ilustrasi olahraga (pexels.com/CARLOS PÉREZ ADSUAR ANTÓN)
Masalah utama orang yang bangun siang bukan pada jamnya, tetapi pada ketidakpastian rutinitas. Tubuh memerlukan pola tetap agar sistem metabolisme dan hormon bekerja seimbang. Jika kamu selalu mengganti waktu latihan setiap hari, tubuh akan kesulitan menyesuaikan. Coba tentukan jam olahraga yang bisa diulang terus, misalnya setiap pukul tiga sore atau setelah makan siang.
Dengan jadwal yang konsisten, otak akan mulai mengenali kapan saatnya bergerak dan kapan waktunya istirahat. Perlahan, tubuh akan membangun kebiasaan yang stabil tanpa perlu dipaksa. Pola ini juga memudahkanmu menjaga motivasi karena olahraga tidak lagi terasa seperti kewajiban. Begitu ritme sudah terbentuk, manfaatnya bisa kamu rasakan di energi harian, kualitas tidur, dan suasana hati.
Olahraga tidak harus identik dengan pagi hari selama kamu tahu cara menyesuaikan waktu dan kebutuhan tubuh. Setiap orang punya ritme sendiri, dan kesehatan bukan tentang mengikuti tren, tapi tentang menemukan keseimbangan yang realistis. Jadi, sudah siap menentukan waktu olahraga terbaik versimu sendiri?
Referensi:
"How to Master Early Morning Workouts (When You’re Not a Morning Person)" Lifesum. Diakses pada November 2025
"How to Start Working Out in the Morning—Even If You’re Not a Morning Person" Real Simple. Diakses pada November 2025
"14 Ways “Not a Morning Person” Can Get Into a Morning Fitness Routine" The Enlightened Spoon. Diakses pada November 2025
"How To Start A Morning Workout Routine, Even If You're A Night Owl" Women's Health. Diakses pada November 2025