit juga akan berbeda-beda. Air putih tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi asupan cairan harian, sementara air kelapa bisa menjadi alternatif ketika kamu menginginkan minuman yang juga kaya akan elektrolit. Jadi, silakan menikmati air kelapa setelah berolahraga, tetapi tetap perhatikan pola makan, minum, waktu istirahat, dan latihanmu, ya.
Jadi, air kelapa memang bisa menjadi pilihan yang menyegarkan setelah olahraga, terutama untuk membantu memenuhi cairan dan elektrolit, tetapi bukan berarti langsung menghilangkan DOMS. Proses pemulihan otot tetap dipengaruhi oleh istirahat, asupan nutrisi, hidrasi, dan bagaimana kamu mengatur intensitas latihan. Jadi, kalau besok badan masih pegal setelah olahraga, gak perlu heran. Kasih tubuh waktu untuk pulih, ya.
Referensi:
“Efektivitas Minuman Kelapa untuk Mempercepat Rehidrasi dan Pemulihan Pasca Latihan pada Atlet Futsal Remaja Putra.” Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik. Diakses September 2026.
“Comparison of Coconut Water and a Carbohydrate-Electrolyte Sport Drink on Measures of Hydration and Physical Performance in Exercise-Trained Men.” Journal of the International Society of Sports Nutrition. Diakses September 2026.
“An Evidence-Based Approach for Choosing Post-exercise Recovery Techniques to Reduce Markers of Muscle Damage, Soreness, Fatigue, and Inflammation: A Systematic Review With Meta-Analysis.” Frontiers in Physiology. Diakses September 2026.
“Effect of Giving Young Coconut Water and Isotonic Drinks on the Recovery of Dehydration Status after Training in Pencak Silat Athletes.” JAND: Journal of Applied Nutrition and Dietetic. Diakses September 2026.