Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi perut buncit
ilustrasi perut buncit (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Intinya sih...

  • Mulai dari intensitas rendah dan durasi pendek

  • Pilih olahraga yang tidak langsung menekan sendi

  • Lakukan pemanasan dan pendinginan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Memiliki berat badan berlebih bukan sekadar soal angka di timbangan, tetapi juga berkaitan dengan cara tubuh bekerja setiap hari. Beban tambahan memberi tekanan lebih besar pada sendi, terutama lutut, pinggul, dan punggung bawah. Jantung pun harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Ketika ingin mulai berolahraga, pendekatannya tidak bisa disamakan dengan orang yang sudah terbiasa aktif atau memiliki komposisi tubuh ideal.

Keinginan untuk cepat menurunkan berat badan sering membuat seseorang tergoda untuk memulai latihan dengan intensitas tinggi. Namun, langkah ini justru dapat menyebabkan risiko cedera hingga kelelahan berlebih. Tubuh masih membutuhkan proses adaptasi, terutama jika sebelumnya jarang bergerak. Berikut beberapa tips olahraga bagi yang memiliki berat badan berlebih agar tetap aman dan mendapatkan manfaat maksimal.

1. Mulai dari intensitas rendah dan durasi pendek

ilustrasi berolahraga (freepik.com/shurkin_son)

Kesalahan yang sering terjadi adalah lansung berolahraga terlalu berat karena ingin melihat hasil cepat. Padahal, tubuh dengan berat badan berlebih memberi tekanan ekstra pada sendi, terutama lutut dan pergelangan kaki. Memulai dengan intensitas rendah seperti jalan santai 10–15 menit sudah cukup untuk membangun kebiasaan aktif bergerak.

Setelah tubuh mulai terbiasa, durasi dan intensitas bisa ditingkatkan secara bertahap. Prinsipnya cukup sederhana yaitu tingkatkan perlahan agar jantung, otot, dan sendi memiliki waktu beradaptasi. Konsistensi jauh lebih penting dibanding latihan keras di awal tetapi berhenti di tengah jalan.

2. Pilih olahraga yang tidak langsung menekan sendi

ilustrasi melakukan pemanasan (freepik.com/freepik)

Tidak semua jenis olahraga cocok untuk pemula dengan berat badan berlebih. Aktivitas dengan banyak lompatan atau gerakan eksplosif berisiko membebani sendi, terutama lutut dan pergelangan kaki yang sudah menanggung beban lebih besar. Sebagai alternatif, pilih olahraga low impact seperti jalan kaki, bersepeda statis, berenang, atau senam ringan yang lebih ramah bagi persendian.

Olahraga jenis ini tetap membantu membakar kalori dan meningkatkan kebugaran tanpa memberi tekanan berlebihan pada lutut dan pinggul. Selain itu, latihan low impact juga membantu memperkuat otot penopang sendi sehingga tubuh menjadi lebih stabil saat bergerak. Ketika berat badan mulai turun dan kekuatan otot meningkat, variasi latihan bisa ditambah secara bertahap.

3. Lakukan pemanasan dan pendinginan

ilustrasi melakukan pemanasan (freepik.com/freepik)

Pemanasan sering dianggap sepele, padahal sangat penting untuk mengurangi risiko cedera. Lakukan peregangan ringan dan gerakan dinamis selama 5–10 menit sebelum mulai berolahraga. Tujuannya untuk meningkatkan aliran darah dan mempersiapkan otot bekerja lebih aktif. Otot yang dipanaskan dengan baik cenderung lebih lentur sehingga tidak mudah tertarik atau tegang saat intensitas latihan mulai meningkat.

Begitu juga dengan pendinginan setelah latihan. Gerakan ringan di akhir sesi membantu detak jantung kembali stabil dan mengurangi rasa pegal berlebih. Pendinginan juga memberi waktu bagi tubuh untuk bertransisi dari kondisi aktif ke istirahat secara bertahap. Kebiasaan membantu proses pemulihan berjalan lebih optimal.

4. Gunakan perlengkapan yang tepat

ilustrasi melakukan pemanasan (freepik.com/freepik)

Sepatu olahraga yang sesuai memiliki peran besar dalam menjaga keamanan saat bergerak. Pilihlah sepatu dengan bantalan yang baik untuk menyerap tekanan, terutama jika aktivitasnya melibatkan banyak langkah seperti jalan cepat atau treadmill. Sol yang stabil dan ukuran yang pas juga membantu mengurangi risiko lecet, nyeri tumit, serta tekanan berlebih pada lutut dan pergelangan kaki.

Pakaian yang nyaman dan menyerap keringat juga membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil. Bahan yang ringan dan tidak terlalu ketat memungkinkan tubuh bergerak lebih leluasa tanpa rasa terhambat. Hal kecil seperti ini sering diabaikan, padahal bisa memengaruhi kenyamanan dan semangat untuk terus berolahraga secara rutin. Ketika tubuh terasa nyaman, kita dapat lebih fokus saat berlatih dan meminimalisir risiko gangguan selama latihan.

5. Perhatikan respons tubuh dan jangan memaksakan diri

ilustrasi beristirahat saat olahraga (freepik.com/freepik)

Setiap tubuh memiliki kemampuan dan ritme yang berbeda. Rasa lelah ringan setelah berolahraga adalah hal yang wajar, tetapi nyeri tajam, pusing, atau sesak napas berlebihan tidak boleh diabaikan. Mengenali batas kemampuan diri dapat membantu mencegah cedera dan kelelahan yang bisa menghambat konsistensi.

Istirahat yang cukup sama pentingnya dengan latihan itu sendiri. Hindari membandingkan progres dengan orang lain karena setiap orang memiliki titik awal dan tujuan yang berbeda. Dengan lebih sabar dan realistis, olahraga akan terasa lebih mudah dijalani, aman, dan nyaman.

Olahraga bagi yang memiliki berat badan berlebih membutuhkan konsistensi dan langkah yang tepat. Dengan pendekatan yang aman dan bertahap, tubuh akan beradaptasi, kekuatan meningkat, dan rasa percaya diri ikut tumbuh seiring waktu. Fokuslah pada proses dan bukan hanya pada hasil akhir.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team