Dokter Denta mengatakan bahwa tubuh memiliki fitur glikogenesis, glikogenolisis, hingga glukoneogenesis yang memperkuat tubuh. Dokter Virly meluruskan bahwa proses ini bergantung dari kalori yang masuk ke dalam tubuh.
"... ini semua dilakukan dengan cadangan energi yang ada. Kalau terus kekurangan [energi], tidak bisa. Jadi, kembali ke kondisi tubuh masing-masing. Tidak bisa dipukulratakan," tutur dr. Virly.
Menurut dr. Virly, oralit memang bermanfaat. Mengibaratkan peran oralit dalam penanganan diare, oralit memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Namun, mengingat kita punya kebutuhan kalori dan metabolisme dasar yang harus dipenuhi, oralit tidak bisa menjadi satu-satunya andalan.
ilustrasi sahur (pexels.com/Monstera)
Dengan demikian, dr. Virly mengatakan bahwa saran ini tidak aman jika dilakukan setiap hari karena tiap orang memiliki proporsi, kondisi, dan kebutuhan badani yang berbeda. Berpuasa dan tidak, tubuh punya kebutuhan yang harus dipenuhi, hal yang tak bisa dipenuhi dengan oralit dan air putih.
Meski oralit mengandung elektrolit dan membantu mengisi kadar cairan tubuh, dr. Virly masih menyarankan asupan bergizi lengkap sesuai dengan kebutuhan tubuh saat sahur dan berbuka puasa. Inilah yang jadi patokan utama bagi semua orang. Kalau sudah terpenuhi, oralit bisa disertakan sebagai pelengkap bersama air putih.
"Kita harus lebih bijak menyikapi tips ini ... Tergantung ketahanan tubuh masing-masing. Jangan dijadikan pembenaran secara massal, terutama masyarakat Indonesia sangat bervariasi," tandas dr. Virly.