Ilustrasi air elektrolit (freepik.com/aleksandarlittlewolf)
Salah satu penyebab umum kram otot lainnya adalah kurang cairan atau dehidrasi. Melansir MedlinePlus, dehidrasi bukan hanya berarti tubuhmu kehilangan cairan, tetapi juga kekurangan elektrolit seperti garam dan kalium, yang membantu tubuh untuk bernapas, bergerak, berbicara, dan melakukan semua hal lain yang dibutuhkannya agar tetap aktif.
Menurut keterangan dari American Academy of Orthopaedic Surgeons, ketika tubuh kehilangan cairan, tubuh jadi tidak mampu mendinginkan dirinya secara memadai, meningkatkan risiko terjadinya penyakit akibat panas (heat-related illness). Salah satu gejala yang mesti diwaspadai adalah kram otot, yang bisa terjadi saat berolahraga, terutama saat cuaca panas.
Keringat yang timbul karena aktivitas fisik yang berat membuat tubuh kita kehilangan garam dan cairan. Tingkat garam yang rendah bisa bikin otot kram. Ya, kram bisa terjadi karena kepanasan dan kurang minum. Maka dari itu, segera istirahat di tempat teduh saat mengalami kram otot, dan bila memungkinkan minum minuman yang mengandung garam.
Dalam hal rehidrasi setelah olahraga, tak semua minuman dibuat sama. Sebuah studi yang diterbitkan dalam BMJ Open Sport and Exercise Medicine tahun 2019 menemukan bahwa ketika pertisipan merehidrasi dirinya dengan minuman yang mengandung elektrolit setelah olahraga, kemungkinan mereka mengalami kram otot menurun. Sementara, partisipan yang minum air putih lebih mungkin mengalami kram.
Melansir Everyday Health, walau studi tersebut berskala kecil, tetapi bila lain kali merasa akan mengalami kram otot saat olahraga, minuman olahraga yang mengandung elektrolit mungkin bisa membantu.