gambar seorang pria sedang berlari (unsplash.com/Jenny Hill)
Mayoritas orang melakukan olahraga lari pada pagi hari. Namun dengan jadwal aktivitas yang padat, gak jarang bikin kita jadi gak sempat olahraga. Alih-alih pagi, gak sedikit orang yang mengalihkan aktivitas ini di sore atau malam hari. Dilansir The Run Experience, baik lari pagi, sore, atau malam hari semuanya memiliki kelebihannya masing-masing.
Lari di pagi hari misalnya dapat membantu membakar lebih banyak kalori jika dilakukan dalam keadaan perut kosong. Lari pagi juga membantu meningkatkan metabolisme tubuh, dan membuat suasana hati jadi lebih baik. Namun bagi orang yang terbiasa tidur larut, bangun pagi untuk berlari jelas akan mengurangi waktu tidur kamu. Otot juga cenderung lebih kaku di pagi hari sehingga meningkatkan risiko terjadinya cedera.
Sementara itu, lari di sore hari dapat membantu meredakan stres yang dirasakan setelah beraktivitas seharian. Kebanyakan orang juga memiliki banyak waktu di sore hari sehingga acara lari sore akan terasa lebih santai. Sayangnya, gak sedikit orang merasa kelelahan di sore hari, dan jika dilakukan terlalu larut, aktivitas ini juga bisa membuat kita kesulitan untuk tidur.
Lalu pertanyaannya, kapan waktu terbaik untuk lari? Well, pada akhirnya semua kembali ke orangnya masing-masing. Pasalnya, setiap orang pasti memiliki kondisi, aktivitas, dan gaya hidup yang berbeda, sehingga waktu terbaik untuk olahraga juga pasti berbeda. Mungkin ada baiknya kamu mencoba berlari di waktu tersebut. Setelah mencobanya, kamu bisa menentukan kapan waktu terbaik untuk melakukan olahraga lari.