Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apakah Tidur 5 Jam Setiap Malam Bisa Menurunkan Imunitas?

5 min read
Apakah Tidur 5 Jam Setiap Malam Bisa Menurunkan Imunitas?
ilustrasi tidur (pexels.com/Polina)
  • Orang dewasa umumnya membutuhkan minimal tujuh jam tidur; kebiasaan tidur 5 jam berulang mengurangi waktu pemulihan tubuh dan dapat mengganggu kerja sistem imun.

  • Kurang tidur berkepanjangan dapat memengaruhi pengaturan sitokin, meningkatkan kerentanan terhadap infeksi seperti pilek dan gangguan pernapasan, serta mengurangi kesempatan tubuh pulih saat sakit.

  • Jika jadwal padat, prioritaskan penambahan tidur malam; bila sulit tidur meski waktu cukup dan mengganggu aktivitas, perbaiki kebiasaan tidur atau konsultasikan ke dokter.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tidur malam hanya selama 5 jam mungkin terasa cukup kalau kamu sudah terbiasa bangun pagi dan menjalani aktivitas sampai malam. Namun, tubuh orang dewasa umumnya membutuhkan setidaknya tujuh jam tidur setiap malam untuk mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

Kurang tidur satu malam tentu berbeda dengan tidur 5 jam hampir setiap hari. Semakin sering waktu tidur dipangkas, semakin sedikit pula kesempatan tubuh untuk memulihkan diri dan menjaga kerja sistem imun. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi pada imunitas kalau kamu cuma tidur 5 jam setiap malam?

  1. 1. Tubuh gak punya cukup waktu untuk memulihkan diri

    ilustrasi  tidur
    ilustrasi tidur (vecteezy.com/Phira Phonruewiangphing)

    Saat tidur, tubuh tetap menjalankan berbagai proses pemulihan dan bukan sekadar berhenti beraktivitas. Sistem imun juga ikut bekerja untuk menjaga pertahanan tubuh dan membantu memperbaiki sel yang mengalami kerusakan. Kalau waktu tidur terus dipotong, tubuh jadi punya waktu yang lebih sedikit untuk menjalankan proses tersebut secara optimal.

    Tidur selama 5 jam gak otomatis membuat imunitas langsung turun setelah satu malam. Masalahnya lebih perlu diperhatikan ketika durasi tersebut terus berulang selama berhari-hari atau berminggu-minggu. Tubuh mungkin tetap terasa sanggup bekerja seperti biasa, tetapi terbiasa tidur 5 jam atau bahkan kurang, bukan berarti kebutuhan tubuh terhadap tidur ikut berkurang.

  2. 2. Kurang tidur bisa mengganggu kerja sitokin

    ilustrasi kurang tidur
    ilustrasi kurang tidur (pexels.com/cottonbro studio)

    Tidur juga berkaitan dengan kerja sitokin atau cytokine, yaitu protein yang membantu mengatur respons sistem imun dan peradangan di dalam tubuh. Beberapa jenis sitokin berperan ketika tubuh sedang menghadapi infeksi atau mengalami peradangan. Kekurangan tidur dapat mengubah produksi dan pengaturan protein tersebut sehingga kerja sistem imun bisa ikut terganggu.

    Perubahan ini bukan berarti setelah tidur 5 jam semalam tubuh langsung kehilangan kemampuan melawan penyakit. Sebenarnya yang perlu diperhatikan adalah ketika 5 jam menjadi durasi tidur sehari-hari dan tubuh terus kekurangan waktu istirahat. Dalam kondisi seperti itu, berbagai fungsi tubuh dapat ikut terdampak, termasuk kemampuan sistem imun dalam menghadapi infeksi.

  3. 3. Tidur 5 jam bisa membuat tubuh lebih mudah sakit

    ilustrasi tidur
    ilustrasi tidur (pexels.com/Julian Jagtenberg)

    Kurang tidur gak cuma membuat mata terasa berat atau badan lebih cepat lelah keesokan harinya. Ketika waktu istirahat terlalu sedikit, kemampuan tubuh dalam menghadapi kuman juga bisa ikut terganggu. Itu sebabnya tidur yang gak cukup secara terus-menerus dapat membuat tubuh lebih rentan mengalami infeksi, termasuk pilek dan gangguan saluran pernapasan.

    Hal yang sama juga berlaku ketika kamu sedang sakit dan tubuh membutuhkan lebih banyak waktu untuk memulihkan diri. Sistem imun perlu bekerja menghadapi penyebab penyakit, sementara tubuh juga melakukan berbagai proses perbaikan selama kamu beristirahat. Kalau waktu tidur tetap dibatasi hanya sekitar 5 jam, kesempatan tubuh untuk menjalankan proses tersebut ikut berkurang.

  4. 4. Solusi waktu tidur 5 jam karena aktivitas padat

    ilustrasi tidur
    ilustrasi tidur (pexels.com/cottonbro studio)

    Kalau kamu cuma bisa tidur 5 jam karena pekerjaan, kuliah, mengurus anak, atau aktivitas lain, solusi utamanya tetap mencari cara agar waktu tidur bisa ditambah. Tidur siang singkat sekitar 15–20 menit dapat membantu mengurangi rasa mengantuk dan membuat tubuh terasa lebih segar untuk sementara. Namun, power nap tetap gak bisa menggantikan kebutuhan tidur malam secara keseluruhan.

    Coba lihat lagi bagian mana dari jadwal yang sebenarnya bisa dikurangi atau dipindahkan. Waktu untuk menonton, bermain ponsel, atau mengerjakan pekerjaan yang gak mendesak pada malam hari mungkin bisa dialihkan agar kamu punya waktu tidur lebih panjang. Kalau memungkinkan, usahakan juga tidur dan bangun pada jam yang relatif sama supaya tubuh terbiasa dengan jadwal istirahat tersebut.

  5. 5. Tidur 5 jam karena insomnia, penyebabnya perlu ditangani

    ilustrasi insomnia
    ilustrasi insomnia (pexels.com/cottonbro studio)

    Kondisinya berbeda kalau kamu sebenarnya sudah menyediakan waktu tujuh atau delapan jam untuk tidur, tetapi hanya bisa terlelap sekitar 5 jam. Kamu mungkin sudah berbaring sejak malam, tetapi sulit tertidur, sering terbangun, atau malah terjaga terlalu pagi dan gak bisa tidur lagi. Kalau kejadian seperti ini terus berulang dan mulai mengganggu aktivitas pada siang hari, masalahnya bukan sekadar kurang mengatur waktu tidur.

    Beberapa kebiasaan bisa membantu, seperti tidur dan bangun pada jam yang relatif sama serta membuat kamar gelap, tenang, dan nyaman. Penggunaan ponsel sebelum tidur juga sebaiknya dikurangi, sementara konsumsi kopi, teh, atau minuman berkafein lain perlu diperhatikan terutama menjelang waktu tidur. Kalau kesulitan tidur sudah berlangsung selama beberapa minggu atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, konsultasikan dengan dokter untuk mencari penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.

    Untuk insomnia yang berlangsung lama, salah satu penanganan yang dapat digunakan adalah Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia (CBT-I). Terapi ini membantu mengubah kebiasaan dan pola pikir yang membuat seseorang semakin sulit tidur. Jadi, kalau kamu sebenarnya punya waktu tidur yang cukup tetapi tetap hanya bisa tidur sekitar 5 jam, mencari penyebabnya akan lebih berguna daripada sekadar memaksa diri untuk tidur lebih cepat.

    Tidur 5 jam sesekali tentu gak sama dengan menjadikannya kebiasaan setiap malam. Kalau belakangan ini waktu tidurmu selalu berhenti di angka 5 jam, coba perhatikan apakah penyebabnya jadwal yang terlalu padat atau kamu sebenarnya punya waktu tidur tetapi sulit terlelap. Dari situ, langkah untuk memperbaikinya juga bisa disesuaikan dengan masalah yang kamu alami.

    Referensi

    "4 ways poor sleep affects your immune system." UCLA Health. Diakses pada Oktober 2026

    "How Sleep Affects Your Immune System." Yale Medicine. Diakses pada Oktober 2026

    "Lack of sleep: Can it make you sick?" Mayo Clinic. Diakses pada Oktober 2026

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More