Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Jenis Latihan yang Aman untuk Pasien Lupus agar Tetap Bugar
ilustrasi seorang pasien lupus melakukan latihan squat (pexels.com/MART PRODUCTION)
  • Pasien lupus disarankan tetap berolahraga dengan memilih latihan ringan agar tubuh bugar, sendi fleksibel, dan stres berkurang tanpa memperburuk gejala.
  • Tujuh latihan aman meliputi squat, high lunge, plank, reverse crunch, bridge, tree pose, dan alternating lunges yang membantu kekuatan serta stabilitas tubuh.
  • Latihan harus dilakukan perlahan dengan teknik benar, hindari intensitas tinggi, dan konsultasikan pada profesional kesehatan untuk panduan serta modifikasi sesuai kondisi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi pasien lupus, berolahraga sering kali terasa seperti tantangan besar. Tubuh yang mudah lelah, nyeri sendi, hingga otot kaku membuat banyak pasien khawatir aktivitas fisik justru akan memperburuk kondisi. Padahal, jika jenis dan intensitasnya tepat, olahraga bisa membantu menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan fleksibilitas sendi, sekaligus mengurangi stres yang kerap memicu kekambuhan atau perburukan gejala.

Karena itu, penting bagi pasien lupus untuk memilih latihan yang aman dan tidak memberi tekanan berlebihan pada tubuh. Aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki, yoga, berenang, atau stretching bisa menjadi pilihan yang lebih ramah bagi sendi dan otot.

Selain membantu menjaga kesehatan jantung dan kekuatan otot, latihan yang sesuai juga dapat meningkatkan kualitas tidur serta membuat tubuh terasa lebih bertenaga dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

1. Squat

Latihan ini meningkatkan stabilitas dan kekuatan inti sambil menargetkan otot bokong, paha depan, dan paha belakang untuk mengembangkan kekuatan tubuh bagian bawah. Berikut cara melakukan squat dengan benar:

  1. Berdiri dengan kaki selebar pinggul atau sedikit lebih lebar.

  2. Angkat lengan setinggi bahu di depan tubuh.

  3. Tekuk lutut untuk menurunkan tubuh ke posisi squat.

  4. Berhenti sejenak sebelum kembali ke posisi awal.

  5. Lakukan 1–3 set dengan 8–12 repetisi.

2. High lunge

Latihan ini sangat baik untuk meningkatkan kekuatan, keseimbangan, dan stabilitas. Begini cara melakukannya:

  1. Berdiri dengan kaki selebar pinggul.

  2. Langkahkan kaki kiri ke depan, sejajarkan lutut tepat di atas atau sedikit di belakang pergelangan kaki.

  3. Tekuk kedua lutut hingga lutut belakang berada tepat di atas lantai.

  4. Luruskan tulang belakang dan aktifkan otot inti untuk stabilitas.

  5. Dorong melalui tumit depan untuk kembali ke posisi awal.

  6. Ulangi di sisi yang berlawanan.

  7. Lakukan 1–3 set dengan 8-12 repetisi.

3. Plank

ilustrasi seorang pasien lupus melakukan latihan plank (pexels.com/Marta Wave)

Latihan ini memperkuat bahu, otot inti, dan otot paha belakang. Ini juga meningkatkan stabilitas sendi. Cara melakukannya:

  1. Mulailah dengan posisi merangkak, dengan tangan tepat di bawah bahu.

  2. Luruskan kaki dan angkat tumit, angkat pinggul untuk meluruskan tulang belakang.

  3. Aktifkan otot perut, lengan, dan kaki untuk menciptakan stabilitas.

  4. Luruskan bagian belakang leher dan lepaskan ketegangan di bahu.

  5. Tahan posisi ini hingga 1 menit.

  6. Ulangi 1–3 kali.

4. Reverse crunch

Reverse crunch lebih fokus melatih otot perut bagian bawah dan cenderung memberi tekanan lebih kecil pada leher dibanding sit-up biasa.

Selain membantu memperkuat core, reverse crunch juga bisa meningkatkan stabilitas tubuh dan memperbaiki postur jika dilakukan dengan teknik yang benar.

Cara melakukannya:

  1. Berbaring telentang di lantai atau matras yoga.

  2. Tekuk lutut dan letakkan kaki di lantai. Rentangkan lengan lurus ke bawah di lantai di samping. 

  3. Perlahan bawa lutut ke arah dada, angkat pinggul sedikit, lalu turunkan kaki ke posisi awal dan ulangi. 

5. Bridge

Bridge adalah latihan sederhana yang dilakukan dengan mengangkat pinggul dari lantai hingga tubuh membentuk garis lurus dari bahu ke lutut. Gerakan ini efektif untuk memperkuat otot bokong, punggung bawah, dan core tanpa memberi tekanan berlebihan pada sendi.

Selain membantu meningkatkan stabilitas tubuh, bridge juga sering digunakan untuk memperbaiki postur dan mengurangi ketegangan pada area pinggang. Cara melakukannya:

  1. Berbaring telentang di lantai atau matras yoga. 

  2. Tekuk lutut dan letakkan kaki di lantai; rentangkan lengan lurus ke bawah di lantai di samping. 

  3. Angkat pinggul hingga tubuh membentuk garis dari lutut ke dada; tahan pinggul selama 5 detik, lalu turunkan ke posisi awal dan ulangi.

6. Tree pose

ilustrasi tree pose (pexels.com/Yan Krukau)

Pose ini berfokus pada keseimbangan, kekuatan, dan stabilitas. Pose ini juga mendorong relaksasi, membantu menenangkan pikiran, dan dapat mengembalikan rasa tenang batin. Cara melakukannya:

  1. Dari posisi berdiri, pindahkan berat badan ke kaki kiri.

  2. Perlahan angkat kaki kanan dari lantai.

  3. Putar telapak kaki kanan menghadap bagian dalam kaki kiri.

  4. Letakkan kaki di pergelangan kaki bagian luar, betis, atau paha. Hindari meletakkan kaki langsung di lutut.

  5. Letakkan tangan dalam posisi yang nyaman.

  6. Tahan posisi ini hingga 1 menit.

  7. Ulangi di sisi yang berlawanan.

7. Alternating lunges

Alternating lunges adalah latihan yang dilakukan dengan melangkahkan kaki secara bergantian ke depan atau belakang sambil menurunkan tubuh hingga lutut menekuk. Gerakan ini membantu memperkuat otot paha, bokong, dan betis sekaligus melatih keseimbangan tubuh.

Jika dilakukan perlahan dengan teknik yang tepat, alternating lunges juga dapat meningkatkan fleksibilitas dan stabilitas sendi kaki.

Cara melakukannya:

  1. Berdiri dengan kaki rapat dan tangan di pinggul. 

  2. Ambil langkah besar ke depan dengan kaki kanan dan tekuk lutut. Bangkitlah sambil melangkah kembali ke posisi awal. 

  3. Ulangi, melangkah ke depan dengan kaki kiri, lalu kembali ke posisi awal. 

Mengembangkan rutinitas kebugaran dapat membantu mengelola gejala lupus dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. Olahraga teratur memberikan manfaat fisik, seperti peningkatan mobilitas, peningkatan kenyamanan, dan rasa tenang yang lebih besar.

Hindari pengerahan tenaga berlebihan, latihan intensitas tinggi, dan aktivitas yang dapat menyebabkan nyeri atau ketegangan. Prioritaskan latihan ringan dan berdampak rendah yang sesuai dengan kebutuhan. Konsultasikan dengan profesional kesehatan untuk panduan dan rekomendasi yang dipersonalisasi, termasuk modifikasi dan kiat keselamatan.

Referensi

Healthline. "5 Ways to Exercise Safely If You Have Lupus." Diakses pada Mei 2026.

Lupus Foundation of America. "A Low-Impact Exercise Routine for Lupus." Diakses pada Mei 2026.

Editorial Team