Comscore Tracker

Tak Bisa Buru-buru, Ini 12 Alasan Kenapa Vaksin COVID-19 Butuh Waktu

AS mengklaim vaksin COVID-19 segera siap, apa mungkin?

Sejak bermulanya pandemik COVID-19, salah satu hal yang ditunggu-tunggu adalah vaksin untuk melindungi warga dari penularan penyakit dan roda dunia bisa kembali berjalan seperti sediakala.

Dengan masih terus bertambahnya kasus penularan (dan kematian), itu seakan menjadi "pecutan" bagi produsen obat maupun vaksin untuk berpacu melawan waktu demi menghasilkan vaksin yang berkualitas dan bisa bekerja dengan efektif.

Meski demikian, pembuatan vaksin tak bisa terburu-buru. Ada banyak aturan dan berbagai hal lainnya yang mesti diperhatikan. Mengapa pembuatan vaksin butuh waktu lama?

1. Dilansir The New York Times, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menuntut distribusi vaksin COVID-19 di semua daerah mulai akhir Oktober atau awal November

Tak Bisa Buru-buru, Ini 12 Alasan Kenapa Vaksin COVID-19 Butuh WaktuIlustrasi kantor CDC di Amerika Serikat (www.pbs.org)

Moncef Slaoui, kepala penasihat program vaksin Gedung Putih menghargai inisiatif CDC dengan menempatkan tenggat waktu (deadline) pengadaan vaksin. Akan tetapi, mengenai adanya kepastian vaksin COVID-19 pada akhir Oktober, Slaoui pesimistis.

"Ada kemungkinan yang sangat kecil bahwa uji coba yang sedang berjalan dapat keluar hasilnya sebelum akhir Oktober. Tidak mustahil, jika semua kondisi lain yang diperlukan untuk otorisasi penggunaan darurat dipenuhi dan disetujui. Saya pikir itu kemungkinannya sangat kecil, tetapi bukan tidak mungkin," ujar Slaoui saat diwawancara NPR dalam acara All Things Considered.

2. Distribusi vaksin kepada jutaan warga Amerika Serikat (AS) dalam waktu singkat butuh koordinasi badan kesehatan masyarakat di 50 negara bagian dan badan lainnya, sehingga perencanaan awal mungkin diperlukan

Tak Bisa Buru-buru, Ini 12 Alasan Kenapa Vaksin COVID-19 Butuh WaktuIlustrasi imunisasi vaksin COVID-19 (IDN Times/Arief Rahmat)

3. Presiden Donald Trump dikhawatirkan akan melakukan berbagai cara agar vaksin tersedia pada tanggal 3 November mendatang, yang dilatarbelakangi alasan politis dan terlihat "menang" melawan COVID-19

Tak Bisa Buru-buru, Ini 12 Alasan Kenapa Vaksin COVID-19 Butuh WaktuDonald Trump. pixabay.com/geralt

Dekan School of Public Health di bawah naungan Tulane University, AS, Thomas A. LaVeist, khawatir di penghujung masa pemerintahannya, Presiden Trump akan mengambil "jalan pintas" untuk pengadaan vaksin COVID-19.

"Pengembangan vaksin menuntut kerja keras. Biasanya, sebuah vaksin butuh waktu lebih dari satu dekade untuk dikembangkan dan disebarkan. Jadi, menempatkan batas waktu pada produksi vaksin amat berbahaya,” ujar LaVeist, dilansir Healthline.

Baca Juga: Apa Jadinya Jika Vaksin COVID-19 Tak Ditemukan? Ini 7 Gambarannya!

4. CDC telah mengirimkan tiga dokumen mengenai prosedur pengiriman, peracikan, penyimpanan, dan pemberian vaksin yang lulus uji coba BPOM AS (FDA)

Tak Bisa Buru-buru, Ini 12 Alasan Kenapa Vaksin COVID-19 Butuh Waktuhttps://www.cnbc.com

5. Tenaga kesehatan, petugas keamanan nasional, dan petugas di sektor penting lainnya akan diprioritaskan untuk mendapatkan vaksin COVID-19

Tak Bisa Buru-buru, Ini 12 Alasan Kenapa Vaksin COVID-19 Butuh Waktucjoy.com

6. Vaksin juga akan diprioritaskan untuk orang-orang yang rentan

Tak Bisa Buru-buru, Ini 12 Alasan Kenapa Vaksin COVID-19 Butuh Waktupexels.com/Gustavo Fring

Kelompok yang diprioritaskan untuk menerima vaksin COVID-19 mencakup:

  • Usia 65 tahun ke atas atau lansia;
  • Ras dan etnis minoritas;
  • Komunitas pedesaan; dan
  • Kelompok seperti narapidana, tunawisma, atau mereka yang tinggal di tempat tempat penampungan.

7. Terdapat dua produsen vaksin AS yang tengah berjibaku di fase ke-3 tahap klinis di Badan Kesehatan Dunia (WHO): Pfizer dan Moderna

Tak Bisa Buru-buru, Ini 12 Alasan Kenapa Vaksin COVID-19 Butuh Waktuwww.modernatx.com

Pada 8 September 2020, WHO mencatat delapan vaksin sudah mencapai fase klinis tahap tiga. Dari delapan vaksin tersebut, vaksin yang dielu-elukan berasal dua produsen AS, yaitu Pfizer dan Moderna.

Kedua produsen tersebut telah mengembangkan vaksin yang mengirimkan mRNA, perantara antara DNA dan protein, ke sel-sel di dalam tubuh.

Begitu berada di dalam sel, mRNA dikonversi menjadi protein yang merupakan bagian dari virus corona strain baru SARS-CoV-2, penyebab COVID-19. Protein tersebut tidak menyebabkan COVID-19, tetapi mempersiapkan sistem imun untuk mengenali dan melindungi diri dari SARS-CoV-2. Jenis vaksin mRNA seperti ini belum pernah disetujui sebelumnya, perdana untuk COVID-19.

Baca Juga: Long COVID, 6 Fakta Efek Jangka Panjang pada Pasien yang Telah Sembuh

8. Melewati tahap 1 berarti aman digunakan pada orang sehat. Akan tetapi, tahap ketiga perlu jeda waktu untuk mengetahui beragam efek samping vaksin pada populasi yang berbeda

Tak Bisa Buru-buru, Ini 12 Alasan Kenapa Vaksin COVID-19 Butuh WaktuInfografik Perkembangan Vaksin COVID-19 di Dunia (IDN Times/Arief Rahmat)

Associate medical director of epidemiology and infection prevention di UCI Health, AS, dr. Shruti Gohil, mengingatkan bahwa prosedur tes klinis yang sudah berjalan selama beberapa dekade harus tetap dilakukan.

"(Proses) ini harus ditaati saat mengembangkan vaksin baru. Hal tersebut lebih penting dari sebelumnya, apalagi untuk strategi vaksin mRNA perdana untuk menanggulangi COVID-19,” papar dr. Gohil.

Chief Medical Officer dari perusahaan kesehatan Grand Rounds, dr. Ami Parekh, mengatakan bahwa tahap 3 penting untuk mengetahui keampuhan vaksin pada populasi yang beragam dan efek samping yang diakibatkannya. Tes tersebut melibatkan puluhan ribu orang yang disuntikkan vaksin atau plasebo.

Selain itu, LaVeist menunjukkan bahwa waktu paparan virus yang dibutuhkan vaksin agar benar-benar lebih ampuh dibandingkan vaksin plasebo tidak sebentar. Dengan kata lain, deadline akhir Oktober hingga awal November benar-benar tidak mungkin!

9. Kualitas vaksin harus menjadi prioritas

Tak Bisa Buru-buru, Ini 12 Alasan Kenapa Vaksin COVID-19 Butuh WaktuIlustrasi: Keluarga menolak vaksin. nbcnews.com

Meracik vaksin COVID-19 yang tepat dan akurat seharusnya lebih diutamakan daripada mengikuti deadline. Kalau terburu-buru, dr. Gohil mengatakan bahwa hal tersebut berpotensi membahayakan masyarakat, sehingga membunuh kredibilitas badan kesehatan.

“Vaksin yang tidak berguna atau belum terbukti aman berisiko lebih besar membahayakan masyarakat daripada tidak ada vaksin sama sekali, kerusakannya dapat melampaui pandemik virus corona saat ini," jelas dr. Gohil.

Selain membahayakan, masyarakat yang hilang kepercayaan terhadap vaksin bisa pesimistis pada vaksin yang padahal sudah teruji.

"Vaksin yang diteliti sembarangan pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan yang lebih besar terhadap reaksi penerimaan vaksin oleh masyarakat pada vaksin lain yang sebenarnya diperiksa dengan baik dan sangat efektif,” tambahnya.

10. Operation Warp Speed (OWS) yang digaungkan Presiden Trump sudah menggerus kepercayaan masyarakat AS terhadap vaksin COVID-19

Tak Bisa Buru-buru, Ini 12 Alasan Kenapa Vaksin COVID-19 Butuh WaktuPemerintahan Donald Trump ingin vaksin yang cepat lewat Operasi Warp Speed. businessinsider.com

Penamaan adalah hal yang penting. Operation Warp Speed (OWS) adalah operasi yang melibatkan berbagai instansi kesehatan dan kementerian AS yang bersinergi demi mengupayakan vaksin COVID-19 secara cepat dan efektif. OWS menetapkan tenggat Januari 2021 sebagai deadline penelitian, produksi, dan distribusi 300 juta vaksin COVID-19 kepada warga AS.

Dengan menamai program vaksin COVID-19 "OWS", pemerintah AS sudah kehilangan sebagian besar kepercayaan warga AS. "Warp speed" yang berarti "sangat cepat" membuat masyarakat pesimistis terhadap keamanan dan keampuhan vaksin COVID-19 yang diupayakan oleh pemerintah AS.

"Pesan yang buruk dari sudut pandang komunikasi kesehatan karena hal tersebut menekankan sisi 'cepat sampai tujuan' pada penelitian dan produksi vaksin. Hal tersebut membuat masyarakat semakin kurang yakin bahwa produksi vaksin dilakukan dengan benar," papar LaVeist.

11. Menurut jajak pendapat, mayoritas masyarakat AS ragu dengan vaksin COVID-19

Tak Bisa Buru-buru, Ini 12 Alasan Kenapa Vaksin COVID-19 Butuh Waktuhttps://europost.eu

Profesor muda dari departemen komunikasi University of South Carolina, AS, Brooke McKeever, khawatir jika terburu-buru menyelesaikan vaksin, masyarakat akan paranoid dan semakin menolak keberadaan vaksin.

Menurut jajak pendapat dari laman Gallup, sebanyak 1 dari 3 (35 persen) warga AS menolak vaksin COVID-19, bahkan meskipun vaksin tersebut sudah mengantongi sertifikat dari FDA. Itu bukti rusaknya kepercayaan masyarakat terhadap vaksin. Oleh karena itu, keamanan dan keampuhan vaksin adalah syarat mutlak sebelum diedarkan.

12. Tidak perlu selesai cepat-cepat. Jika sudah lulus uji coba, barulah sampaikan ke masyarakat

Tak Bisa Buru-buru, Ini 12 Alasan Kenapa Vaksin COVID-19 Butuh Waktupexels.com/CDC

Pesan positif bahwa vaksin COVID-19 telah disetujui lebih efektif membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap vaksin. Hal tersebut lebih baik daripada mengambil jalan pintas merilis vaksin COVID-19 yang tidak teruji demi memenangkan suara rakyat.

“Menekankan fakta bahwa vaksin tersebut aman dan efektif adalah pesan yang akan melekat di sanubari masyarakat. Selain itu, meyakinkan mereka bahwa vaksin tersebut telah melalui semua tahap uji coba yang diperlukan adalah bagian terpenting dalam pesan tersebut,” tandas McKeever.

Menurutmu, mana yang lebih baik: vaksin cepat tetapi kurang memenuhi standar, atau menunggu lebih lama tetapi kualitas vaksin teruji? Jawabannya sudah jelas, ya...

Baca Juga: Gambaran Prediksi Akhir Pandemik COVID-19, Berkaca dari Wabah Lainnya

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya