Comscore Tracker

8 Gejala Awal Demensia, Bukan Cuma Pikun

Segera kenali gejala awal demensia sebelum terlambat

Apa yang terbesit dalam pikiranmu saat mendengar kata "demensia"? Mungkin, kamu akan memikirkan kondisi seperti penyakit Alzheimer, gangguan kognitif, hingga kepikunan. Memang, demensia adalah "payung besar" dari berbagai gejala yang berdampak pada kondisi kognitif, salah satunya adalah daya ingat.

Satu hal yang perlu dicamkan, pikun bukan berarti demensia. Selain penurunan daya ingat, demensia bisa menjelma dalam gejala-gejala lainnya yang mengganggu kehidupan sehari-hari seiring usia. Bukan cuma pikun, inilah beberapa gejala awal demensia yang kerap terlewatkan!

1. Gangguan memori

Tanda awal demensia yang paling umum adalah masalah daya ingat, terutama tidak mampu mengingat informasi yang baru saja diberikan. Menurut Healthline, uniknya, pasien dengan demensia mampu mengingat hal-hal di masa lampau, tetapi tidak dengan masa kini.

Alzheimer Association menjelaskan bahwa tanda-tanda umum tersebut meliput:

  • Tidak ingat tanggal atau hari penting.
  • Bertanya pertanyaan yang sama berulang kali.
  • Makin bergantung pada bantuan memori, baik tulisan, digital, atau anggota keluarga untuk mengingatkan.

Umumnya, mereka lupa sementara, lalu akan ingat di kemudian waktu.

2. Kesusahan menyusun kata

8 Gejala Awal Demensia, Bukan Cuma Pikunilustrasi berbicara (pexels.com/lizasummer)

Dilansir National Health Service (NHS), kesusahan mengikuti percakapan dan menyusun kata adalah gejala awal demensia. Pasien demensia bisa berhenti di tengah percakapan dan tak mampu meneruskan pernyataan mereka atau malah mengulang ucapan mereka sendiri.

Kemudian, pasien demensia juga kesulitan untuk menemukan kata yang cocok, sehingga mereka sering menggunakan kata-kata yang salah. Oleh karena itu, komunikasi dengan pasien demensia memang memakan waktu agar mereka bisa mengekspresikan diri dan maksud dengan benar.

3. Jadi apati

Tidak jarang, terjadi perubahan drastis pada kepribadian pasien demensia. Karena mengalami kesulitan berkomunikasi, pasien jadi lebih apatis dan memilih untuk tidak melakukan hobi atau kegiatan sosial yang sebelumnya mereka geluti.

Selain itu, pasien dengan demensia juga dilaporkan menjadi lebih jarang menghabiskan waktu dengan orang-orang terdekat.

4. Kesusahan menyelesaikan tugas

8 Gejala Awal Demensia, Bukan Cuma Pikunilustrasi bingung dalam bekerja (pexels.com/Malte Luk)

Awalnya mudah mengerjakan tugas sehari-hari? Salah satu gejala awal dari demensia adalah berkurangnya kemampuan untuk melakukan hal-hal tersebut. Umumnya tanda-tanda yang bisa terlihat adalah ketidakmampuan mengerjakan tugas rumit, seperti:

  • Menghitung pembukuan.
  • Mengingat tagihan.
  • Mengikuti resep masakan.
  • Mengikuti permainan dengan banyak aturan.

Selain tidak mampu mengerjakan tugas atau instruksi kompleks, pasien dengan demensia juga kesulitan untuk mempelajari hal-hal baru atau mengikuti rutinitas baru.

Baca Juga: Studi: Polusi Suara Tingkatkan Risiko Demensia di Usia Tua

5. Perubahan mood

Kemudian, NHS mencatat bahwa perubahan mood adalah tanda awal demensia berikutnya. Bukan tidak mungkin pasien demensia menjadi linglung, mudah curiga, depresi, hingga mudah takut.

Selain itu, Alzheimer Association mencatat bahwa pasien demensia lebih mudah marah saat mereka tidak berada di "zona nyaman". Mereka telah mengembangkan kebiasaan baru yang spesifik dan saat hal tersebut tak berjalan sesuai "rutinitas" mereka, maka pasien demensia akan marah.

6. Kelinglungan

8 Gejala Awal Demensia, Bukan Cuma Pikunilustrasi linglung (unsplash.com/Sander Sammy)

Selain kepikunan, linglung juga sering dikaitkan dengan demensia. Dan, hal ini memang benar adanya. Salah satu gejala awal demensia adalah perubahan individu jadi lebih linglung.

Pasien dengan demensia jadi lebih sulit mengenali wajah serta mengingat waktu dan tempat serta letak benda. Selain itu, pasien juga sulit untuk menelusuri kembali langkah mereka. Jika masih tahap awal, pasien masih mampu mengingat kemudian waktu.

7. Sulit mengambil keputusan

Penurunan kognitif bisa memengaruhi kemampuan pengambilan keputusan (decision-making). Sebagai contoh, pasien demensia juga lebih sulit untuk mengelola keuangan dan sering lupa membersihkan diri.

Gejala ini bisa membahayakan karena pasien demensia tidak mampu mengenali situasi berbahaya. Sebagai contoh, mereka bisa saja menyeberang jalan secara tiba-tiba dan mengikuti atau memberi uang kepada orang atau oknum yang tak dikenal.

8. Kesulitan mencerna rangsangan visual dan spasial

8 Gejala Awal Demensia, Bukan Cuma Pikunilustrasi menyetir malam hari (unsplash.com/nik radzi)

Bagi beberapa pasien demensia, gangguan penglihatan adalah salah satu gejala awal. Oleh karena itu, pasien juga terdampak keseimbangan tubuhnya dan kesulitan melihat.

Selain sulit mengambil keputusan, gangguan penglihatan ini juga adalah salah satu alasan mengapa pasien demensia harus dipandu setiap waktu. Jika dibiarkan menyetir atau pergi sendirian, bukan tidak mungkin pasien demensia akan membahayakan dirinya sendiri.

Itulah beberapa gejala awal yang dialami oleh pasien demensia. Selain lupa, pasien demensia juga menunjukkan gejala-gejala lain yang membuat mereka tak bisa menjalankan kesehariannya seperti dulu.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), angka demensia pada tahun 2021 adalah sekitar 55 juta, dan diproyeksikan akan bertambah hingga 139 juta pada 2050. Oleh karena itu, mengetahui gejala-gejala awal demensia dapat membantu menjaga kualitas hidup dan kognitif pasien.

Baca Juga: Olahraga yang Ringan sekalipun Mampu Turunkan Risiko Demensia

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya