Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi paru-paru.
ilustrasi paru-paru (IDN Times/NRF)

Intinya sih...

  • Berbagai latihan, termasuk pernapasan mendalam dan aktivitas aerobik, dapat meningkatkan kapasitas paru-paru dan kekuatan otot pernapasan jika dilakukan secara teratur.

  • Penelitian menunjukkan metode seperti pernapasan dalam, pursed-lip breathing, dan gabungan latihan pernapasan dengan peregangan dapat memperbaiki fungsi paru pada berbagai populasi, termasuk perokok dan pasien PPOK.

  • Aktivitas fisik seperti berenang, interval training, yoga, dan Pilates juga membantu meningkatkan efisiensi pernapasan dan kapasitas paru secara keseluruhan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Paru-paru adalah organ vital yang bertanggung jawab untuk mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh dan membuang karbon dioksida dari darah. Seiring bertambahnya usia atau paparan faktor risiko seperti polusi dan merokok, fungsi organ ini dapat menurun, yang berdampak pada energi, daya tahan fisik, dan kualitas hidup sehari-hari.

Selain menjaga gaya hidup sehat, ada berbagai latihan yang bisa dilakukan guna menguatkan fungsi paru-paru, mulai dari teknik pernapasan sederhana hingga aktivitas fisik terpadu. Latihan-latihan ini menargetkan otot pernapasan, kapasitas paru, dan laju pertukaran gas antara tubuh dengan udara.

Di bawah ini adalah beberapa jenis latihan yang dikenal efektif untuk mendukung kesehatan paru-paru.

1. Pernapasan diafragma

Pernapasan diafragma (belly breathing) melibatkan menggerakkan otot diafragma sebagai penggerak utama pernapasan, bukan hanya otot-otot dada.

Dalam latihan ini, kamu berfokus pada mengambil napas dalam melalui hidung, membiarkan perut mengembang, lalu mengeluarkan napas perlahan.

Latihan ini meningkatkan efisiensi penggunaan paru dengan melatih otot-otot pernapasan utama serta membantu mengurangi kerja berlebih dari otot tambahan. Penelitian menunjukkan, teknik pernapasan seperti ini memperkuat kapasitas paru dan efisiensi inhalasi-ekshalasi dibanding pernapasan dangkal biasa.

Menurut studi pada kelompok perokok, latihan pernapasan mendalam secara signifikan meningkatkan volume paru dan kapasitas vital setelah beberapa minggu latihan teratur.

2. Pursed-lip breathing

ilustrasi latihan pernapasan (IDN Times/NRF)

Teknik ini melibatkan menghirup udara melalui hidung dan mengembuskannya melalui bibir yang “diruncingkan” sehingga aliran udara keluar lebih lambat dan terkontrol.

Metode ini membantu memperpanjang waktu ekshalasi sehingga alveoli paru tetap terbuka lebih lama, meningkatkan pertukaran oksigen dan karbon dioksida.

Penelitian klinis mendukung penggunaannya dalam rehabilitasi gangguan pernapasan seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) karena dapat mengurangi sesak napas dan meningkatkan kontrol napas.

3. Latihan balon (balloon blowing)

Mengembuskan udara ke dalam balon adalah cara sederhana namun efektif untuk melatih otot inspirasi dan ekspirasi secara bersamaan.

Penelitian kecil menunjukkan bahwa latihan ini dapat meningkatkan kapasitas paru dan volume inhalasi serta ekshalasi bila dilakukan secara teratur.

Selain itu, latihan ini bisa membantu meningkatkan kendali pernapasan dan kekuatan otot-otot pernapasan tanpa alat khusus.

4. Ekspansi dada (chest expansion)

Ilustrasi latihan pernapasan (pexels.com/Atlantic Ambience)

Latihan ini dilakukan dengan berdiri atau duduk tegak, menghirup udara secara penuh sambil mengangkat tangan atau membuka dada, kemudian menahan napas singkat sebelum melepaskannya perlahan.

Aktivitas ini membantu melatih otot-otot di sekitar tulang rusuk, sehingga memaksimalkan kapasitas paru untuk mengambil udara dalam jumlah lebih besar.

Dengan peningkatan volume paru yang lebih efektif, latihan ini mendukung kinerja pernapasan yang lebih efisien saat aktivitas sehari-hari ataupun saat olahraga.

5. Pranayama

ilustrasi yoga pose pranayama (pexels.com/Ivan Samkov)

Pranayama mencakup berbagai teknik bernapas yang terkontrol, seperti alternate nostril, box breathing, atau ujjayi, yang membantu meningkatkan sistem saraf parasimpatik, relaksasi, dan kapasitas paru.

Studi menemukan bahwa pranayama dapat meningkatkan fungsi paru, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi kecemasan, yang semuanya berkontribusi pada pernapasan yang lebih efektif.

Latihan ini tidak hanya melatih paru, tetapi juga membantu tubuh dalam manajemen stres, yang berdampak positif pada pola napas secara umum.

6. Aerobik ringan (jalan cepat, joging ringan)

Aktivitas aerobik seperti jalan cepat atau joging ringan meningkatkan kebutuhan oksigen tubuh, sehingga paru-paru beradaptasi dengan meningkatkan kapasitas dan efisiensi pertukaran gas.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan minimal 150–300 menit aktivitas intensitas sedang per minggu untuk mendukung fungsi kardiopulmoner, termasuk paru-paru.

Latihan rutin ini juga menguatkan otot kardiovaskular dan pernapasan, sehingga lebih efektif dalam menyuplai oksigen ke seluruh tubuh.

7. Renang

ilustrasi berenang (pexels.com/Kampus Production)

Berenang sangat baik untuk paru karena air menyediakan resistansi alami pada pernapasan, memaksa tubuh untuk bernapas lebih dalam dan terkontrol.

Lingkungan yang lembap juga mengurangi iritasi saluran napas, membuat latihan ini membantu meningkatkan endurance dan efisiensi paru.

8. Interval training (HIIT)

ilustrasi HIIT (unsplash.com/Karsten Winegeart)

Latihan interval intensitas tinggi terdiri dari periode aktivitas kerja pendek diikuti periode istirahat atau intensitas rendah.

Metode ini menantang otot paru dan jantung untuk bekerja lebih keras, sehingga dalam jangka panjang meningkatkan kapasitas paru dan efisiensi pernapasan.

9. Yoga dan pilates

Latihan yang mengombinasikan gerakan tubuh dan pernapasan (seperti pilates atau yoga dinamis) dapat meningkatkan fleksibilitas otot pernapasan dan kapasitas paru.

Hal ini dapat membantu paru-paru mengambil lebih banyak udara sekaligus meningkatkan sirkulasi darah dan oksigenasi jaringan tubuh.

10. Latihan pernapasan dengan alat (incentive spirometer)

ilustrasi incentive spirometer (commons.wikimedia.org/BruceBlaus)

Alat spirometer insentif membimbing pengguna melakukan napas dalam secara visual dan dapat membantu melatih paru-paru agar lebih sering melakukan inspirasi penuh.

Walaupun umumnya dipakai di tempat seperti rehabilitasi medis, tetapi alat ini menunjukkan bagaimana latihan pernapasan dapat meningkatkan pengembangan alveoli dan kapasitas paru saat digunakan dengan benar.

Cara menjaga kesehatan paru-paru

Selain latihan, beberapa kebiasaan penting membantu paru tetap sehat, seperti:

  • Berhenti merokok dan hindari asap rokok/iritan yang secara langsung merusak jaringan paru.

  • Menjaga kualitas udara di rumah dengan ventilasi baik dan mengurangi paparan polutan.

  • Vaksinasi flu dan pneumonia untuk mencegah infeksi paru.

  • Aktivitas fisik teratur sesuai panduan para ahli, minimal 150 menit per minggu.

  • Nutrisi sehat kaya akan antioksidan membantu jaringan paru mempertahankan fungsi optimal.

Beragam latihan, mulai dari teknik pernapasan sederhana hingga aktivitas aerobik, berpotensi menguatkan fungsi paru-paru, meningkatkan kapasitas napas, dan memperbaiki efisiensi pernapasan bila dilakukan secara konsisten.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa latihan-latihan tersebut dapat membantu otot pernapasan bekerja lebih efektif dan meningkatkan parameter paru, terutama pada mereka yang memiliki masalah pernapasan atau gaya hidup kurang aktif.

Terlepas dari pilihan latihan yang sesuai dengan kemampuan masing-masing, penting untuk memadukan latihan ini dengan gaya hidup sehat secara keseluruhan, termasuk berhenti merokok dan menjaga kualitas udara, agar paru-paru tetap dalam kondisi terbaiknya sepanjang hidup.

Referensi

Iman Zahra, Maria Liaqat, and Ummara Qadeer, “Effects of Breathing Exercises on Lung Volumes and Capacities Among Smokers,” International Islamic Medical Journal 2, no. 1 (December 30, 2020): 35–39, https://doi.org/10.33086/iimj.v2i1.1829.

Hyun-Ju Jun et al., “Effects of Breathing Exercises on Lung Capacity and Muscle Activities of Elderly Smokers,” Journal of Physical Therapy Science 28, no. 6 (January 1, 2016): 1681–85, https://doi.org/10.1589/jpts.28.1681.

Fatemeh Zare et al., “Comparing Effects of Breathing Exercises Alone and Combined With Breathing-stretching Exercises on Respiratory Indices, Disease Severity and Exercise Capacity in COPD,” Scientific Reports 15, no. 1 (February 11, 2025): 5068, https://doi.org/10.1038/s41598-025-89664-z.

Farzad Akhtar, “The Effect of Breathing Exercises on Respiratory Function, Anthropometric Parameters and Functional Exercise Capacity in Subjects With Obesity: A Scoping Review,” Eurasian Journal of Pulmonology, January 1, 2025, https://doi.org/10.14744/ejp.2025.38270.

Derliz Mereles et al., “Exercise and Respiratory Training Improve Exercise Capacity and Quality of Life in Patients With Severe Chronic Pulmonary Hypertension,” Circulation 114, no. 14 (September 18, 2006): 1482–89, https://doi.org/10.1161/circulationaha.106.618397.

"Breathing Exercises." Physio-pedia. Diakses Februari 2026.

"Breathing Exercises for COPD." Verywell Health. Diakses Februari 2026.

"7 Breathing Exercises That Can Help Improve Lung Capacity And Respiratory Health." Doctor NDTV. Diakses Februari 2026.

"7 powerful exercises to strengthen the lungs, and boost breathing capacity." The Times of India. Diakses Februari 2026.

Editorial Team