Cedera saat angkat beban bukan hanya dialami pemula. Atlet berpengalaman pun bisa mengalaminya. Bisa karena kelelahan, teknik yang melenceng, progres beban terlalu agresif, atau sekadar satu repetisi yang “dipaksakan”. Di gym, cedera sering dianggap bagian dari risiko latihan, padahal respons awal terhadap cedera sangat menentukan cepat atau lambatnya pemulihan.
Sebagian besar cedera angkat beban melibatkan jaringan lunak: otot, tendon, dan ligamen. Bentuknya bisa ringan seperti tarikan otot (strain), terkilir (sprain), hingga robekan sebagian atau total. Masalahnya, banyak orang masih mengandalkan pendekatan lama yang tidak selalu sejalan dengan bukti ilmiah terbaru.
Di bawah ini dipaparkan pertolongan pertama cedera angkat beban berbasis sains, mulai dari membedakan jenis cedera, memahami RICE vs PEACE & LOVE, hingga mengenali tanda kapan latihan harus dihentikan dan kapan bantuan medis diperlukan.
