Takjil sering identik dengan rasa manis karena dianggap cepat mengembalikan energi setelah berpuasa seharian, padahal konsumsi gula sederhana dalam jumlah tinggi pada waktu singkat dapat memicu perubahan kimiawi di otak yang tidak selalu disadari. Lonjakan glukosa darah yang terlalu cepat membuat kerja otak menyesuaikan diri secara mendadak, sehingga fungsi penting seperti fokus, daya ingat, hingga kejernihan berpikir bisa ikut terpengaruh.
Dampaknya tidak selalu terasa saat itu juga, tetapi kerap muncul beberapa jam setelah berbuka, terutama bila takjil manis dikonsumsi tanpa jeda atau tanpa kombinasi makanan lain. Kondisi ini perlu diperhatikan karena otak sangat sensitif terhadap fluktuasi gula darah yang ekstrem. Berikut lima efek tak terduga kebanyakan takjil manis pada otak.
