Comscore Tracker

Studi: Polusi Udara Tingkatkan Risiko Kerusakan Mata

Bukan cuma pernapasan, mata pun ikut terdampak polusi udara

Udara yang kita hirup sehari-hari tidak sebersih dulu. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 91 persen masyarakat dunia hidup di daerah dengan udara yang tak layak hirup. Meski kita tak merasakan konsekuensinya sekarang, penyesalan menanti di masa depan.

Dari berbagai partikel yang kita hirup, organ tubuh kita yang merana karenanya. Sering dikaitkan dengan pernapasan, ternyata mata kita juga bisa terkena dampak dari polusi udara yang pekat. Simak pembahasan selengkapnya.

1. Studi melibatkan hampir 116.000 partisipan

Studi: Polusi Udara Tingkatkan Risiko Kerusakan Matailustrasi memeriksa mata kelompok lansia (consumer.healthday.com)

Dimuat dalam British Journal of Ophthalmology pada Desember 2020 silam, para peneliti Inggris yang tergabung dalam UK Biobank Eye and Vision Consortium ingin mengetahui hubungan antara dampak polusi udara dengan degenerasi makula (AMD).

Untuk polusi udara, para peneliti mengukur PM2.5 dan PM10, nitrogen dioksida (NO2), serta nitrogen oksida (NOx). Para peneliti kemudian mengambil data dari UK Biobank dan menyaring 115.954 partisipan berusia 40-69 tahun.

Hasilnya, para peneliti Inggris menemukan bahwa mereka yang terpapar PM2.5 memiliki risiko tertinggi mengalami AMD. Selain itu, paparan PM2.5 dan PM10, NO2, serta NOx juga dapat memengaruhi struktur mata yang menyebabkan gangguan mata di usia senja.

2. Penelitian sebelumnya peringatkan akan risiko glaukoma dari polusi udara

Studi: Polusi Udara Tingkatkan Risiko Kerusakan Matailustrasi glaukoma (royalspanishcenter.com)

Setahun sebelumnya, UK Biobank Eye and Vision Consortium juga melakukan penelitian terhadap pengaruh polusi udara pada mata. Dimuat dalam jurnal Investigative Ophthalmology and Visual Science pada November 2019 lalu, para peneliti Inggris ingin membuktikan hubungan polusi udara dengan glaukoma.

Penelitian ini melibatkan 111.370 partisipan dan pengukuran PM2.5. Glaukoma adalah salah satu indikator utama dalam penelitian ini. Hasilnya pun senada. Mereka yang hidup di kawasan dengan paparan PM2.5 pekat lebih berisiko terkena glaukoma dan perubahan struktur mata kronis.

Baca Juga: Polusi Udara dan Efeknya pada Kesehatan Mental, Jangan Diremehkan!

3. Glaukoma jadi salah satu penyebab utama hilangnya penglihatan di dunia

Studi: Polusi Udara Tingkatkan Risiko Kerusakan Matailustrasi penyakit mata glaukoma (vaeye.com)

Menurut data WHO pada Oktober 2021, glaukoma dan AMD adalah beberapa penyebab kerusakan mata secara global. Secara konkret, WHO memperkirakan bahwa sebanyak 1 miliar kasus gangguan penglihatan sebenarnya dapat dicegah. Dari angka tersebut, sebanyak 7,7 juta kasus disumbangkan oleh glaukoma.

Dihubungi oleh IDN Times pada Kamis (9/12/2021), dokter spesialis mata dari Eka Hospital BSD, dr. Kianti Raisa Darusman, SpM(K), MMedSci, menjelaskan bahwa glaukoma adalah penyakit neuropati optik atau kerusakan saraf optik akibat degenerasi dari sel-sel saraf yang menyebabkan gejala gangguan penyempitan lapang pandang.

Ikut mengomentari studi di Inggris pada 2019 silam, dr. Kianti mengatakan bahwa sebenarnya glaukoma umumnya disebabkan oleh tekanan pada bola mata yang melebihi batas. Akibatnya, saraf optik ikut tertekan dan mengalami kerusakan.

"Namun, penelitian baru-baru ini menunjukkan... polusi udara dapat menyebabkan glaukoma," tulis dr. Kianti.

4. Kenapa polusi udara dapat memengaruhi mata?

Studi: Polusi Udara Tingkatkan Risiko Kerusakan Matailustrasi mengucek mata yang gatal (eyeqvc.com)

Sementara mekanisme pastinya masih diteliti, dr. Kianti mengatakan bahwa dugaan kuat di balik pengaruh polusi udara pada mata karena paparan senyawa yang terhirup ikut memengaruhi bola mata, sehingga menyebabkan inflamasi dan kerusakan saraf. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan penglihatan permanen.

Bukan rahasia kalau mata memiliki banyak aliran darah, sehingga partikel halus yang terhirup juga dapat memengaruhinya. Dilansir The Guardian, genetik dan gaya hidup tidak sehat (seperti obesitas dan merokok) menjadi penyebab utama gangguan mata, terutama AMD.

Namun, karena masyarakat makin sadar akan kesehatan, dampak polusi udara makin jelas dan seharusnya bisa dicegah bersama-sama.

Studi: Polusi Udara Tingkatkan Risiko Kerusakan Matailustrasi pterygium pada mata (wikimedia.org)

Dokter Kianti menjabarkan kalau secara umum, polusi udara dapat menyebabkan beberapa masalah ringan pada mata seperti:

  • Mata kering
  • Iritasi mata
  • Mata merah

Ia juga menjelaskan kalau polusi udara juga dapat memicu tumbuhnya jaringan yang menebal di bagian mata atau pterygium (surfer's eye). Dilansir WebMD, polusi udara dan sinar ultraviolet (UV) jadi penyebab utama dari gangguan ini. Jika sampai di kornea, pterygium dapat mengganggu penglihatan.

"Kondisi ini jika kronis dapat menyebabkan gangguan penglihatan," imbuh dr. Kianti.

5. Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah kerusakan mata akibat polusi udara?

Studi: Polusi Udara Tingkatkan Risiko Kerusakan Matailustrasi memakai masker dan kacamata untuk mencegah kerusakan mata akibat polusi udara (medanta.org)

Jika berbicara mengenai polusi udara, maka kita berbicara soal langkah jangka panjang. Selain upaya menetapkan regulasi dari pemerintah, masyarakat juga dapat ikut berkontribusi dengan mengurangi emisi dan perilaku-perilaku yang berkontribusi pada pencemaran udara lainnya.

Di sisi lain, untuk mengakali pengaruh polusi udara pada mata, dr. Kianti menyarankan untuk menggunakan pelindung mata dan masker yang sesuai saat berada di luar ruangan. Dengan begitu, polutan di udara tidak dapat masuk ke mata atau terhirup. Hal ini juga amat disarankan bagi pekerja di lingkungan dengan polusi udara tinggi.

"Khusus pekerja yang banyak bekerja dengan bahan kimia, penggunaan masker yang tepat juga akan membantu karena ada sifat aerosol dari bahan kimia... yang juga disebutkan dapat menyebabkan kerusakan saraf dan salah satunya saraf optik yang menyebabkan glaukoma," tandas dr. Kianti.

Baca Juga: Hati-hati, Ini 10 Risiko Kesehatan akibat Paparan Polusi Udara

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya