illustrasi jalan kaki (pexels.com/MART PRODUCTION)
Jenis latihan yang dapat kamu lakukan tidak harus langsung berat yang penting konsisten dan dilakukan bertahap sesuai kemampuan. Berikut beberapa contoh latihannya.
Jenis olahraga ini jadi fondasi utama karena membantu meningkatkan daya tahan jantung dan paru-paru. Kamu bisa mulai dari jalan kaki cepat, jogging ringan, bersepeda, atau senam ringan.
Idealnya, lakukan sekitar 30—60 menit per hari, minimal 3—5 kali seminggu. Latihan ini efektif untuk meningkatkan daya tahan jantung dan paru-paru, meningkatkan efektifitas pompa jantung dan peredaran darah, serta menjaga stamina agar dapat beraktivitas fisik lebih lama. Tak hanya itu, latihan aerobik dengan metode jalan kaki dapat membantu tubuh beradaptasi dengan aktivitas jalan jauh selama tawaf dan sa’i, lho.
Stretching penting untuk menjaga fleksibilitas tubuh dan mencegah cedera. Fokuskan pada area kaki, pinggul, dan punggung, terutama kalau kamu terbiasa duduk lama. Peregangan juga membantu mengurangi ketegangan otot dan memperlancar sirkulasi darah sehingga tubuh terasa lebih ringan saat bergerak.
Latihan ini berguna untuk memperkuat otot dan meningkatkan stabilitas tubuh. Latihannya tidak harus pakai alat berat, seperti squat, lunges, atau angkat beban ringan sudah cukup membantu. Dengan otot yang lebih kuat, kamu bisa mengurangi risiko cedera dan lebih tahan jika harus berdesakan di keramaian jemaah lain. Untuk rekomendasinya, setidaknya lakukan 2—3 kali seminggu.
Pentingnya latihan fisik sebelum haji jadi kunci agar tubuh tetap kuat menghadapi aktivitas yang cukup padat. Persiapan ini juga membantu kamu beradaptasi dengan kondisi di Tanah Suci. Biar lebih siap, yuk, mulai jaga kebugaran dari sekarang!
Kenapa latihan fisik sebelum haji penting? | Latihan fisik membantu meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh agar kamu kuat menjalani rangkaian ibadah yang cukup padat. |
Kapan sebaiknya mulai latihan fisik sebelum haji? | Idealnya mulai 4-6 bulan sebelum keberangkatan agar tubuh punya waktu beradaptasi secara bertahap. |
Berapa lama durasi latihan fisik yang disarankan? | Sekitar 30-60 menit per hari, minimal 3-5 kali seminggu, untuk latihan aerobik (kardio). |
Referensi
“Aerobic exercise: Top 10 reasons to get physical”. Mayo Clinic. Diakses April 2026.
“Stretching: An Essential Element in Strength Training”. Primal. Diakses April 2026.
“Fitness”. Mayo Clinic. Diakses April 2026.
Sukendro, Sukendro, Fadli Ihsan, Palmizal. A, Ugi Nugraha, Sugih Suhartini, Yonifia Anjanika, and Fitri Khairunnisa. “Physical Fitness of Prospective Pilgrims: Hajj and
Umrah Gymnastics.” Retos 67 (May 12, 2025): 1155–65.