Ritme napas cepat, detak jantung meninggi, keringat mengalir, itu semua terasa normal saat lari atau melakukan high-intensity interval training (HIIT). Namun, ketika muncul rasa tertekan, seperti tertindih, atau nyeri menusuk di dada, kemungkinan besar tubuh sedang memberi sinyal.
Nyeri dada saat aktivitas fisik bisa berkaitan dengan gangguan otot, paru, lambung, hingga jantung. Pada sebagian orang, terutama dengan faktor risiko kardiovaskular, nyeri dada saat olahraga dapat menjadi tanda angina atau bahkan serangan jantung.
Di sisi lain, penelitian menunjukkan bahwa olahraga intensitas tinggi secara umum menurunkan risiko penyakit jantung dalam jangka panjang. Namun, aktivitas berat yang dilakukan mendadak pada individu tidak terlatih memang dapat meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular akut. Karena itu, respons cepat dan tepat sangat penting.
