ilustrasi makan-makan saat Lebaran (pexels.com/David Tumpal)
Mengonsumsi santan pada dasarnya tetap aman selama tidak berlebihan dan disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Sebaiknya makanan bersantan dipadukan dengan sayuran serta buah-buahan yang tinggi serat. Selain itu, mencukupi asupan air putih juga berperan penting dalam menjaga kelancaran sistem pencernaan.
Hindari konsumsi santan secara berlebihan dalam waktu berdekatan, terutama saat momen tertentu seperti Lebaran. Mengolah santan dengan cara yang lebih ringan, seperti tidak terlalu kental, juga bisa membantu mengurangi beban pencernaan. Dengan pola makan yang seimbang, santan tetap bisa dinikmati tanpa khawatir menyebabkan sembelit.
Santan bukanlah musuh bagi pencernaan selama dikonsumsi dengan bijak dan seimbang. Kunci utamanya terletak pada pola makan sehat, cukup serat, serta asupan cairan yang terpenuhi setiap hari. Jadi, kamu tetap bisa menikmati hidangan bersantan tanpa rasa khawatir, asalkan tahu batas dan kebutuhan tubuhmu.
Referensi
“Peranan Virgin Coconut Oil pada Pelayanan Gizi Klinik.” Wal’afiat Hospital Journal. Diakses Maret 2026.
“Kualitas Fisik Santan Bubuk dengan Penambahan Emulsifier Lesitin dan Pengisi Dekstrin.” Jurnal Teknologi Pangan. Diakses Maret 2026.
“Peningkatan Umur Simpan Produk Santan Kelapa dengan Aplikasi Bahan Tambahan Pangan dan Teknik Pasteurisasi.” Jurnal Mutu Pangan. Diakses Maret 2026.
“Pengujian Kadar Air, Kadar Asam Lemak Bebas dan Tingkat pH pada Santan Kelapa Cream.” Jurnal Agroindustri Pangan. Diakses Maret 2026.