Comscore Tracker

Tips Sahur dan Buka Puasa untuk Ibu Hamil, yuk Praktikkan! 

Puasa lancar, kehamilan aman

Menjalani puasa Ramadan bisa menjadi pengalaman yang berbeda-beda bagi setiap ibu hamil. Beberapa ibu hamil merasa dirinya cukup sehat dan sangat mampu menjalani ibadah puasa dengan baik, sementara sebagian lainnya khawatir akan dampak puasa terhadap kesehatannya atau pertumbuhan janinnya.

Bagaimanapun kondisi ibu hamil, ada baiknya untuk selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan atau bidan untuk mengetahui apakah aman bagi ibu hamil untuk berpuasa.

Bagi ibu hamil yang diperbolehkan untuk berpuasa, mereka perlu lebih memerhatikan kebiasaan sahur dan berbuka untuk memastikan kesehatan diri sendiri dan calon bayi. Nah, di sini, kita akan membahas apa saja tips sahur dan buka puasa untuk ibu hamil. Baca penjelasannya sampai tuntas, ya!

1. Minum cukup cairan saat sahur dan berbuka

Tips Sahur dan Buka Puasa untuk Ibu Hamil, yuk Praktikkan! ilustrasi minum air putih (pexels.com/Daria Shevtsova)

Ibu hamil perlu minum lebih banyak air karena ini diperlukan untuk membentuk plasenta yang memberikan semua nutrisi yang dibutuhkan bayi yang sedang tumbuh, dikutip dari laman Chennai Gynecologist. Tanpa air yang cukup, ibu dapat mengalami dehidrasi, yang menyebabkan cairan ketuban rendah, produksi ASI rendah, bahkan kelahiran prematur

Untuk memastikan tubuh tetap terhidrasi, ibu hamil perlu minum banyak air dari buka puasa, sepanjang malam, dan sahur. Makanan yang tinggi kandungan air, seperti buah-buahan dan sayuran segar, juga bisa menjadi pilihan yang baik untuk tetap terhidrasi. Sup, jus, smoothie, dan milkshake juga menjadi pilihan yang lebih sehat untuk mendapatkan cairan yang cukup.

2. Hindari minuman berkafein saat sahur

Laman Baby Centre menyarankan ibu hamil yang rutin mengonsumsi minuman berkafein, seperti kopi atau teh, untuk berhenti meminumnya beberapa hari sebelum puasa. Ini berguna untuk mencegah sakit kepala selama puasa sebagai efek samping dari berhenti minum minuman yang mengandung kafein.

Kafein selama bulan puasan sebaiknya dihindari karena memiliki sifat astringen dan dapat mengganggu hidrasi. Untuk ibu hamil yang tidak bisa lepas dari kafein, pastikan tidak mengonsumsinya lebih dari 200 miligram (mg) kafein sehari, yaitu sekitar dua cangkir.

Selain itu, sebaiknya hindari mengonsumsi minuman berkafein saat sahur karena ini akan menyebabkan buang air kecil terus-menerus dan cepat haus.

Amannya, kopi bisa diminum saat berbuka puasa setelah mengisi perut dengan cukup makanan. Akan tetapi, hindari minum kopi terlalu malam karena bisa menyebabkan sulit tidur.

3. Sahur dan berbuka dengan makanan seimbang

Tips Sahur dan Buka Puasa untuk Ibu Hamil, yuk Praktikkan! ilustrasi salad (pixabay.com/RitaE)

Dilansir Tommy's, hidangan sahur dan berbuka bagi ibu hamil harus mengandung nutrisi yang seimbang, seperti karbohidrat, protein, vitamin, dan serat.

Karbohidrat kompleks melepaskan energi lebih lambat sehingga ibu hamil merasa kenyang lebih lama. Protein dan lemak sehat juga membantu membuat ibu hamil merasa kenyang dan berenergi. Sementara itu, serat membantu mencegah sembelit dan masalah pencernaan lain yang merupakan masalah umum bagi ibu hamil dan orang yang berpuasa.

Berikut ini beberapa contoh makanan yang cocok dikonsumsi saat sahur dan berbuka:

  • Makanan berenergi slow-release: Pasta gandum, sereal berbasis oat, kacang-kacangan, dan roti gandum.
  • Makanan kaya akan protein: Daging tanpa telur, kacang-kacangan, dan telur.
  • Makanan tinggi lemak sehat: Alpukat, ikan berlemak, biji rami, dan minyak zaitun.
  • Makanan sumber serat: Brokoli, apel, nasi merah, dan kacang arab.

Baca Juga: Puasa Bisa Meningkatkan Imun Tubuh berkat Regenerasi Sel

4. Berbuka dengan beberapa porsi makanan kecil

Kualitas dan kuantitas makanan harus sangat diperhatikan ibu hamil saat berbuka. Makan makanan tinggi gula dan garam dalam porsi besar saat berbuka puasa dapat membuat tubuh stres, menyebabkan gangguan pencernaan, dan penambahan berat badan yang berlebihan.

Sebaliknya, makan makanan bergizi dalam porsi kecil akan mencegah perasaan tidak nyaman saat berbuka dan penambahan berat badan berlebih. Makan beberapa porsi makanan kecil, seimbang, dan bergizi sejak berbuka puasa lebih dianjurkan daripada berbuka puasa dengan satu porsi makanan berat sekaligus untuk mencegah gejala seperti sembelit, sakit kepala, kembung, atau lesu.

5. Ketahui makanan dan minuman yang harus dihindari saat berbuka

Tips Sahur dan Buka Puasa untuk Ibu Hamil, yuk Praktikkan! ilustrasi kentang goreng (pixabay.com/Ande_Hazel)

Ada beberapa minuman dan makanan yang perlu dihindari saat berbuka puasa karena akan menyebabkan berbagai ketidaknyamanan. Berikut daftarnya: 

  • Kopi: Hindari langsung berbuka dengan kopi karena akan memperparah dehidrasi dan memicu lonjakan asam lambung. Boleh minum kopi setelah makan, tetapi penting untuk membatasi asupannya.
  • Makanan asam atau berminyak: Ini bisa memicu lonjakan asam lambung dan berbagai gangguan pencernaan.
  • Terlalu banyak makanan dan minuman manis: Ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah seketika. Ini akan memberikan dorongan energi langsung, tetapi tidak bertahan lama dan kamu pun akan merasa lemas dan mengantuk setelahnya.
  • Makanan apa pun yang tidak aman selama kehamilan: Misalnya, telur dan daging mentah, ikan tinggi merkuri, susu dan produk susu yang tidak dipasterurisasi, dan kecambah mentah.

6. Jangan melewatkan makan sahur

Beberapa orang mungkin memilih untuk melewatkan makan sahur dengan alasan agar bisa mendapatkan tidur yang cukup. Namun, sebenarnya, sangat penting untuk sahur sebelum berpuasa, terlebih bagi ibu hamil.

Dilansir Homage, melewatkan makan sahur dapat membuat kamu merasa lesu sepanjang hari karena memiliki lebih sedikit energi. Saat kamu mengawali puasa dengan makan sahur, kamu mendapatkan nutrisi yang akan membantu kamu memiliki lebih banyak energi. Jadi, pastikan makan dalam porsi yang pas dan seimbang selama sahur untuk mencegah kelemahan dan dehidrasi sepanjang hari.

7. Tetap konsumsi suplemen kehamilan

Tips Sahur dan Buka Puasa untuk Ibu Hamil, yuk Praktikkan! ilustrasi suplemen prenatal (pexels.com/Artem Podrez)

Kebanyakan ibu hamil akan diberi suplemen asam folat dan zat besi oleh dokter kandungan atau bidan. Menurut laman Mayo Clinic, kebutuhan asam folat dan zat besi meningkat selama kehamilan, karena:

  • Asam folat berperan untuk menurunkan risiko cacat tabung saraf, suatu kelainan serius pada otak janin dan sumsum tulang belakang. 
  • Zat besi penting untuk mendukung perkembangan plasenta dan janin. Zat besi membantu tubuh membuat darah untuk memasok oksigen ke janin dan mencegah anemia pada ibu hamil.

Meskipun berpuasa, ibu hamil tetap perlu mengonsumsi suplemen prenatal setiap harinya. Tanyakan kepada dokter atau bidan berapa banyak dosis yang dibutuhkan dan kapan waktu terbaik untuk mengonsumsinya.

Semoga informasi tips sahur dan buka puasa untuk ibu hamil di atas bisa membantu kamu yang sedang mengandung agar dapat menjalani ibadah puasa dengan aman dan tanpa hambatan. Jika kamu ragu perihal dampak puasa terhadap kondisimu, jangan ragu untuk bicara dengan dokter tentang semua kekhawatiranmu dan mintalah saran darinya.

Baca Juga: 5 Perubahan pada Payudara selama Kehamilan, Semuanya Normal

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya