Referensi
"What’s the Difference Between Fartlek, Tempo and Interval Runs?". Runner's World. Diakses Mei 2026.
"What's the Difference Between a Tempo and Interval Running Session?". Runna. Diakses Mei 2026.
"Tempo Runs Vs. Interval Runs: What’s the Difference?". OC Marathon. Diakses Mei 2026.
5 Perbedaan Tempo Run dan Interval Run, Pelari Wajib Tahu!

- Tempo run fokus pada endurance dengan pace stabil sekitar 80–90% kemampuan maksimal, sedangkan interval run menekankan speed melalui kombinasi lari cepat dan recovery bergantian.
- Tujuan tempo run adalah meningkatkan daya tahan dan lactate threshold, sementara interval run melatih VO2 max, kekuatan kaki, serta efisiensi gerakan untuk performa cepat.
- Tempo run melatih sistem energi aerobik dengan durasi panjang dan ritme konsisten, sedangkan interval run mengasah sistem anaerobik lewat repetisi intensitas tinggi berdurasi singkat.
Dalam dunia lari, tempo run dan interval run menjadi dua jenis latihan yang cukup sering dilakukan untuk meningkatkan performa. Meski sama-sama melibatkan latihan dengan intensitas tertentu, keduanya memiliki pola, tujuan, dan manfaat berbeda. Tidak sedikit pelari pemula yang masih bingung kapan harus melakukan tempo run atau interval run dalam program latihan mereka.
Karena itu, memahami perbedaan tempo run dan interval run penting supaya program latihan efektif dan sesuai tujuan. Tempo run biasanya berfokus pada endurance dan menjaga pace stabil, sedangkan interval run lebih menekankan speed dengan pola lari cepat dan recovery bergantian. Yuk, simak ulasan lengkapnya!
Table of Content
1. Pace dan intensitas latihan
Dalam tempo run, pelari berlari dengan pace yang terasa menantang, tetapi masih bisa dipertahankan secara stabil. Napas biasanya mulai lebih berat dibanding easy run, tetapi kamu tetap mampu berbicara dalam potongan kalimat pendek. Intensitas latihan ini umumnya berada pada kisaran 80—90 persen dari kemampuan maksimal sehingga fokusnya bukan sprint, melainkan menjaga ritme tetap konsisten.
Berbeda dengan tempo run yang stabil, interval run memiliki pola intensitas naik turun. Pada sesi cepat, pelari akan berlari sangat kencang hingga napas terasa jauh lebih berat, lalu dilanjutkan recovery berupa jogging santai atau jalan kaki. Adanya jeda pemulihan membuat tubuh mampu menghasilkan kecepatan yang lebih tinggi dibanding tempo run.
2. Tujuan latihan

Salah satu tujuan utama tempo run adalah membantu tubuh menahan rasa lelah lebih lama saat berlari dengan pace cepat. Latihan ini meningkatkan lactate threshold sehingga tubuh bisa tetap nyaman berlari dalam intensitas cukup tinggi tanpa cepat kehilangan tenaga. Karena itu, tempo run sering dipakai sebagai latihan untuk meningkatkan endurance pada race jarak menengah hingga jauh.
Sementara itu, interval run lebih difokuskan untuk melatih speed dan performa lari dalam effort tinggi. Latihan ini membantu meningkatkan VO2 max, kekuatan kaki, hingga efisiensi gerakan saat berlari cepat. Selain membuat tubuh lebih kuat menghadapi intensitas tinggi, interval run juga efektif meningkatkan akselerasi dan kemampuan sprint.
3. Sistem energi yang dilatih
Mengingat dilakukan dengan pace stabil dalam durasi cukup panjang, tempo run lebih banyak melibatkan sistem energi aerobik. Sistem ini memanfaatkan oksigen untuk menghasilkan energi sehingga tubuh dilatih agar lebih efisien selama berlari. Efeknya, pelari bisa menjaga pace lebih lama tanpa cepat merasa kelelahan.
Sebaliknya, interval run cenderung lebih dominan melatih sistem anaerobik akibat tingginya intensitas latihan. Pada kondisi ini, tubuh memproduksi energi dengan cepat tanpa sepenuhnya mengandalkan oksigen. Itulah sebabnya interval run sangat membantu meningkatkan power, kecepatan, dan kemampuan tubuh menghadapi effort berat dalam waktu singkat.
4. Struktur latihan
Jika dilihat dari pola latihannya, tempo run memiliki struktur yang lebih sederhana dan konsisten. Biasanya latihan dimulai dengan warm-up, lalu dilanjutkan lari nonstop dengan pace tempo selama 20—40 menit sebelum diakhiri cool-down. Beberapa pelari juga membaginya menjadi beberapa set dengan jeda jogging singkat agar effort tetap terjaga.
Di sisi lain, interval run terdiri dari kombinasi lari cepat dan recovery yang dilakukan berulang kali. Contohnya seperti 6 x 400 meter cepat dengan jeda jogging ringan atau 3 x 5 menit hard effort dengan recovery dua menit. Pola repetisi inilah yang membuat interval run terasa lebih dinamis dan intens dibanding tempo run.
5. Durasi dan jarak latihan
Tempo run biasanya dilakukan dalam durasi lebih panjang karena pace yang digunakan masih memungkinkan untuk dipertahankan secara stabil. Umumnya, sesi tempo berlangsung sekitar 20—40 menit nonstop, tergantung level kemampuan dan tujuan latihan. Pada beberapa program latihan, tempo run juga bisa dilakukan dalam jarak tertentu seperti 5K hingga 10K dengan effort konsisten.
Sebaliknya, interval run cenderung terdiri dari repetisi jarak pendek hingga menengah dengan durasi yang lebih singkat di setiap set. Misalnya 200 meter, 400 meter, atau 800 meter dengan recovery di antaranya. Meski total latihan bisa cukup panjang, effort tinggi pada interval hanya dilakukan dalam waktu singkat sebelum tubuh kembali masuk fase pemulihan.
Itulah penjelasan mengenai perbedaan tempo run dan interval run beserta manfaatnya untuk performa lari. Keduanya punya tujuan latihan berbeda, mulai dari menjaga stamina hingga meningkatkan speed saat berlari. Sekarang sudah tahu mana latihan yang paling sesuai dengan target larimu?
FAQ seputar perbedaan tempo run dan interval run
| Apa perbedaan utama tempo run dan interval run? | Tempo run dilakukan dengan pace stabil dan effort terkontrol dalam durasi lebih lama, sedangkan interval run memakai pola lari cepat dan recovery secara bergantian. |
| Apakah interval run cocok untuk pemula? | Cocok, asalkan intensitas dan durasinya disesuaikan dengan kemampuan tubuh agar tidak terlalu berat. |
| Mana yang lebih melelahkan, tempo run atau interval run? | Interval run biasanya terasa lebih melelahkan karena melibatkan effort tinggi dan sprint berulang dalam satu sesi latihan. |

![[QUIZ] Dari Upin sampai Jarjit, Siapa yang Paling Mirip Mood Kamu?](https://image.idntimes.com/post/20250524/img-20250524-171040-a4e4cddefdae713cd1a3efe97f21f1d1-28feab17b5fb8a908bef39b95c48ca47.jpg)

![[QUIZ] Seberapa Jeli Matamu Menebak Member BABYMONSTER?](https://image.idntimes.com/post/20260507/clipdown_7263db7b-4f6f-44bb-a539-75e184e3fed3.jpg)



![[QUIZ] Dari Subgenre Horor Favoritmu, Kami Bisa Ungkap Kepribadianmu](https://image.idntimes.com/post/20251106/freepik-1186_13e80742-9618-4bd3-a5bd-eaefea417bef.jpg)
![[QUIZ] Pilih Genre Musik Ini, Kami Tahu Seberapa Stres Kamu Sekarang](https://image.idntimes.com/post/20240203/photo-1487180144351-b8472da7d491-a0a51f7a58669ba98ac0be589946151c-f0c59367cceff26b5baee28bb42de4ca.jpeg)


![[QUIZ] Dari Sinyal Tubuh, Kamu Lebih Butuh Plank, Sit Up, atau Push Up?](https://image.idntimes.com/post/20250305/pexels-maksgelatin-4348653-a8bdf633103f42baecf1db7a242f31a0.jpg)


.jpg)



![[QUIZ] Dari Aktivitas Seksual Kamu, Ini Risiko Penyakit yang Mengintai Kamu](https://image.idntimes.com/post/20230116/screenshot-2023-01-16-174323-3f2914419b430dcad30e8bc97a275dcd.png)
