"Lipid oxidation induced by heating in chicken meat and the relationship with oxidants and antioxidant enzymes activities" ELSEVIER. Diakses pada Maret 2026
"How To Lower Cholesterol After Eating Opor Which Is Warmed Several Times" VOI. Diakses pada Maret 2026
"The dangers of fatty foods excessive consumption during Eid al-Fitr" UNAIR. Diakses pada Maret 2026
Mengapa Opor Ayam Lebaran Lebih Tinggi Lemak saat Dipanaskan?

- Pemanasan ulang opor ayam membuat lemak lebih mudah terserap tubuh karena kuah jadi pekat, sehingga asupan lemak meningkat tanpa disadari dan bisa memengaruhi keseimbangan energi harian.
- Santan yang dipanaskan berulang meningkatkan kadar lemak jenuh dan kolesterol, terutama jika dikonsumsi terus-menerus selama Lebaran tanpa diimbangi serat atau aktivitas fisik.
- Opor yang sering dipanaskan menyebabkan perut cepat begah dan kalori sulit dikontrol, sehingga berisiko menambah berat badan bila tidak diatur porsi serta cara pemanasannya.
Makanan Lebaran seperti opor ayam sering jadi menu wajib yang sulit ditolak, apalagi ketika kuahnya semakin kental setelah dipanaskan ulang. Banyak yang mengira rasanya hanya makin gurih, padahal ada perubahan yang berpengaruh pada kandungan lemaknya.
Proses pemanasan ulang membuat opor tidak lagi sama seperti saat pertama dimasak, terutama dari sisi dampaknya ke tubuh. Lemak bisa terasa lebih berat dan meninggalkan efek tertentu setelah dikonsumsi. Berikut penjelasan yang perlu dipahami agar konsumsi makanan Lebaran tetap lebih aman.
1. Pemanasan ulang membuat lemak lebih mudah masuk ke tubuh

Saat opor dipanaskan kembali, tekstur kuah berubah menjadi lebih pekat dan licin. Kondisi ini membuat lemak terasa lebih menyatu dengan makanan yang dikonsumsi. Akibatnya, lemak lebih mudah masuk ke dalam tubuh tanpa terasa berlebihan. Banyak orang tidak sadar sudah mengonsumsi lemak lebih banyak dari biasanya.
Efeknya bisa terasa setelah makan, seperti cepat kenyang tetapi juga cepat lemas. Hal ini terjadi karena tubuh menerima asupan lemak dalam jumlah lebih tinggi sekaligus. Jika terjadi berulang, kondisi ini dapat memengaruhi keseimbangan energi harian. Inilah alasan opor yang dipanaskan sering terasa lebih “mengenyangkan tapi berat”.
2. Santan yang dipanaskan kembali membuat kolesterol lebih cepat naik

Santan dalam opor mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Ketika dipanaskan ulang, jumlah lemak yang ikut dikonsumsi biasanya meningkat tanpa disadari. Hal ini dapat berpengaruh pada kadar kolesterol dalam tubuh. Terutama jika dikonsumsi dalam beberapa hari berturut-turut.
Kenaikan kolesterol tidak selalu langsung terasa, tetapi dampaknya bisa menumpuk. Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko memicu gangguan pembuluh darah. Apalagi jika tidak diimbangi dengan asupan serat atau aktivitas fisik. Jadi, bukan hanya soal satu kali makan, tetapi kebiasaan selama Lebaran.
3. Opor yang dipanaskan membuat perut lebih mudah terasa begah
Banyak orang merasa perut penuh setelah makan opor yang sudah dipanaskan. Sensasi ini bukan hanya karena porsinya, tetapi juga karena kandungan lemaknya lebih tinggi. Lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna tubuh. Akibatnya, perut terasa berat lebih lama.
Pada beberapa orang, kondisi ini juga bisa memicu rasa tidak nyaman di lambung. Bahkan bisa membuat nafsu makan berikutnya terganggu. Jika dibiarkan, pola makan selama Lebaran menjadi tidak terkontrol. Padahal, rasa begah ini sebenarnya sinyal tubuh untuk berhenti.
4. Pemanasan berulang membuat kalori lebih sulit dikontrol
Opor yang dipanaskan ulang biasanya mengalami pengurangan kuah, sehingga terlihat lebih kental. Hal ini membuat kalori dalam satu porsi menjadi lebih padat. Tanpa disadari, jumlah energi yang masuk ke tubuh jadi lebih besar. Padahal porsinya terlihat sama.
Kondisi ini berisiko menyebabkan kelebihan asupan kalori. Jika tidak diimbangi aktivitas, tubuh akan menyimpannya sebagai lemak. Dalam beberapa hari saja, berat badan bisa meningkat. Ini yang sering terjadi setelah momen Lebaran.
5. Cara memanaskan opor menentukan dampaknya ke kesehatan

Banyak orang memanaskan opor sampai mendidih lama agar terasa lebih enak. Cara ini justru membuat kandungan lemak semakin dominan. Semakin lama dipanaskan, semakin berat efeknya ke tubuh. Apalagi jika dilakukan berkali-kali.
Lebih baik memanaskan secukupnya dan tidak berulang kali. Ambil porsi sesuai kebutuhan, lalu panaskan sekali saja. Cara ini membantu mengurangi penumpukan lemak yang tidak perlu. Tubuh pun tidak terlalu terbebani setelah makan.
Makanan Lebaran tetap bisa dinikmati tanpa rasa khawatir jika cara mengolah dan memanaskannya diperhatikan dengan baik. Opor ayam yang dipanaskan ulang memang terasa lebih nikmat, tetapi juga membawa perubahan pada kandungan lemaknya. Memahami hal ini bisa membantu menjaga tubuh tetap nyaman selama Lebaran. Jadi, masih ingin menghangatkan opor berkali-kali tanpa pikir panjang?
Referensi


![[QUIZ] Latihan Kardio Pilihanmu Bisa Ungkap Siapa Dirimu Sebenarnya](https://image.idntimes.com/post/20250717/5593_035c0cfe-bc9b-4152-a4fa-a826ddc77043.jpg)






![[QUIZ] Seberapa Lelah Matamu? Tes dengan Tebak Member CORTIS](https://image.idntimes.com/post/20251201/1000160253_f4071eb6-6aa0-408f-a674-0a5406a62797.jpg)




![[QUIZ] Dari Kebiasaanmu saat Bangun Tidur, Ini Kondisi Ritme Sirkadianmu](https://image.idntimes.com/post/20250603/pexels-pavel-danilyuk-6443369-8027d4707702ff9f54da0e7e4e88e67d-3602e131abafebceb49c303729636eea.jpg)



