Meningkatkan oksidasi lemak.
Menurunkan trigliserida.
Memperbaiki sensitivitas insulin.
Mitos atau Fakta: Puasa Bisa Turunkan Kolesterol

- Puasa dapat menurunkan kolesterol total, trigliserida, dan meningkatkan HDL pada sebagian orang, terutama yang mengalami penurunan berat badan atau memiliki sindrom metabolik.
- Hasil penelitian tidak selalu konsisten karena efek puasa sangat bergantung pada pola makan, total kalori, serta kondisi metabolik tiap individu.
- Konsumsi lemak jenuh dan gula berlebihan saat berbuka bisa menghambat manfaat puasa terhadap kolesterol, bahkan berpotensi membuat kadar lipid tetap tinggi.
Saat puasa Ramadan, banyak orang berharap hasil cek darahnya ikut membaik, termasuk kadar kolesterol. Logikanya terdengar masuk akal karena pada bulan mulia ini waktu makan berkurang, asupan lemak otomatis lebih sedikit, sehingga kolesterol pun turun. Bahkan, tidak sedikit yang menganggap puasa sebagai cara alami untuk membersihkan pembuluh darah dari lemak berlebih.
Namun, apakah benar puasa selalu berdampak positif pada profil lipid? Ataukah manfaat itu cuma terjadi pada orang-orang tertentu?
Sejumlah penelitian tentang puasa Ramadan dan intermittent fasting memang menunjukkan adanya perbaikan kadar kolesterol pada sebagian orang, tetapi hasilnya tidak selalu konsisten dan sangat dipengaruhi oleh pola makan serta kondisi metabolik masing-masing individu.
Table of Content
Puasa bisa menurunkan kolesterol: bisa mitos, bisa fakta
Jadi, apakah puasa bisa menurunkan kolesterol itu mitos atau fakta, jawabannya adalah fakta, tetapi tidak mutlak.
Sejumlah penelitian tentang puasa Ramadan maupun intermittent fasting menunjukkan adanya perbaikan profil lipid, terutama berupa penurunan kolesterol total dan trigliserida serta peningkatan high-density lipoprotein/HDL (kolesterol baik) pada sebagian partisipan.
Studi melaporkan bahwa pola intermittent fasting dapat memperbaiki parameter lipid, khususnya pada individu dengan kelebihan berat badan atau sindrom metabolik.
Beberapa tinjauan mengenai puasa Ramadan juga menemukan kecenderungan penurunan kolesterol total dan low-density lipoprotein/LDL (kolesterol jahat) setelah satu bulan berpuasa.
Namun, hasil tersebut tidak selalu konsisten pada semua penelitian. Pada sebagian orang, perubahan kadar kolesterol tidak signifikan, terutama jika berat badan tidak berubah atau pola makan saat berbuka tinggi lemak jenuh dan gula.
Artinya, puasa memang berpotensi membantu menurunkan kolesterol, tetapi efeknya sangat bergantung pada kualitas asupan, total kalori, serta kondisi metabolik masing-masing individu.
Kenapa kolesterol bisa turun?

Secara fisiologis, saat puasa tubuh beralih dari menggunakan glukosa menjadi lemak sebagai sumber energi. Proses ini dapat:
Jika puasa disertai penurunan berat badan, efek terhadap kolesterol biasanya lebih terlihat. Artinya, yang berperan bukan hanya puasanya, tetapi juga defisit energi dan kualitas asupan.
Namun, kenapa ada orang yang selama puasa kadar kolesterolnya tidak turun? Berikut sejumlah alasannya:
Makan berlebihan saat berbuka.
Konsumsi gorengan, santan, dan gula berlebihan.
Mengalami kenaikan berat badan selama Ramadan.
Pada kondisi ini, profil lipid justru bisa tetap tinggi atau bahkan meningkat.
Puasa bisa membantu menurunkan kolesterol, tetapi bukan jaminan. Efeknya tergantung pada pola makan saat waktu makan, total asupan kalori, berat badan, dan kondisi metabolik dari individu.
Jika dilakukan dengan pola makan seimbang, puasa berpotensi memperbaiki profil lipid. Namun, jika diisi dengan konsumsi lemak jenuh dan gula berlebihan, manfaat tersebut bisa hilang.
Referensi
Ahmed, Naseer, Javeria Farooq, Hasan Salman Siddiqi, Sultan Ayoub Meo, Bibi Kulsoom, Abid H. Laghari, Humaira Jamshed, and Farooq Pasha. “Impact of Intermittent Fasting on Lipid Profile–A Quasi-Randomized Clinical Trial.” Frontiers in Nutrition 7 (February 1, 2021): 596787.
Sharma, Aradhna, Perveen Akhtar, Amir Kazmi, and Tarun Sharma. “Effects of Ramadan Fasting on Serum Lipid Profile.” Journal of Family Medicine and Primary Care 9, no. 5 (January 1, 2020): 2337.
Lu, Ling, Xi Chen, Sho Liou, and Xiuping Weng. “The Effect of Intermittent Fasting on Insulin Resistance, Lipid Profile, and Inflammation on Metabolic Syndrome: A GRADE Assessed Systematic Review and Meta-analysis.” Journal of Health Population and Nutrition 44, no. 1 (August 18, 2025): 293.
Motiwala, Zayna, Pritul Sarker, and Oleksii Hliebov. “Effect of Ramadan Fasting on Blood Lipid Profile Among Populations in the South Asia Region: A Systematic Review and Meta-Analysis.” Cureus 17, no. 6 (June 18, 2025): e86309.
Putri, I Dewa Ayu Mirah Pramesti. “Pengaruh Puasa Intermiten Terhadap Rasio Triglyceride/High Density Lipoprotein Pada Obesitas,” 2025.
Popiolek-Kalisz, Joanna, and Adrian Kwasny. “The Impact of Intermittent Fasting on Lipid Profile – an Umbrella Review.” Nutrition Metabolism and Cardiovascular Diseases 36, no. 3 (November 21, 2025): 104472.




![[QUIZ] Tebak Seperti Apa Partner HYROX Kamu dari Zodiaknya](https://image.idntimes.com/post/20251209/upload_8eb05979525a150975c859a7b7a1626c_27e3fcc6-9d2c-4b54-9159-89c672ab3360.png)



![[QUIZ] Pilih Hidangan Seafood Favoritmu, Kami Tebak Kepribadianmu](https://image.idntimes.com/post/20260116/brett-wharton-jatwcf0oahe-unsplash_42c1ae7b-19fd-4108-a905-6521870cf3ba.jpg)






![[QUIZ] Matamu Sehat atau Rabun? Tes dengan Tebak Karakter Upin & Ipin dari Siluetnya](https://image.idntimes.com/post/20250519/1000008633-573aa37ad6c115e82c0f9cac0f446fd8.jpg)


