Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Olahraga yang Variatif Terkait Risiko Kematian Lebih Rendah

Olahraga yang Variatif Terkait Risiko Kematian Lebih Rendah
ilustrasi laki-laki bersepeda (pexels.com/Max Photographer)
Intinya Sih
  • Studi jangka panjang menemukan variasi jenis olahraga berkaitan dengan risiko kematian lebih rendah.

  • Manfaat terlihat meski total durasi olahraga serupa.

  • Efek perlindungan cenderung mendatar setelah sekitar 20 jam olahraga per minggu.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Para ahli sepakat bahwa salah satu kunci hidup sehat adalah olahraga secara konsisten. Namun, sebuah studi besar yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Medicine menambahkan lapisan penting, bahwa variasi olahraga juga tampaknya berperan dalam kesehatan jangka panjang.

Para peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health menganalisis data lebih dari 111.000 orang yang diikuti hingga 30 tahun. Mereka memetakan rutinitas aktivitas fisik yang dilaporkan sendiri oleh peserta dan membandingkannya dengan angka kematian selama periode studi.

Hasilnya menunjukkan bahwa individu dengan ragam aktivitas fisik tertinggi memiliki risiko kematian 19 persen lebih rendah dibanding mereka yang variasinya paling sedikit, dengan asumsi total durasi olahraga relatif setara.

Temuan ini mendukung gagasan bahwa mendorong orang untuk melakukan berbagai jenis aktivitas fisik, bukan hanya menambah menit olahraga, bisa menjadi strategi penting untuk menurunkan risiko kematian dini. Meski sifat studi observasional ini tidak bisa membuktikan hubungan sebab-akibat, tetapi asosiasi yang ditemukan cukup kuat untuk diperhatikan lebih lanjut.

Kenapa variasi olahraga bisa berpengaruh?

Salah satu penjelasan yang diajukan oleh peneliti adalah bahwa jenis olahraga yang berbeda melibatkan bagian tubuh dan sistem fisiologis yang berbeda pula. Berjalan cepat, berenang, bersepeda, latihan kekuatan, hingga aktivitas sehari-hari seperti naik tangga atau memotong rumput—semuanya memberi stimulus yang tidak sepenuhnya sama bagi tubuh.

Dalam studi ini, aktivitas fisik tidak dibatasi pada olahraga “formal”. Selama aktivitas tersebut melibatkan gerak dengan intensitas moderat hingga berat, itu tetap dihitung. Pendekatan ini mencerminkan realitas kehidupan sehari-hari, di mana orang bergerak dengan berbagai cara, bukan cuma di gym atau lintasan lari.

Para peneliti juga menemukan bahwa jumlah total olahraga tetap penting. Mereka yang berolahraga lebih banyak secara keseluruhan cenderung hidup lebih lama. Namun, menariknya, manfaat tambahan terhadap risiko kematian mulai mendatar di kisaran 20 jam aktivitas per minggu. Melewati ambang ini tidak menunjukkan penurunan risiko yang signifikan lagi, setidaknya dalam konteks mortalitas.

Apa artinya untuk kehidupan nyata?

Ilustrasi main tenis.
ilustrasi seseorang bermain tenis (pexels.com/cottonbro studio)

“Orang secara alami memilih aktivitas yang berbeda dari waktu ke waktu, tergantung preferensi dan kondisi kesehatannya,” ujar Yang Hu, ilmuwan nutrisi yang terlibat dalam studi ini. Ini menunjukkan bahwa variasi tidak harus dipaksakan, melainkan bisa tumbuh secara organik seiring perubahan hidup.

Meski begitu, studi ini memiliki keterbatasan. Aktivitas fisik dilaporkan sendiri oleh peserta, bukan diukur dengan alat objektif. Selain itu, mayoritas peserta adalah tenaga kesehatan kulit putih, sehingga hasilnya mungkin tidak sepenuhnya mewakili populasi global. Studi ini juga tidak menilai efek mengganti jenis olahraga dalam satu individu, melainkan membandingkan pola antarindividu. Namun, temuan ini tetap memperkaya pemahaman tentang olahraga dan kesehatan.

Referensi

"Exercise variety—not just amount—linked to lower risk of premature mortality." Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses Februari 2026.

Han H, Hu J, Lee DH, Zhang Y, Giovannucci E, Stampfer MJ, et al. Physical activity types, variety, and mortality: results from two prospective cohort studies. BMJ Medicine. 2026;5:e001513. https://doi.org/10.1136/bmjmed-2025-001513.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More