Salah satu cara paling mudah untuk menilai keamanan udara sebelum berlari adalah dengan melihat AQI (Air Quality Index).
AQI merupakan skala yang digunakan untuk mengukur kualitas udara berdasarkan berbagai jenis polutan, termasuk partikel halus PM2.5. Semakin tinggi angka AQI, makin buruk kualitas udaranya.
Secara umum, AQI 0–100 masih dianggap aman untuk sebagian besar orang berolahraga di luar ruangan. Namun, saat AQI berada di angka 101–150, kelompok sensitif seperti penderita asma atau gangguan paru disarankan mulai berhati-hati.
Sementara itu, jika AQI sudah mencapai 151 atau lebih, lari di luar ruangan sebaiknya dihindari karena kualitas udara masuk kategori tidak sehat. Pada kondisi ini, tubuh berisiko menghirup lebih banyak partikel polusi yang dapat mengganggu paru-paru dan sistem kardiovaskular.
Karena itu, mengecek AQI sebelum lari bisa menjadi langkah sederhana tetapi penting untuk membantu menjaga kesehatan tubuh di tengah tingginya polusi udara perkotaan.
Meski lari tetap menjadi olahraga yang baik untuk kesehatan, tetapi kualitas udara di sekitar juga perlu diperhatikan agar manfaatnya tidak berubah menjadi risiko bagi tubuh. Memilih waktu dan lokasi lari dengan udara lebih bersih, serta rutin memantau AQI, dapat membantu mengurangi paparan polusi saat berolahraga di kota.
Referensi
Cusick, Marika, Sebastian T. Rowland, and Nicholas DeFelice. “Impact of Air Pollution on Running Performance.” Scientific Reports 13, no. 1 (February 1, 2023): 1832.
González-Rojas, Sofía, Rodrigo Yáñez-Sepúlveda, Marcelo Tuesta, Braulio Sánchez-Ureña, José Trejos-Montoya, Jorge Olivares-Arancibia, José Francisco López-Gil, and Daniel Rojas-Valverde. “Air Pollution and Endurance Exercise: A Systematic Review of the Potential Effects on Cardiopulmonary Health.” Life 15, no. 4 (April 3, 2025): 595.