Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi nyeri dada saat berlari.
ilustrasi nyeri dada saat berlari (freepik.com/freepik)

Intinya sih...

  • Hentikan aktivitas segera jika muncul nyeri dada saat lari atau HIIT.

  • Kenali tanda bahaya seperti sesak, keringat dingin, atau nyeri menjalar.

  • Nyeri dada saat olahraga bisa ringan, tapi juga bisa tanda darurat jantung.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ritme napas cepat, detak jantung meninggi, keringat mengalir, itu semua terasa normal saat lari atau melakukan high-intensity interval training (HIIT). Namun, ketika muncul rasa tertekan, seperti tertindih, atau nyeri menusuk di dada, kemungkinan besar tubuh sedang memberi sinyal.

Nyeri dada saat aktivitas fisik bisa berkaitan dengan gangguan otot, paru, lambung, hingga jantung. Pada sebagian orang, terutama dengan faktor risiko kardiovaskular, nyeri dada saat olahraga dapat menjadi tanda angina atau bahkan serangan jantung.

Di sisi lain, penelitian menunjukkan bahwa olahraga intensitas tinggi secara umum menurunkan risiko penyakit jantung dalam jangka panjang. Namun, aktivitas berat yang dilakukan mendadak pada individu tidak terlatih memang dapat meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular akut. Karena itu, respons cepat dan tepat sangat penting.

1. Yang harus dilakukan saat nyeri dada muncul saat lari atau HIIT

Berikut ini pertolongan pertama saat nyeri dada muncul saat lari atau HIIT:

1. Segera hentikan aktivitas

Langkah pertama adalah berhenti. Jangan memaksakan diri menyelesaikan interval atau set terakhir. Duduk atau berdiri diam di tempat aman.

Menghentikan aktivitas membantu menurunkan kebutuhan oksigen jantung dan otot, serta mencegah perburukan kondisi bila penyebabnya bersifat kardiovaskular.

2. Evaluasi gejala yang menyertai

Perhatikan apakah nyeri disertai:

  • Sesak napas berat.

  • Keringat dingin.

  • Mual atau muntah.

  • Pusing atau hampir pingsan.

  • Nyeri menjalar ke lengan kiri, rahang, atau punggung.

Kombinasi gejala tersebut bisa mengarah pada serangan jantung dan memerlukan pertolongan medis darurat.

3. Hubungi layanan darurat jika perlu

Jika nyeri tidak membaik dalam beberapa menit setelah berhenti, makin berat, atau disertai gejala di atas, segera cari bantuan medis. Jangan mengemudi sendiri jika merasa lemah atau pusing.

Penanganan cepat pada serangan jantung secara signifikan meningkatkan peluang keselamatan dan mengurangi kerusakan otot jantung.

4. Jika nyeri ringan dan cepat hilang

Apabila nyeri hilang setelah istirahat singkat dan tidak disertai gejala lain, tetap jadwalkan evaluasi medis, terutama jika:

  • Usia di atas 35–40 tahun.

  • Memiliki hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggi.

  • Riwayat keluarga penyakit jantung.

  • Baru memulai olahraga intensitas tinggi.

Evaluasi bisa mencakup pemeriksaan fisik, elektrokardiogram (EKG), atau tes treadmill sesuai rekomendasi dokter.

2. Apa saja penyebab nyeri dada saat lari atau HIIT?

ilustrasi seorang perempuan yang tampak kelelahan ketika berlari. (freepik.com/Rendy Yansah)

Tidak semua nyeri dada berarti serangan jantung. Penyebab lain yang mungkin termasuk:

  • Strain otot dada atau tulang rusuk.

  • Gastroesophageal reflux (asam lambung).

  • Exercise-induced bronchoconstriction atau asma olahraga.

  • Angina akibat penyempitan arteri koroner.

Studi menyebutkan bahwa risiko kejadian jantung akut saat olahraga meningkat pada individu yang jarang berolahraga dibandingkan mereka yang rutin aktif. Artinya, adaptasi bertahap penting untuk keamanan.

3. Pencegahan

Langkah-langkah pencegahan yang bisa kamu lakukan:

  • Lakukan pemanasan minimal 5–10 menit.

  • Tingkatkan intensitas secara bertahap.

  • Lakukan skrining kesehatan bila punya faktor risiko.

  • Hidrasi dan nutrisi cukup sebelum latihan.

  • Hindari HIIT maksimal jika sedang sakit atau kurang tidur.

Rekomendasi umumnya adalah aktivitas fisik intensitas tinggi harus dilakukan secara bertahap, terutama bagi individu yang sebelumnya tidak aktif.

4. Kapan harus benar-benar waspada?

ilustrasi nyeri dada (vecteezy.com/armmypicca)

Segera cari pertolongan medis jika:

  • Nyeri dada berlangsung lebih dari 5 menit.

  • Nyeri terasa seperti ditekan atau diremas.

  • Disertai sesak berat atau pingsan.

  • Memiliki riwayat penyakit jantung.

Lebih baik evaluasi dan hasilnya normal, daripada mengabaikan tanda yang bisa berakibat fatal.

Nyeri dada saat lari atau HIIT bukan gejala yang boleh disepelekan. Banyak kasus bersifat ringan, tetapi sebagian bisa menjadi sinyal kondisi serius. Tubuh selalu memberi pesan, dan kamu harus mendengarkannya.

Berhenti sejenak, evaluasi gejala, dan cari bantuan bila perlu. Kebugaran jangka panjang tidak dibangun dengan memaksakan diri, melainkan dengan latihan yang cerdas dan aman.

Referensi

"Warning Signs of a Heart Attack." American Heart Association. Diakses Februari 2026.

Barry A. Franklin et al., “Exercise-Related Acute Cardiovascular Events and Potential Deleterious Adaptations Following Long-Term Exercise Training: Placing the Risks Into Perspective–An Update: A Scientific Statement From the American Heart Association,” Circulation 141, no. 13 (March 18, 2020): e705–36, https://doi.org/10.1161/cir.0000000000000749.

“Heart Attack Symptoms.” Centers for Disease Control and Prevention. Diakses Februari 2026.

WHO Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour. World Health Organization. Diakses Februari 2026.

Editorial Team