Ilustrasi olahraga saat demam yang bisa picu stroke (pexels.com/Julia Larson)
Olahraga saat tubuh sedang demam atau mengalami infeksi virus (termasuk flu atau COVID-19) bisa berbahaya. Ketika suhu tubuh naik, darah cenderung mengental, dan risiko terjadinya trombosis meningkat. Jika trombus ini menuju otak, stroke bisa terjadi secara tiba-tiba.
Studi dari Journal of the American Medical Association (JAMA) mencatat bahwa pasien COVID-19 yang tetap berolahraga saat positif justru mengalami peningkatan risiko stroke akibat inflamasi dan pembekuan darah yang parah. Olahraga harus dilakukan saat tubuh benar-benar pulih.
Tipsnya: Sebaiknya dengarkan tubuhmu. Jangan paksakan olahraga saat demam, nyeri kepala hebat, atau sedang dalam masa infeksi.
Olahraga memang menyehatkan, tapi hanya jika dilakukan dengan cara yang tepat dan disesuaikan dengan kondisi tubuh. Stroke bukan hanya disebabkan oleh pola makan buruk atau stres, tetapi juga olahraga yang terlalu dipaksakan.
Sebelum memulai rutinitas olahraga berat, pastikan kamu sudah memeriksa kesehatanmu secara menyeluruh, terutama tekanan darah, detak jantung, dan riwayat medis keluarga. Berkonsultasilah dengan dokter atau pelatih berlisensi agar tubuh tetap bugar tanpa risiko fatal.
Apakah pemanasan bisa mencegah risiko stroke saat olahraga? | Ya, pemanasan sangat penting. Dengan pemanasan, tubuh beradaptasi secara bertahap terhadap peningkatan detak jantung dan tekanan darah. Ini membantu mencegah stres mendadak pada jantung dan pembuluh darah. |
Apakah orang yang sudah pernah stroke boleh berolahraga? | Boleh, bahkan sangat disarankan, tetapi harus di bawah pengawasan dokter atau fisioterapis. Jenis olahraga yang aman biasanya low impact, seperti jalan santai, yoga, atau bersepeda ringan. Tujuannya untuk memperbaiki sirkulasi darah dan kekuatan otot tanpa membebani jantung. |
Apakah olahraga di cuaca panas bisa memicu stroke? | Bisa. Cuaca panas ekstrem dapat menyebabkan dehidrasi dan peningkatan suhu tubuh (heat stroke), yang bisa memperberat kerja jantung dan otak. Pastikan cukup minum air, gunakan pakaian ringan, dan hindari olahraga berat saat suhu terlalu tinggi. |