ilustrasi minum vitamin (pexels.com/Polina Tankilevitch)
Satu kesalahan umum yang kerap dilakukan adalah langsung menelan berbagai macam vitamin sesaat setelah azan tanpa makan apa pun. Perlu diingat bahwa beberapa jenis suplemen mempunyai tingkat keasaman yang cukup tinggi dan dapat mengiritasi lapisan lambung. Kalau kamu langsung meminumnya saat perut kosong, risiko terkena heartburn atau mual akan meningkat secara signifikan.
Idealnya, berikan jeda sekitar 15 hingga 30 menit setelah makan besar sebelum kamu mengonsumsi suplemen harianmu. Hal ini memberikan waktu bagi lambung untuk memproduksi enzim pencernaan yang akan membantu memecah tablet atau kapsul suplemen tersebut. Keseimbangan antara makanan asli (real food) dan suplemen jadi kunci utama agar kesehatan pencernaanmu tetap terjaga selama satu bulan penuh.
Jika kamu mempunyai kondisi medis tertentu seperti diabetes atau hipertensi, sangat disarankan untuk tetap berkonsultasi dengan dokter mengenai jadwal ini. Setiap orang memiliki respon tubuh yang berbeda terhadap asupan nutrisi tambahan, apalagi saat frekuensi makan berkurang. Dengan pengaturan yang tepat, suplemen akan menjadi mitra terbaikmu dalam menjaga kesehatan di bulan puasa.
Menjaga kesehatan selama bulan suci memang membutuhkan sedikit usaha ekstra dan manajemen waktu yang baik. Dengan memahami waktu terbaik konsumsi vitamin dan suplemen di bulan Ramadan, kamu gak perlu lagi merasa khawatir akan jatuh sakit atau kehilangan semangat di tengah hari. Pastikan kamu selalu memilih produk yang sudah terdaftar resmi dan tetap utamakan pola makan gizi seimbang saat sahur maupun berbuka, ya.
Referensi:
“Supplement Smarts: Best Ways to Take Different Vitamins’. Web MD. Diakses Februari 2026.
“When Is the Best Time to Take Vitamins?”. Healthline. Diakses Februari 2026.
“Anjuran dan Panduan Minum Vitamin Saat Puasa”. Universitas Airlangga. Diakses Februari 2026.