Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Penyebab Nyeri Punggung di Usia Muda yang Sering Diabaikan
ilustrasi nyeri punggung (pexels.com/www.kaboompics.com)
  • Nyeri punggung kini banyak dialami anak muda akibat kebiasaan duduk lama, postur tubuh buruk, dan kurang aktivitas fisik yang sering dianggap sepele.
  • Mengangkat beban tanpa teknik benar serta stres berlebih dapat memperparah ketegangan otot dan meningkatkan risiko cedera punggung.
  • Mengenali penyebab sejak dini membantu mencegah gangguan serius, menjaga produktivitas, dan mempertahankan kualitas hidup melalui pola hidup sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Nyeri punggung kini tidak lagi hanya dialami oleh orang berusia lanjut, sebab banyak anak muda juga mulai merasakannya dalam aktivitas harian. Kebiasaan duduk terlalu lama, postur tubuh yang kurang tepat, hingga kurangnya aktivitas fisik menjadi penyebab yang paling umum. Sayangnya, kondisi ini kerap dianggap remeh karena hanya dianggap sebagai pegal biasa yang akan hilang dengan sendirinya.

Padahal, nyeri punggung di usia muda bisa menjadi tanda awal gangguan kesehatan yang lebih serius jika terus dibiarkan. Kondisi ini tentu bisa mengganggu produktivitas, bahkan menurunkan kualitas hidup jika tidak ditangani dengan tepat. Yuk, kenali lima penyebab nyeri punggung di usia muda yang sering diabaikan agar kamu bisa mencegahnya sejak dini!

1. Kebiasan duduk yang terlalu lama

ilustrasi seorang wanita yang sedang bekerja (freepik.com/jcomp)

Duduk dalam waktu yang lama menjadi salah satu penyebab utama nyeri punggung di usia muda yang sering tidak disadari. Aktivitas seperti bekerja di depan laptop, belajar, atau bermain gadget membuat tubuh berada dalam posisi statis terlalu lama. Kondisi ini dapat memberi tekanan berlebih pada otot dan tulang belakang, terutama di area punggung bawah.

Jika dilakukan terus menerus, otot menjadi tegang dan aliran darah tidak berjalan dengan lancar. Akibatnya, rasa nyeri atau pegal mulai muncul dan bisa semakin intens seiring berjalannya waktu. Untuk mengatasinya, biasakan berdiri sejenak atau melakukan peregangan ringan setiap 30-40 menit agar tubuh tetap bergerak dan tidak kaku.

2. Postur tubuh yang buruk

ilustrasi nyeri punggung (freepik.com/yanalya)

Posisi tubuh yang kurang tepat saat duduk, berdiri, maupun berjalan dapat memicu nyeri punggung tanpa disadari. Kebiasaan membungkuk saat melihat layar atau duduk dengan posisi yang tidak seimbang bisa memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi mengganggu struktur alami tulang serta otot-otot penopang tubuh.

Banyak orang baru menyadari kesalahan ini ketika rasa nyeri sudah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Padahal, menjaga postur tubuh yang baik sangat penting untuk kesehatan punggung. Mulailah dengan membiasakan duduk tegak dan menjaga posisi layar sejajar dengan pandangan mata.

3. Kurang aktivitas fisik

ilustrasi membaca majalah (pexels.com/Pixabay)

Gaya hidup yang minim gerak juga menjadi salah satu penyebab utama nyeri punggung di usia muda. Tubuh yang jarang bergerak membuat otot menjadi lebih lemah dan tidak cukup lentur. Dampaknya, punggung menjadi lebih mudah tegang bahkan saat melakukan aktivitas ringan.

Selain itu, kurangnya olahraga juga dapat mengurangi kekuatan otot inti yang berperan menjaga stabilitas tubuh. Kondisi ini membuat beban pada tulang belakang menjadi tidak seimbang. Oleh karena itu, penting untuk rutin melakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki, stretching, atau olahraga ringan secara teratur.

4. Mengangkat beban dengan cara yang salah

ilustrasi mengangkat beban (pexels.com/cottonbro studio)

Kebiasaan mengangkat barang tanpa teknik yang tepat dapat meningkatkan risiko cedera pada punggung. Banyak orang langsung membungkuk saat mengambil beban tanpa memperhatikan posisi tubuh yang benar. Padahal, cara tersebut bisa memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang serta otot di sekitarnya.

Jika dilakukan berulang, risiko nyeri hingga cedera serius bisa meningkat. Hal ini sering terjadi pada anak muda yang merasa tubuhnya masih kuat sehingga mengabaikan teknik yang benar. Sebaiknya, angkat beban dengan posisi lutut ditekuk dan punggung tetap tegak untuk mengurangi risiko cedera.

5. Stres dan ketegangan otot

ilustrasi stres karena pekerjaan (freepik.com/jcomp)

Tidak hanya faktor fisik, stres juga bisa menjadi penyebab nyeri punggung yang sering diabaikan. Saat stres, tubuh secara refleks akan menegang, termasuk otot-otot di area punggung dan leher. Ketegangan ini jika berlangsung lama dapat memicu rasa nyeri yang cukup mengganggu.

Tidak sedikit orang yang belum menyadari bahwa tekanan emosional dapat berpengaruh langsung pada kondisi fisik tubuh. Bahkan, nyeri punggung akibat stres bisa muncul meski tanpa didahului aktivitas berat. Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas dan waktu istirahat serta mengelola stres dengan cara yang tepat.

Nyeri punggung di usia muda bukan kondisi yang bisa dianggap sepele, apalagi jika terjadi secara berulang. Dengan mengenali penyebabnya sejak dini, kamu bisa mengambil langkah tepat untuk mencegah kondisi yang lebih serius. Mulai sekarang, jaga pola hidup sehat dan dengarkan sinyal tubuh agar tetap aktif tanpa gangguan.

Referensi

“Gambaran Low Back Pain pada Pasien Dewasa Muda di Rumah Sakit Sumber Waras.” Tarumanagara Medical Journal. Diakses Maret 2026.

“Hubungan Usia dengan Skala Nyeri Pasien Low Back Pain di Puskesmas Balung.” Majalah Kedokteran Andalas. Diakses Maret 2026.

“Hubungan Aktivitas Fisik dengan Keluhan Nyeri pada Pasien Low Back Pain.” Journal of Language and Health. Diakses Maret 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team