Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Buah Rendah Gula untuk Penderita Diabetes, Aman dan Sehat
ilustrasi buah-buahan (freepik.com/mdjaff)
  • Banyak penderita diabetes masih ragu makan buah, padahal beberapa jenis seperti apel, pir, dan stroberi memiliki kadar gula rendah serta aman dikonsumsi dengan cara yang tepat.
  • Buah seperti alpukat, jeruk utuh, kiwi, dan jambu biji menawarkan serat tinggi serta indeks glikemik rendah yang membantu menjaga kestabilan gula darah tanpa mengorbankan rasa segar alami.
  • Kunci konsumsi buah bagi penderita diabetes adalah memilih jenis rendah gula dan menghindari tambahan pemanis agar manfaat serat, vitamin, dan antioksidannya tetap optimal untuk tubuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tidak sedikit yang beranggapan bahwa penderita diabetes harus sepenuhnya menghindari buah karena rasanya yang manis, padahal pemikiran tersebut tidak sepenuhnya tepat. Di balik rasa manisnya, terdapat beberapa jenis buah yang justru memiliki kadar gula lebih rendah dan tetap aman dikonsumsi jika dipilih dengan bijak. Sayangnya, keterbatasan informasi kerap membuat sebagian orang merasa ragu, bahkan takut menikmati buah sama sekali.

Padahal, buah tetap penting karena mengandung serat, vitamin, dan antioksidan yang dibutuhkan tubuh setiap hari. Kuncinya bukan menghindari, melainkan memahami mana pilihan yang tepat dan bagaimana cara mengonsumsinya. Nah, sebelum kamu asal pilih, yuk kenali daftar buah rendah gula yang aman dan tetap menyehatkan untuk penderita diabetes.

1. Apel si manis yang masih aman untuk gula darah

ilustrasi apel (pexels.com/Suzy Hazelwood)

Sering kali buah yang terasa manis langsung dicurigai bisa bikin gula darah naik drastis, termasuk apel yang umum dikonsumsi sehari-hari. Padahal, apel termasuk buah dengan indeks glikemik rendah sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat. Kandungan serat di dalamnya juga membantu memperlambat penyerapan gula dalam tubuh.

Jika dikonsumsi dengan cara yang tepat, apel justru bisa jadi camilan sehat di sela aktivitas harian. Kamu bisa menikmatinya langsung tanpa tambahan gula atau memotongnya sebagai bekal praktis saat bekerja. Jadi, tidak perlu ragu, selama porsinya wajar dan cara makannya benar, apel tetap aman untuk dikonsumsi.

2. Pir yang lembut dan bersahabat untuk gula darah

ilustrasi buah pir (freepik.com/azerbaijan_stockers)

Banyak yang belum sadar kalau pir juga termasuk buah yang relatif aman untuk penderita diabetes. Rasanya memang manis, tapi kandungan seratnya cukup tinggi sehingga membantu menjaga kadar gula tetap stabil. Saat dikonsumsi perlahan, pir bisa memberi rasa kenyang lebih lama dan mencegah keinginan ngemil berlebihan.

Hal ini penting terutama buat kamu yang sedang berusaha menjaga pola makan tetap terkontrol setiap hari. Sebagai alternatif, pir bisa dijadikan camilan sore yang lebih sehat dibandingkan makanan dengan kadar gula tinggi. Dengan pilihan seperti ini, kamu tetap bisa menikmati rasa manis tanpa perlu khawatir.

3. Stroberi dengan manfaat yang gak main-main

ilustrasi stroberi (freepik.com/jcomp)

Buah kecil seperti stroberi sering dianggap aman, tapi masih banyak yang ragu karena rasanya tetap manis. Faktanya, stroberi memiliki kandungan gula yang relatif rendah dibanding banyak buah lain. Selain itu, stroberi kaya akan antioksidan yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Kalau dikonsumsi tanpa tambahan gula maupun sirup, manfaat alaminya bisa dirasakan secara maksimal. Buah ini bisa dinikmati langsung atau dijadikan pelengkap yogurt tanpa pemanis sebagai camilan yang lebih sehat. Dengan cara ini, rasa manis tetap bisa dinikmati tanpa meningkatkan risiko bagi kesehatan.

4. Alpukat pilihan rendah gula yang mengenyangkan

ilustrasi alpukat (pixabay.com/JohnyVid)

Tidak semua buah identik dengan rasa manis, dan alpukat jadi salah satu contohnya. Justru karena rendah gula, alpukat sangat cocok untuk penderita diabetes. Kandungan lemak sehat di dalamnya membantu menjaga rasa kenyang lebih lama dan mengontrol nafsu makan.

Tidak sedikit yang masih mengonsumsi alpukat dengan tambahan gula atau susu kental manis, padahal kebiasaan ini justru dapat mengurangi nilai kesehatannya. Sebagai pilihan yang lebih baik, alpukat bisa disantap langsung atau diolah menjadi smoothie tanpa pemanis tambahan. Jika dikonsumsi dengan cara yang tepat, alpukat dapat menjadi pilihan yang aman sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama.

5. Jeruk segar yang tetap aman dikonsumsi

ilustrasi jeruk yang sudah dikupas (pixabay.com/NoName_13)

Jeruk sering dihindari karena rasanya yang manis dan segar, apalagi jika diminum dalam bentuk jus. Padahal, jeruk utuh memiliki serat yang membantu memperlambat penyerapan gula. Masalah biasanya muncul ketika jeruk diolah menjadi jus dan ditambahkan gula berlebih.

Dalam situasi tersebut, kadar gula darah berpotensi meningkat lebih cepat dari biasanya. Oleh sebab itu, mengonsumsi jeruk dalam bentuk utuh menjadi pilihan yang lebih bijak. Dengan cara ini, kamu masih bisa merasakan kesegarannya tanpa rasa cemas berlebihan.

6. Kiwi asam segar yang ramah untuk diabetes

ilustrasi buah kiwi (pixabay.com/stevepb)

Kiwi mungkin bukan buah yang paling sering dikonsumsi sehari-hari, tapi manfaatnya tidak bisa diremehkan. Rasa asam segarnya menandakan kandungan gula yang lebih rendah dibanding buah yang sangat manis. Selain itu, kiwi juga kaya serat dan vitamin yang baik untuk kesehatan tubuh.

Sebagian orang masih merasa asing dengan kiwi karena cita rasanya yang berbeda dari buah pada umumnya. Padahal, kiwi bisa menjadi alternatif sehat untuk menambah variasi agar tidak bosan dengan pilihan buah yang sama. Memasukkan kiwi ke dalam menu harian dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu menjaga pola makan tetap seimbang.

7. Jambu biji yang sering diremehkan tapi kaya manfaat

ilustrasi jambu biji (pexels.com/sha ima)

Jambu biji sering dianggap buah biasa yang kurang menarik dibanding pilihan lain yang lebih populer. Padahal, buah ini memiliki kandungan gula yang relatif rendah dan kaya serat yang baik untuk membantu mengontrol kadar gula darah. Selain itu, jambu biji juga tinggi vitamin C yang mendukung daya tahan tubuh tetap optimal.

Banyak orang mengonsumsinya menjadi jus dengan tambahan gula, padahal kebiasaan ini justru dapat mengurangi manfaat alaminya. Akan lebih disarankan jika jambu biji dikonsumsi langsung atau diolah tanpa tambahan pemanis agar nutrisinya tetap terjaga. Dengan cara konsumsi yang tepat, jambu biji bisa menjadi pilihan praktis yang membantu menjaga kestabilan gula darah.

Menjaga gula darah tetap stabil bukan berarti harus berhenti menikmati buah sepenuhnya. Selama tahu cara memilih dan mengonsumsinya dengan bijak, buah tetap bisa jadi bagian dari pola makan sehat sehari-hari. Jadi, mulai sekarang gak perlu ragu lagi, pilih buah yang tepat dan nikmati tanpa rasa khawatir.

Referensi

“Efektivitas Pemberian Buah Apel Manalagi terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah.” Jurnal Riset Gizi. Diakses April 2026.

“Effect of Fruit on Glucose Control in Diabetes Mellitus: A Meta-Analysis of Nineteen Randomized Controlled Trials.” PubMed Central (PMC). Diakses April 2026.

“Efektivitas Penambahan Buah terhadap Kadar Gula Darah pada Diabetes Tipe 2.” Jurnal Riset Gizi. Diakses April 2026.

“Pengaruh Pemberian Beberapa Jenis Buah terhadap Kontrol Glukosa Darah pada Diabetes Mellitus.” Jurnal ABDIMAS Indonesia. Diakses April 2026.

“Evaluasi Kandungan Glukosa dan Indeks Glikemik pada Sumber Karbohidrat.” Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia. Diakses April 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team