Comscore Tracker

Berjerawat di Hidung? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mengganggu penampilan dan tidak nyaman!

Jerawat identik dengan masalah yang sering dialami usia pubertas. Akan tetapi, faktanya setelah melewati fase tersebut, jerawat tetap bisa muncul. Selain rasa tak nyaman, jerawat juga bisa merusak penampilan. 

Jerawat bisa menjalar dari wajah hingga ke punggung. Ada beberapa lokasi di mana jerawat bisa muncul dan mengganggu. Salah satunya di hidung. Apakah kamu bermasalah dengan jerawat di hidung? Berikut ini penyebab, cara mengobati, dan cara mencegahnya. Baca sampai tuntas, ya!

1. Jerawat di hidung terbagi menjadi dua jenis

Berjerawat di Hidung? Ini Penyebab dan Cara MengatasinyaJerawat di hidung. pinterest.com

Jerawat di hidung bisa dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu vulgaris dan rosasea. Perbedaannya adalah sebagai berikut:

  • Jerawat vulgaris: memiliki penampilan yang mirip jerawat, komedo (whitehead dan blackhead), dan benjolan kista. Jerawat vulgaris bisa muncul di bagian tubuh lain seperti punggung. Penyebab utamanya adalah penyumbatan pori di hidung
  • Jerawat rosasea (papulopustular rosacea): salah satu jenis dari masalah kulit rosasea. Faktanya, rosasea sebenarnya bukan jerawat. Rosasea ditandai dengan gejala kulit kemerahan, ruam, bengkak, dan meradang. Muncul di bagian hidung hingga pipi dan dagu, rosasea membuat hidung seolah-olah membesar

2. Penyebab jerawat di hidung vulgaris dan rosacea

Berjerawat di Hidung? Ini Penyebab dan Cara MengatasinyaJerawat vulgaris di wajah. the-dermatologist.com

Jerawat vulgaris disebabkan ketika pori-pori di hidung tersumbat, sehingga menjebak bakteri. Kelenjar sebasea memproduksi zat mirip minyak yang disebut sebum. Kadang-kadang, sebum terlalu banyak dan menjebak kotoran, seperti kulit mati atau bakteri, di pori-pori.

Hidung sangat rentan karena pori-pori di lokasi ini cenderung lebih besar daripada di tempat lain. Ukuran yang lebih besar memudahkan kotoran terperangkap, yang menyebabkan munculnya jerawat. Beberapa kondisi yang mendasari juga dapat menyebabkan jerawat terbentuk di berbagai bagian hidung, seperti:

  • Masalah pencernaan
  • Fluktuasi hormon
  • Mencabut bulu atau membuang ingus terlalu keras
  • Meningkatnya stres
  • Riwayat keluarga
Berjerawat di Hidung? Ini Penyebab dan Cara MengatasinyaJerawat rosacea yang menyebar di hidung dan pipi. commons.wikimedia.org

Rosasea tampak seperti jerawat di hidung yang kemudian menyebar ke pipi hingga dagu. Kondisi ini disebabkan oleh pembuluh darah yang meradang, membuatnya terlihat di permukaan kulit. Selain itu, rosasea juga menyebabkan benjolan mirip jerawat.

Sekali lagi, perlu diingat bahwa meskipun rosasea terlihat mirip jerawat, tetapi kondisi ini bukanlah jerawat. Hingga kini penyebab rosasea belum ditemukan secara pasti. Namun, beberapa faktor berikut bisa meningkatkan risiko rosasea:

  • Riwayat rosasea dalam keluarga
  • Kulit berwarna cerah
  • Respons imun terhadap infeksi bakteri Bacillus oleronius
  • Riwayat infeksi Helicobacter pylori, bakteri penyebab tukak lambung hingga gastritis
  • Malfungsi protein pelindung kulit
  • Reaksi alergi pada kutu yang hidup di kulit

Baca Juga: Ganggu Banget! Ini Penyebab Jerawat di Leher dan Cara Mengatasinya

3. Penyebab jerawat hidung lainnya

Berjerawat di Hidung? Ini Penyebab dan Cara MengatasinyaJerawat di hidung. medicalnewstoday.com

Selain dua penyebab di atas, ada pula faktor lainnya yang dapat menyebabkan jerawat tumbuh di hidung, yakni:

  • Vestibulitis nasal: disebut juga folikulitis, yaitu benjolan putih kemerahan di dalam hidung akibat infeksi bakteri Staphylococcus. Ini bisa disebabkan kebiasaan mengupil terlalu dalam atau membuang ingus terlalu keras

  • Selulitis: bisul kronis di dalam hidung karena infeksi infeksi MRSA atau methicillin-resistant S. aureus. Karena bakteri resistan terhadap pengobatan antibiotik selulitis agak sulit ditangani, jika sudah terlambat dapat berakibat fatal

  • Ingrown hair atau rambut tumbuh ke dalam: penyebab jerawat di dalam hidung ini biasanya karena kebiasaan mencabut bulu hidung secara paksa

  • Thrombosis cavernous sinus (TCS): infeksi pada pembuluh cavernous sinus di dasar tengkorak, hingga menyebabkan penyumbatan darah ke otak atau trombosis. Walau jarang terjadi, tetapi TCS dapat membahayakan nyawa. Gejala-gejala umum TCS meliputi:
    • Sakit kepala
    • Penglihatan kabur
    • Kantuk
    • Ukuran pupil kedua mata yang tidak sama
    • Demam tinggi

4. Cara mengobati jerawat di hidung

Berjerawat di Hidung? Ini Penyebab dan Cara MengatasinyaIlustrasi obat-obatan. IDN Times/Mardya Shakti

Jerawat di hidung memang dapat mengganggu penampilan dan menyebabkan sensasi tidak nyaman. Untungnya, seperti jerawat lainnya, jerawat di hidung dapat diobati dengan mudah.

Akan tetapi, agar pengobatan lebih efektif dan terukur, kamu bisa konsultasi dengan dokter kulit atau dermatolog. Beberapa pengobatan umum untuk jerawat hidung adalah:

  • Salep antiseptik atau retinoid: untuk membersihkan pori-pori hidung yang tersumbat, agar jerawat cepat sembuh. Beberapa salep jerawat hidung yang umum mengandung:
    • asam salisilat
    • benzoil peroksida

  • Obat oral: biasanya dipakai bersama dengan salep agar lebih ampuh. Selain obat biasa, kamu juga dapat meminum obat pereda nyeri jika sensasi sakit pada jerawat tidak tertahankan

  • Kompres hidung: meredakan sensasi tidak nyaman dan mengecilkan bengkak pada jerawat hidung. Kompres jerawat hidung dengan air hangat selama 15-20 menit 3 kali sehari

  • Minyak esensial: bisa dioles atau dihirup. Sebelum menggunakannya, pastikan kamu tidak alergi terhadap minyak tersebut. Kamu dapat menggunakan minyak esensial:
    • Tea tree
    • Neem
    • Rosemary
    • Cinnamon
Berjerawat di Hidung? Ini Penyebab dan Cara MengatasinyaMemencet jerawat di hidung amat tidak disarankan. thesun.co.uk

Selain pengobatan-pengobatan di atas, kamu juga harus ingat untuk:

  • Tidak menyentuh hidung dan jerawatnya dengan tangan
  • Hindari mengupil terlalu dalam atau membuang ingus terlalu keras
  • Jangan memencet jerawat

Kamu disarankan untuk segera menemui dokter bila jerawat sudah diobati tetapi malah muncul gejala-gejala seperti:

  • Penglihatan buram atau ganda
  • Ukuran pupil tidak sama
  • Sakit kepala
  • Demam tinggi
  • Linglung
  • Muncul ruam yang nyeri

Ada kemungkinan TCS, sehingga bila terbukti maka dapat segera ditangani.

5. Cara mencegah jerawat di hidung

Berjerawat di Hidung? Ini Penyebab dan Cara MengatasinyaCuci hidung agar tidak terkena jerawat. healthline.com

Walaupun jerawat di hidung umumnya bisa dengan mudah diobat, tetapi yang lebih adalah mencegahnya muncul, bukan?

Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk mencegah kemunculan jerawat yang mengganggu di hidung:

  • Jaga kebersihan tangan sebelum dan sesudah menyentuh wajah
  • Hindari mencabut bulu hidung secara paksa
  • Jaga pikiran agar tidak stres
  • Cuci muka dua kali sehari dengan pembersih muka berbahan gel
  • Oleskan tabir surya setiap hari
  • Oleskan toner dan krim berbahan asam salisilat untuk membersihkan pori hidung
  • Memakai masker lumpur sekali atau dua kali per minggu

Itulah fakta, penyebab, pengobatan, hingga pencegahan jerawat di hidung. Supaya tidak sampai mengalaminya, yuk, jaga kebersihan wajah! Bila jerawat di hidung atau area tubuh mana pun sudah mengganggu, jangan ragu konsultasi ke dokter spesialis kulit, ya, agar tidak semakin parah.

Baca Juga: Tumbuh Jerawat di Telinga? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Topic:

  • Alfonsus Adi Putra
  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya