ilustrasi mengisi kegiatan saat puasa. (pexels.com/cottonbro studio)
Meski emosi terasa lebih mudah terpancing saat puasa, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga keseimbangan mood. Salah satunya adalah memperhatikan asupan makanan saat sahur dengan memilih makanan yang dapat melepaskan energi secara perlahan, seperti oatmeal, roti gandum utuh, atau nasi merah, agar kadar gula darah tetap lebih stabil sepanjang hari. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang saat berbuka juga penting agar tubuh tidak merasa terlalu lelah keesokan harinya.
Selain itu, memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum cukup air antara waktu berbuka dan sahur dapat membantu menjaga konsentrasi dan suasana hati. Kualitas tidur juga perlu diperhatikan karena kurang tidur dapat membuat emosi lebih sulit dikendalikan. Dengan menjaga pola makan, hidrasi, dan waktu istirahat, tubuh biasanya akan lebih mudah beradaptasi dengan ritme puasa sehingga suasana hati tetap lebih stabil.
Setelah mengetahui penyebab gampang marah saat puasa menurut sains, artinya kamu harus lebih memperhatikan asupan makanan, minuman, dan waktu istirahat yang cukup. Dengan begitu, emosi selama puasa bisa lebih terkontrol. Last but not least, jangan pernah skip makan sahur, ya!
Referensi
"The health benefits of intermittent fasting". Harvard School of Public Health. Diakses pada Maret 2026.
"How to Stay Calm While Fasting During Ramadan". Johns Hopkins Aramco Healthcare. Diakses pada Maret 2026.